Connect with us

Pagi hari di Afghanistan (25/9/2020) - unsplash Mohammad Rahmani

Politik

Taliban Makin Gencar Rebut Provinsi Strategis di Afghanistan

Media-media asing telah memberitakan bahwa Taliban telah merebut provinsi strategis di Afghanistan yaitu kota Zaranj, ibukota provinsi Nimroz.

Media-media asing telah memberitakan bahwa Taliban telah merebut provinsi strategis di Afghanistan yaitu kota Zaranj, ibukota provinsi Nimroz.

Provinsi Nimruz atau Nimroz adalah salah satu dari 34 Provinsi di Afghanistan. Provinsi ini terletak di bagian barat daya negara itu. Nimruz berbatasan Provinsi Sistan dan Baluchestan di Iran dan Balochistan di Pakistan, serta dengan Provinsi Farah dan Helmand di Afghanistan.

Dengan jatuhnya provinsi Nimroz ini di tangan Taliban, maka secara ekonomi sangat menguntungkan bagi Taliban karena perdagangan antar negara yang menghasilkan cukai, supply makanan, senjata, bahan bakar dan sebagainya akan jatuh ditangan Taliban.

Penaklukan Provinsi Nimruz ini dilakukan pada Jum’at, 6 Agustus 2021, dan para pejuang Taliban serta rakyat di provinsi tersebut telah merayakan kemenangan.

Menyusul Provinsi Lain

Komandan Taliban di Provinsi Nimruz mengatakan Kota Zaranj adalah kota strategis. Ini adalah awal, lihat bagaimana provinsi lain segera jatuh ke tangan kami, sebagaimana dikutip Reuters.

Penaklukan kota Zaranj diluar dugaan karena yang ramai diberitakan media internasional, tiga kota besar di Afghanistan yang ingin direbut Taliban yaitu Lashkar Gah, Kandahar, dan Herat.

Di tiga kota besar Afghanistan tersebut sedang terjadi perang besar. Pasukan angkatan udara Afghanistan dibantu pasukan angkatan udara Amerikat Serikat telah membom secara bergelombang ketiga provinsi tersebut guna menghambat kemajuan Taliban yang ingin menguasai ketiga kota tersebut, sehingga banyak korban nyawa dari warga sipil. Mayat bertebaran di berbagai jalan, akibat pemboman yang dilakukan pasukan angkatan udara Afghanistan dan Amerika Serikat.

Seorang pejabat pemerintah Afghanistan di kota Zaranj mengatakan bahwa jatuhnya kota ini ditangan Taliban, karena tidak ada bantuan militer dari pemerintah pusat di Kabul.

Dengan jatuhnya kota Zaranj di tangan Taliban, maka ada benarnya pernyataan komandan Taliban, jatuhnya kota Zaranj akan disusul dengan jatuhnya kota-kota lain di berbagai provinsi di Afghanistan, karena pasukan Afghanistan yang dibantu pasukan Amerika Serikat hanya berkonsentrasi mempertahankan kota Kandahar, Lashkar Gah dan Herat, serta Kabul, ibukota Afghanistan.

Sementara Taliban, tidak hanya ingin merebut kota-kota besar seperti yang disebutkan di atas, tetapi kota-kota strategis di perbatasan Afghanistan dengan negara-negara lain seperti perbatasan dengan Pakistan, Iran, China, Tajikistan, Uzbekistan dan lain-lain.

Mengapa Taliban Kuat

Pasukan Amerika Serikat dan NATO telah berperang melawan Taliban selama 20 tahun. Akan tetapi, pasukan Amerika Serikat dan pasukan NATO gagal melawan Taliban. Selama 20 tahun di Afghanistan, negara super power itu dan sekutunya dari NATO seperti Inggris, Jerman, Prancis, Australia, Turki dan lain-lain tidak mampu mengalahkan Taliban.

Jenderal Joseph Dunford, Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat saat berdiskusi di Forum Keamanan di Halifax, Kanada seperti dilansir CNN (19/11/2018) mengakui bahwa Taliban belum bisa dikalahkan.

Empat tahun setelah diskusi di forum keamanan tersebut, Taliban tetap tidak bisa dikalahkan.

Pertanyaannya, apa yang membuat Amerika Serikat sebagai negara super power di dunia, yang dibantu negara-negara yang tergabung dalam North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang merupakan organisasi pertahanan dan keamanan di kawasan Atlantik Utara yang meliputi negara-negara Eropa, Amerika Serikat dan Kanada.

Setidaknya ada 3 alasan paling mendasar, Amerika Serikat dan NATO tidak bisa mengalahkan Taliban.

Pertama, Taliban adalah para santri yang pernah belajar agama di Pakistan dan Afghanistan. Mereka diajarkan, hidup ini adalah perjuangan (jihad). Mottonya “Hidup mulia atau mati syahid.” (عش كريما او مت شهيدا)
Konsekuensinya mereka tidak takut dalam berjuang membela agama dan Afghanistan sebagai tanah air mereka. Selain itu, mereka amat menghayati firman Allah dalam Al-Qur’an (QS Al-Baqarah: 154)

وَ لَا تَقُوۡلُوۡا لِمَنۡ یُّقۡتَلُ فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ اَمۡوَاتٌ ؕ بَلۡ اَحۡیَآءٌ وَّ لٰکِنۡ لَّا تَشۡعُرُوۡنَ

Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

Kedua, Taliban di lindungi oleh rakyat Afghanistan terutama mereka yang hidup di berbagai pedesaan Afghanistan. Taliban hidup bersama dengan rakyat Afghanistan. Kalau pagi mereka mencari nafkah, sore hari dan malam mereka berperang melawan pasukan Amerika Serikat dan pasukan NATO.

Ketiga, pasukan Amerika Serikat dan pasukan NATO dianggap ‘kafir” dan penjajah Afghanistan, maka mereka wajib diperangi.

Ketiga alasan itu menurut saya merupakan kunci kekuatan Taliban dalam menghadapi pasukan Amerika Serikat dan pasukan NATO.

Masa Depan Taliban

Melihat dari pengalaman sejarah, baik pada saat Afghanistan di invasi oleh Uni Sovyet selama 9 tahun, maupun Amerika Serikat dan NATO selama 20 tahun, saya berpendapat pasukan Afghanistan tidak akan mampu melawan Taliban.

Amerika Serikat dan NATO yang sangat hebat persenjataan mereka dan amat banyak pasukan yang diterjunkan di Afghanistan, tidak mampu mengalahkan apalagi menghabisi Taliban.

Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa kejatuhan pemerintahan Ashraf Ghani, hanya menunggu waktu. Kalau Amerika Serikat tetap membantu pasukan Afghanistan, maka perang akan berlangsung lama, tetapi saya sangat yakin, Taliban cepat atau lambat akan mengambil alih pemerintahan Afghanistan di Kabul.

Baca Juga

Politik

MBS dan Macron berusaha mencari jalan keluar dari krisis energi dan kelangkaan pangan. Macron mendesak Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyaknya guna membantu menurunkan...

Politik

Geopolitik sedang berubah khususnya di Timur Tengah. Kekuatan politik Timur Tengah tidak lagi sepenuhnya di dominasi oleh Amerika Serikat. Akankan kekuatan politik Timur Tengah...

Politik

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Arab Saudi untuk bertemu dengan raja Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Kita...

Politik

Bangsa Indonesia bersama bangsa Palestina melawan kekejaman dan penindasan tersebut tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk mewujudkan perdamaian dunia. Indonesia bersama palestina demi...

Opini

Umat Islam yang mayoritas, terus tidak berdaya dan semakin diperparah keadaan mereka karena tidak bersatu umat Islam dipecah belah, sehingga tidak pernah memegang kekuasaan...

Pendidikan

Menurut saya, berpolitik merupakan bagian dari jihad (perjuangan) yang harus aktif dilakukan umat Islam untuk mewujudkan tujuan Indonesia merdeka sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan...

Opini

Tidak sedikit yang akhirnya menjilat karena tidak tahan mengalami demoralisasi. Ada juga yang kemudian memilih diam.

Opini

Ajakan Mardani Ali Sera, anggota DPR RI dari PKS yang juga Ketua DPP PKS adalah sah untuk bekerjasama dengan sosok yang memiliki integritas.