Connect with us

Mau ikut vaksinasi malam? Yuk cek jadwal, lokasinya dan daftar lewat aplikasi JAKI di https://qrco.de/appsjaki

Covid-19

Jakarta Keluar Dari Zona Merah: Ganjil-Genap Diterapkan dan Syarat Naik Transjakarta

Pemerintah pusat mengumumkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang hingga 16 Agustus 2021.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dengan akronim PPKM merupakan perubahan nama PPKM Darurat yang sudah diberlakukan di Jakarta dan berbagai daerah.

Perubahan nama PPKM darurat menjadi PPKM level 4 merupakan penyesuaian sehubungan adanya protes dari masyarakat atas PPKM darurat. Sebelumnya pernah pula diberlakukan PPKM mikro

Pada awal timbulnya pandemi Covid, diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). DKI Jakarta merupakan provinsi yang pertama memberlakukan PSBB. Kemudian diubah namanya menjadi PSBB transisi.

Pemberlakuan PSBB dan segala macam nama yang disebutkan di atas, ada yang mengatakan bahwa pemerintah tidak sanggup memberi makanan kepada rakyat Indonesia, jika diberlakukan UU Kekarantinaan Kesehatan.

Oleh karena itu, pemerintah mencari dan menemukan nama yang tidak mengacu pada UU Kekarantinaan Kesehatan, Tujuannya untuk melepaskan tanggungjawab dalam memberi makan kepada rakyat Indonesia di saat pandemi Covid-19.

Padahal menurut salah seorang pakar ekonomi, biaya yang diperlukan untuk memberi biaya rakyat, jika diberlakukan “lockdown” hanya sekitar 100 triliun rupiah perbulan.

Syarat Naik Transjakarta Saat Ini

*Update*
Naik Transjakarta harus tunjukkan sertifikat vaksin.

Menteri Dalam Negeri RI telah mengeluarkan Instruksi Nomor 30 Tahun 2021Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Seluruh wilayah DKI Jakarta masuk dalam kategori level 4.

Bagi wilayah masuk dalam kategori level 4, transportasi umum diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Selain itu Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor 282 tahun 2021 bahwa operasional transportasi umum dibatasi hanya untuk pekerja sektor esensial dan kritikal.

Sehubungan itu, maka Transjakarta yang melayani mobilitas masyarakat di DKI Jakarta perlu menyesuaikan dengan menetapkan syarat naik Transjakarta selama perpanjangan PPKM Level 4

1. Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP)

Setiap calon penumpang Transjakarta wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) dalam bentuk print ataupun digital (pada ponsel) bagi pekerja sektor esensial dan kritikal.

Untuk mendapatkan STRP, para calon penumpang Transjakarta dapat mengakses pendaftaran STRP pada website jakevo.jakarta.go.id atau melalui aplikasi JAKI.

Dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor 282 tahun 2021, STRP dikecualikan bagi pegawai kementerian/lembaga daerah dan kegiatan mendesak untuk penanganan Covid-19 (Tenaga Kesehatan, Distribusi Gas Oksigen, Pengantaran Peti Jenazah).

2. Kartu Tanda Pegawai Bagi Kategori berikut:

– Pegawai Kementerian/Lembaga/Daerah
– Tenaga medis penanganan pandemi Covid-19

Setelah calon penumpang Transjakarta memiliki syarat tersebut, calon penumpang Transjakarta juga harus mencermati jam layanan yang diberlakukan pihak Transjakarta.

Layanan Transjakarta beroperasi pukul 05.00-20.30 WIB. Sementara untuk layanan khusus bagi tenaga rumah sakit dan puskesmas beroperasi pukul 20.30-21.30 WIB.

Terkait rute mana saja yang dilayani oleh Transjakarta, calon penumpang dapat mengeceknya melalui aplikasi ‘tije’ yang tersedia di platform Google Playstore ataupun App Store.

Jakarta Keluar Dari Zona Merah

Kita patut bersyukur bahwa seluruh kotamadya di DKI Jakarta telah bebas dari zona merah yang telah ditetapkan oleh Satgas Penanganan Covid-19. Walaupun begitu kita masih di Zona Oranye, karena itu kita jangan lengah dan selalu waspada.

Ketentuan yang diberlakukan Transjakarta, tidak ada maksud untuk menyulitkan calon penumpang. Sama sekali tidak ada niat untuk membuat ribet para calon penumpang, tetapi semata-mata untuk menjaga keselamatan seluruh penumpang Transjakarta.

Sebagaimana dimaklumi, berkat kolaborasi dan partisipasi seluruh warga DKI Jakarta, penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah DKI Jakarta telah dapat dikendalikan dengan indikator menurunnya secara signifikan jumlah kasus baru positif Covid-19. Selain itu, tingkat kesembuhan yang tinggi serta berkurangnya jumlah kematian yang signifikan.

Akan tetapi, potensi kembali meningkatnya Covid-19 di DKI Jakarta tetap harus diwaspadai.

Setidaknya ada tiga alasan pandemi Covid-19 bisa kembali meningkat di DKI Jakarta, jika warganya lengah dan abai.

Pertama, Covid-19 di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur, dapat dikatakan belum bisa dikendalikan. Padahal banyak sekali warga di berbagai provinsi tersebut bolak-balik ke Jakarta untuk mencari nafkah. Mereka berpotensi menularkan Covid-19 ke warga Jakarta.

Kedua, Covid-19 diluar pulau Jawa belum reda, bahkan cenderung meningkat. Jakarta sebagai ibukota negara, mereka berhak ke Jakarta untuk berbagai macam urusan. Mereka juga berpotensi menularkan Covid-19 ke warga DKI Jakarta.

Ketiga, Warga Negara Asing (WNA) dari China, India tanpa status vaksinasi yang jelas masih terus membanjiri Indonesia. Jakarta sebagai pintu gerbang dunia luar, kedatangan WNA berpotensi menularkan Covid-19 ke warga DKI Jakarta.

Oleh karena itu, tingkat kewaspadaan seluruh warga DKI Jakarta amat diperlukan termasuk disiplin para calon menumpang di Transjakarta dengan tetap mengamalkan 3M.

Selain itu, seluruh warga DKI Jakarta sebaiknya mengikuti vaksinasi, berolah raga secara rutin, makan teratur, makan vitamin dan jangan lupa salat sembari berdoa untuk keselamatan diri sendiri, keluarga, bangsa negara.

Baca Juga

DKI Jakarta

Meningkatnya aktivitas warga DKI Jakarta di luar rumah, otomatis akan memberi dampak positif bagi peningkatan jumlah penumpang Transjakarta.

DKI Jakarta

Buku yang diberi tajuk Maju Kotanya Bahagia Warganya merupakan reportase tentang pelaksanaan 23 janji Anies-Sandi setelah menerima amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI...

DKI Jakarta

Jakarta dibangun dengan kolaborasi semua pihak termasuk Transjakarta. Transjakarta melayani warga sebagai moda transportasi massal yang maju dan modern di ibukota negara Republik Indonesia.

DKI Jakarta

Bank memiliki peran yang sangat penting dan strategis di dalam menopang pembangunan ekonomi nasional.

DKI Jakarta

Warga DKI Jakarta patut bersyukur kepada Allah karena berkat kolaborasi, pandemi Covid-19 dapat dikendalikan, sehingga pelonggaran aktivitas masyarakat diberlakukan. Terjadi peningkatan penggunaan Transjakarta dan...

DKI Jakarta

Pertama kita bersyukur kepada Allah karena pandemi Covid-19 di DKI Jakarta dapat dikatakan sudah terkendali. Walaupun begitu, warga DKI Jakarta harus waspada dan ekstra...

DKI Jakarta

Penurunan kualitas demokrasi Indonesia, yang berhubungan dengan berlanjutnya represi atas oposisi, yang semakin bertambah dan terang-terangan.

DKI Jakarta

Dalam negara yang multi kultural, multi etnis, dan agama, apalagi dalam negara demokrasi, sangat wajar kalau kubu yang berbeda. Di dalam perbedaan, pasti banyak...