Connect with us

Kami dari Alumni Pasien RSDC-19 Wisma Atlet Kemayoran mengucapkan turut berduka cita (26/4/2021) - IG alumnirsdc20

Covid-19

First Priority Keselamatan Rakyat: Second Priority Infrastruktur (Ekonomi)

PPKM Darurat sejatinya menyadarkan pemerintah bahwa dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia sesuai Pembukaan UUD 1945 yang merupakan salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia. Oleh karena itu, prioritas utama (first priority) dalam melawan Covid-19 adalah kesehatan masyarakat yang dimulai dari keselamatan rakyat.

Pemerintah melalui Menko PMK Muhadjir Efendy, telah mengumumkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat sampai akhir Juli 2021.

Perpanjangan PPKM Darurat, paling tidak menimbulkan 3 dampak besar. Pertama, dampak kehidupan rakyat jelata yang pasti semakin sulit. Pada periode pertama PPKM Darurat, rakyat jelata-kelas menengah ke bawah, telah merasa dampak negatifnya karena mereka tidak bisa mencari nafkah.

Rakyat jelata mencari nafkah untuk hidup hari itu. Jika mereka disekat satu hari untuk mencari nafkah, maka mereka langsung merasakan kesulitan apalagi kalau disekat berhari-hari. Dengan perpanjangan PPKM Darurat, otomatis semakin memperpanjang penderitaan mereka. Jumlah mereka sangat banyak. Tergantung garis kemiskinan yang ditetapkan oleh BPS. Batas garis kemiskinan Rp.472.525 per kapita per bulan atau Rp 15.750 per kapita per hari. Akan tetapi, siapa yang bisa hidup dengan Rp14.750 per kapita per hari?.

Kedua, dampak bagi pengusaha mikro, kecil dan menengah termasuk yang mempunyai pabrik yang mempekerjakan banyak karyawan serta perusahaan yang bergerak di bidang jasa seperti perhotelan, restoran dan sebagainya.

Ketiga, dampak bagi tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan. Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi mengungkap akibat Covid-19, Indonesia tengah mengalami ‘functional collapse’. Artinya, secara fungsi fasilitas kesehatan sudah di fase kolaps.

Dr. Adib memberi contoh jumlah tenaga kesehatan yang mulai terbatas hingga pasokan obat dan stok alat kesehatan lainnya yang juga perlu terus ditambah karena permintaan yang membludak. Sementara, menurut dia, fasilitas kesehatan seperti tempat tidur masih bisa ditambah seperti pemasangan tenda-tenda untuk merawat pasien COVID-19.

“Kondisi saat ini memang kondisi yang benar-benar cukup mengkhawatirkan, saya selalu sampaikan, bahwa kita dalam kondisi yang dihadapkan dengan functional collapse, bukan structural collapse,” sebut Adib dalam konferensi pers dalam kanal YouTube, PERSI Jumat (16/7/2021).

“Karena IGD-nya masih ada, bisa dibuat tenda, bisa ditambah tempat tidur, tapi secara functional collapse, functional dalam konteks SDM, functional dalam konteks alat kesehatan, functional dalam kaitan oksigen obat dan sebagainya,” sambungnya.

Perlu Edukasi & Regulasi Yang Jelas

Kondisi Covid-19 yang amat mengkhawatirkan, Dr. Adib mendesak pemerintah perlu memikirkan edukasi dan regulasi yang jelas, demi menekan jumlah pasien COVID-19 agar tidak terus meningkat. Hal ini dikarenakan para tenaga kesehatan pun seperti sudah tak ada relaksasi.

“Jadi yang kita intervensi adalah melalui suatu kebijakan agar sisi functional tidak kolaps mulai dari sumber pemberdayaan kemudian memberikan akses kepada masyarakat supaya flownya (kasus) tidak terlalu banyak.”

“Karena perlu ada upaya juga bagaimana teman-teman nakes di faskes ini ada fase yang mereka bisa relaksasi, kalau sekarang mereka digempur terus. Dengan kondisi yang saat ini harus ada upaya-upaya dari sisi regulasi, ada percepatan regulasi.”

Adib meminta regulasi yang dibuat harus cepat dan menyesuaikan dengan kondisi perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini.

Kesehatan Masyarakat dimulai dari Keselamatan Rakyat

PPKM Darurat sejatinya menyadarkan pemerintah bahwa dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia sesuai Pembukaan UUD 1945 yang merupakan salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, prioritas utama (first priority) dalam melawan Covid-19 adalah kesehatan masyarakat yang dimulai dari keselamatan rakyat. Dalam rangka itu, maka anggaran kesehatan harus ditingkatkan secara signifikan – naik 100%. Tidak seperti sekarang, anggaran kesehatan dalam APBN tahun 2020 sebesar Rp 212,5 Triliun. Sementara anggaran kesehatan dalam APBN tahun 2021 diturunkan menjadi Rp. 169 Triliun.

Sebaliknya Anggaran Infrastruktur dalam APBN tahun 2020 sebesar Rp. 419,2 Triliun. Sedangkan anggaran infrastruktur dalam APBN tahun 2021 justeru naik menjdi Rp 550 triliun.

Dari aspek anggaran sudah tergambar dengan jelas bahwa pemerintah lebih mengutamakan pembangunan infrastruktur (ekonomi) ketimbang melindungi rakyat Indonesia dari kematian. Sejatinya first priority adalah perlindungan dan penyelamatan rakyat, sedang second priority adalah pembangunan infrastruktur. Sebagai second priority, pembangunan infrastruktur bisa ditunda, sedang penyelamatan nyawa dari Covid-19 lebih utama dan wajib didahulukan dan diutamakan.

Baca Juga

Covid-19

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa Covid-19 belum selesai. Kalau positif rate bisa 5% insya Allah kita masuk zona aman.

Covid-19

PPKM Level 4 akan berakhir pemberlakuannya pada 2 Agustus 2021. Kita belum tahu apakah PPKM Level 4 akan dilanjutkan atau di stop, kita tunggu...

Covid-19

Setidaknya ada lima alasan pentingnya PPKM diperpanjang: Pertama, Covid-19 belum bisa dikendalikan. Jumlah yang meninggal masih sangat banyak.

DKI Jakarta

Melalui kolaborasi, yakin rakyat Indonesia dan warga DKI Jakarta dapat atasi Covid-19 yang semakin berbahaya.

Covid-19

Pada 22 Juli 2021, saya dan Arteria Dahlan, Anggota DPR RI dari PDIP berdiskusi tentang Covid yang gonta-ganti namanya dan tidak kunjung selesai. Karni...

Covid-19

Penuhi kebutuhan pangan mereka selama PPKM Darurat diberlakukan. Jika tidak, maka PPKM sulit sukses kalau kebutuhan dasar rakyat yaitu "pangan" dalam bentuk sembako tidak...

Covid-19

Setelah Covid-19 menghantam Indonesia mulai Maret 2020 sampai Juli 2021, nampaknya skala prioritas yang super urgent ialah penyelamatan nyawa dengan high priority pada kesehatan...

Covid-19

Karena masih suasana Covid-19 pada Idul Adha 1442H ini, umat Islam yang sudah siap melaksanakan ibadah haji di Mekah, kembali di urungkan tahun ini.