Connect with us

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Posko Rescue Oxygen! Terima kasih kolaborator PT Krakatau Steel di Cilegon, untuk bantuan CSR pengisian gratis 300 tabung oksigen (4/7/2021) - twitter dkijakarta

Covid-19

Anies Atasi Kekurangan Oksigen Untuk Selamatkan Nyawa dan Jakarta Memanggil Karena Keadaan Genting

Gubernur Anies Baswedan telah melakukan antisipasi untuk mengatasi ancaman krisis oksigen dan tabung di DKI Jakarta, sehingga rumah sakit di Jakarta semoga tidak akan mengalami kehabisan oksigen.

Saya terenyuh, sedih dan sangat prihatin ketika membaca berita di media sosial (4/7/2021) akibat kehabisan oksigen di RSUP Dr. Sarjito, Yogyakarta, 63 pasien dalam sehari meninggal dunia.

Ini musibah kemanusiaan yang dialami bangsa Indonesia. Kita hanya bisa berdoa kepada Allah semoga mereka yang meninggal dunia dalam kasus kehabisan oksigen di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta di ampuni dosa-dosa mereka dan mendapat tempat yang layak disisi Allah.

“Sesungguhnya kita milik Allah dan akan kembali kepadaNya.”

Kasus di RSUP Dr. Sarjito Yogyakarta mengingatkan kita langkah antisipatif yang dilakukan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.

Atasi Kekurangan Oksigen

Warga Jakarta patut bersyukur karena Gubernur Anies Baswedan telah melakukan antisipasi untuk mengatasi ancaman krisis oksigen dan tabung di DKI Jakarta, sehingga rumah sakit di Jakarta semoga tidak akan mengalami kehabisan oksigen seperti yang dialami RSUP Dr. Sarjito Yogyakarta, yang mengakibatkan 63 pasien meninggal dunia karena kehabisan oksigen.

Jakarta insya Allah tidak akan kehabisan oksigen karena Anies sudah memerintahkan anak buahnya untuk mengangkut tabung oksigen langsung dari pabriknya di kawasan Tangerang, Banten.

“Jadi, terus-menerus saat ini tim kami sedang di Tangerang di pabrik oksigen untuk bawa tabung oksigen tambahan.”

Menurut Anies, tim khusus dikerahkan guna mengangkut tabung oksigen menuju rumah sakit rujukan Covid-19. Pasalnya, distributor kewalahan mengatasi lonjakan permintaan tabung oksigen yang sangat tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

“Masalah utamanya adalah transportasi karena itu mobil-mobil dari Dinas Pertamanan, Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, dan lainnya dimobilisir untuk membantu mentransportasikan tabung oksigen,” ujar Anies di RSUD Koja, Jakarta Utara.

Anies menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap rumah sakit dan tenaga kesehatan yang menangani pandemi Covid-19.

Jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pun dikerahkan untuk membantu pekerjaan non medis, seperti menyiapkan makanan, membungkus obat, hingga penyediaan tabung oksigen.

Jakarta Memanggil

Untuk mendukung upaya melayani warga DKI dan sekitarnya yang terpapar Covid-19, Pemprov. DKI Jakarta memanggil para Dokter Spesialis Paru, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis Anastesi/KIC, Dokter Spesialis Obgyn, Dokter Umum, Perawat, Bidan, Apoteker, Radiografer, Pranata Laboratorium Kesehatan, Tenaga Teknik Kefarmasian (TTK), Perekam Medis.

Jakarta Memanggil diperpanjang 15 Juli 2021 untuk mendaftar sebagai tenaga profesional kesehatan dalam rangka pengendalian Covid-19 di lungkungan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tahap lll.

Apresiasi Kerja Keras

Dalam menghadapi darurat Covid-19, yang berjibaku melayani warga yang terpapar Covid-19, tenaga kesehatan yaitu para dokter, perawat dan semua yang terkait langsung di rumah sakit dalam melayani pasien yang terpapar Covid-19 kita beri apresiasi atas kerja keras dan pengabdiannya.

Kita juga apresiasi para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan seluruh jajarannya seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, dan seluruh dinas di Provinsi DKI Jakarta.

Kita juga apresiasi yang tinggi atas kerja keras Gubernur, Wakil Gubernur, para pejabat Pemprov. DKI Jakarta serta seluruh petugas kesehatan, seluruh kepala SKPD Provinsi, Walikota dan seluruh pegawai DKI Jakarta.

Selain itu, kita apresiasi warga DKI Jakarta yang patuh menjalankan protokol kesehatan. Akan tetapi, sehubungan Jakarta genting karena meningkatnya jumlah warga yang meninggal dunia, maka diperlukan kolaborasi dan partisipasi warga Jakarta termasuk warga asing seperti para Duta Besar Negara-negara sahabat.

Maka tidak ada yang salah kalau Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Pemprov. DKI Jakarta mengirim surat kepada para Duta Besar, dalam keadaan darurat berkenan membantu menyediakan sarana yang diperlukan untuk melawan pandemi Covid-19. Walau banyak di kritik tapi ini merupakan suatu langkah dan upaya segala cara untuk membantu DKI Jakarta.

Anies Baswedan: Ini Tanda Bahaya

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta sama sekali tidak menakut-nakuti warga dengan mengungkapkan tingginya angka kematian warga akibat Covid-19 di Jakarta, yang memecahkan rekor pada hari ini, Minggu (4/7) dengan jumlah orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah 392 pada hari ini. Bahkan ada media Online mengungkapkan dalam sehari jumlah yang meninggal dunia di Indonesia sebanyak 555 orang dalam satu hari dan kasus baru bertambah 10.475.

Menurut Anies tingginya angka kematian di DKI Jakarta belakangan ini, merupakan sebuah tanda bahaya bagi semua pihak.

“Hari kemarin angka pelayanan pemakaman protokol Covid-19 mencapai rekornya 392 pemakaman dilakukan. Ini jenazah tambah, liang kubur itu berbeda dengan menambah rumah. Menambah rumah, menambah kilometer jalan itu adalah sebuah prestasi,” kata Anies di Pos Penyekatan Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Minggu (4/7).

“Menambah liang kubur, menambah jumlah orang yang dimakamkan ini adalah sebuah tanda bahaya bagi semuanya bahwa jumlah kematian di Jakarta sudah meningkat amat tinggi.”

Anies mengemukakan bahwa angka kematian akibat Covid-19 di Jakarta pada awal Juni 2021 masih di bawah 20 orang per hari. Namun kini, angka kematian sudah di atas angka 300 orang per hari.

“Satu minggu terakhir di atas 250, 304, 301, 362, 392. Ini adalah orang-orang yang dua minggu sebelumnya masih sehat. Ini adalah ayah kita, ibu kita, kakak kita,” ujarnya.

Berangkat dari itu, Anies mengimbau warga DKI untuk tetap berada di rumah sementara waktu. Menurutnya, berada di rumah merupakan langkah yang bisa menekan laju penularan Covid-19.

“Kita tidak ingin menguburkan lebih banyak lagi saudara-saudara kita. Kita ingin yang di rumah sakit bisa pulang ke rumah, yang sekarang tidak terpapar jangan sampai terpapar. Caranya sederhana, jauhi kerumunan, jauhi berpergian, tinggal di rumah sampai kondisi aman terkendali.”

Sebagai gambaran, angka kematian akibat Covid-19 secara nasional telah memecahkan rekor pada hari ini (4/7), yakni 555 kasus. Dengan demikian, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia kini mencapai 60.582 orang.

Kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 27.233 orang pada hari ini, Minggu (4/7). Tambahan itu membuat total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia kini mencapai 2.284.084 kasus.

Adapun dari total kasus positif itu, sebanyak 1.928.274 di antaranya telah sembuh. Pasien yang sembuh usai terinfeksi virus corona bertambah13.127 dari hari sebelumnya.

Sementara itu sebanyak 295.228 lainnya masih menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri. Perkembangan kasus aktif hari ini lebih banyak dari tambahan kasus aktif kemarin yang mencapai 281.677 orang.

Akhirnya, kita mendoakan seluruh petugas kesehatan yang berada digarda terdepan dalam melawan Covid-19 diberi kesehatan oleh Allah SWT dan kita berdoa semoga PPKM Darurat sukses melawan Covid-19 yang sudah banyak merenggut nyawa warga Jakarta dan bangsa Indonesia.

Baca Juga

Covid-19

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa Covid-19 belum selesai. Kalau positif rate bisa 5% insya Allah kita masuk zona aman.

Covid-19

PPKM Level 4 akan berakhir pemberlakuannya pada 2 Agustus 2021. Kita belum tahu apakah PPKM Level 4 akan dilanjutkan atau di stop, kita tunggu...

Covid-19

Tugas mulia yang kita harus emban saat ini dan di masa yang akan datang adalah mempertahankan prestasi yang dicapai dalam menurunkan penyebaran Covid-19, secara...

Covid-19

Setidaknya ada lima alasan pentingnya PPKM diperpanjang: Pertama, Covid-19 belum bisa dikendalikan. Jumlah yang meninggal masih sangat banyak.

DKI Jakarta

Melalui kolaborasi, yakin rakyat Indonesia dan warga DKI Jakarta dapat atasi Covid-19 yang semakin berbahaya.

Covid-19

Pada 22 Juli 2021, saya dan Arteria Dahlan, Anggota DPR RI dari PDIP berdiskusi tentang Covid yang gonta-ganti namanya dan tidak kunjung selesai. Karni...

Covid-19

Penuhi kebutuhan pangan mereka selama PPKM Darurat diberlakukan. Jika tidak, maka PPKM sulit sukses kalau kebutuhan dasar rakyat yaitu "pangan" dalam bentuk sembako tidak...

Covid-19

Setelah Covid-19 menghantam Indonesia mulai Maret 2020 sampai Juli 2021, nampaknya skala prioritas yang super urgent ialah penyelamatan nyawa dengan high priority pada kesehatan...