Connect with us

Berdakwah di depan pelajar pesantren - unsplash muhammad adil

Lainnya

Mengapa dan Apa Makna Tahun Baru Islam Bagi Umat Islam?

Pergantian tahun baru Islam harus dimaknai dengan belajar sejarah. Momentum tahun baru Islam, mesti dijadikan titik awal, umat Islam belajar sejarah Nabi Muhammad SAW.

Tahun baru Islam ditetapkan 1 Muharram, tidak seperti agama lain yang menetapkan tahun baru mereka diambil dari hari lahir nabi ataupun pemimpin mereka.

Tahun baru Islam ditetapkan pada hari Nabi Muhammad SAW beserta sahabatnya berhijrah (berpindah) dari Makkah ke Madinah.

Itu sebabnya, Tahun Baru Islam sering juga disebut Tahun Baru Hijriyah, yang tahun ini 1 Muharram 1443 H. jatuh bertepatan hari Selasa 10 Agustus 2021.

Dalam keadaan normal tidak seperti sekarang – tidak normal akibat pandemi covid-19, umat Islam memperingati tahun baru Islam dengan berbagai macam kegiatan. Ada yang pawai obor, karnaval, doa bersama di masjid, surau, seminar, peringatan 1 Muharram di kantor pemerintah, di berbagai lembaga dan sebagainya.

Akan tetapi, sejak Indonesia dilanda covid-19 Maret 2020, 1 Muharram 1442 H sampai sekarang (1 Muharram 1443 H, umat Islam hanya bisa memperingati Tahun Baru Islam dengan salat , berdoa di rumah masing-masing serta membuat ucapan selamat di media sosial selamat memperingati Tahun Baru Islam atau Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa Islam memiliki 12 bulan dalam satu tahun. Diantara 12 bulan itu, terdapat 4 bulan yang paling dimuliakan oleh Allah atau yang sering disebut bulan haram.

Keempat bulan haram itu ialah bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Para ahli tafsir menjelaskan, amalan ibadah pada bulan haram, pahalanya dilipatgandakan. Begitu pula, amalan buruk di empat bulan haram tersebut juga dilipatgandakan.

Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan, “Allah mengkhususkan empat bulan haram dari 12 bulan yang ada, bahkan menjadikannya mulia dan istimewa, juga melipatgandakan perbuatan dosa di samping melipatgandakan perbuatan baik.”

Kebangkitan Islam

Tahun Baru Islam 1 Muharram memiliki keistimewaan yang luar biasa, sehingga dijadikan sebagai awal kalender dalam Islam.

Pertama, hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Sudah menjadi pengetahuan masyarakat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya melakukan hijrah (pindah) dari Makkah Ke Madinah pada 1 Muharram.

Peristiwa hijrah sangat penting dalam sejarah Islam, karena melalui hijrah, Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya bisa membangun peradaban Islam di Madinah, yang sebelumnya disebut Yasrib.

Nabi Muhammad SAW setelah tiba di Yasrib, yang pertama dibangun adalah Masjid, yang sekarang ini dikenal dengan nama Masjid Nabawi di Madinah, yang setiap jamaah haji atau jamaah umrah selalu mengusahakan untuk salat arbain di Masjid Nabawi.

Kedua, Nabi Muhammad SAW membangun sebuah negara yang disebut Madinah Al-Munawwarah. Melalui negara yang dibangun Nabi Muhammad SAW, Islam berkembang di berbagai penjuru Tanah Arab, yang kemudian dilanjutkan penyebarannya oleh para sahabat, para pengikut dan pelanjut Nabi Muhammad SAW sampai saat ini.

Ketiga, perang dilakukan Nabi Muhammad SAW untuk mempertahankan eksistensi Islam seperti perang Badar, Perang Uhud, perang Khandak dan lain sebagainya.

Keempat, penaklukkan Makkah. Pada tahun ke-8 hijrah bertepatan 10 Ramadhan, Nabi Muhammad SAW beserta 10.000 pasukan berangkat dari Madinah menuju Makkah, kemudian berhasil menaklukkan Makkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun. Sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam ka’bah dan disekitar ka’bah.

Maka, hijrah yang dilakukan nabi Muhammad SAW dan para sahabat, menjadi starting point bagi kebangkitan Islam dan dakwah di seluruh penjuru dunia sampai saat ini.

Keharusan Memegang Posisi Politik

Pergantian tahun baru Islam harus dimaknai dengan belajar sejarah. Momentum tahun baru Islam, mesti dijadikan titik awal, umat Islam belajar sejarah Nabi Muhammad SAW.

Sejarah yang amat penting dipetik oleh umat Islam di Indonesia pada khususnya dan dimanapun berada, umat Islam harus memegang kekuasaan politik.

Kalau Nabi Muhammad SAW tidak memandang penting kekuasaan politik, maka Nabi tidak akan mendirikan negara Madinah Al-Munawwarah.

Oleh karena, Nabi Muhammad SAW memandang bahwa untuk memudahkan penyebaran Islam, membangun peradaban Islam, membangun ekonomi serta mewujudkan pemerataan dan keadilan, serta membangun kekuatan Islam dan kesejahteraan umat dan lebih khusus untuk bisa menaklukkan Makkah dan melakukan banyak banyak hal, maka Nabi Muhammad SAW mendirikan Negara Madinah Al-Munawwarah.

Bagi umat Islam Indonesia, tidak perlu mendirikan negara baru seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, tetapi belajar dari sejarah, umat Islam harus memegang kekuasaan politik seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena, sistem yang diamalkan di Indonesia adalah sistem demokrasi, maka untuk meraih kekuasaan harus melalui pemilihan umum. Pada tataran ini, umat Islam yang mayoritas di Indonesia, suka tidak suka dan mau tidak mau umat Islam harus memiliki calon presiden yang amanah, jujur, benar, adil, cerdas, memiliki kemampuan komunikasi yang hebat untuk dicalonkan dalam pemilihan umum untuk dipilih oleh rakyat Indonesia.

Saya pikir, makna Tahun Baru Islam harus mencontoh Nabi Muhammad SAW dalam membangun Islam yang melihat pentingnya kekuasaan politik. Kalau Nabi memandang kekuasaan politik tidak penting, maka Nabi akan terus berdakwah saja tanpa perlu mendirikan negara Madinah Al-Munawwarah.

Umat Islam yang mayoritas di Indonesia, tidak perlu berpikir mendirikan negara baru seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, tetapi amat penting memegang kekuasaan politik agar bisa mewujudkan keadilan, pemerataan, kemajuan, dan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga

Opini

Kesalahan terbesar sebagian umat Islam karena menolak sistem politik yang ada dan bahkan menawarkan sistem politik yang dianggap berlawanan dengan sistem demokrasi yang ada,...

Lainnya

Politik jujur yang diamalkan Muhammad SAW dipandu oleh Allah. Dampaknya, Islam tersebar cepat di seluruh jazirah Arab dan di penjuru dunia yang sampai saat...

DKI Jakarta

Dalam negara yang multi kultural, multi etnis, dan agama, apalagi dalam negara demokrasi, sangat wajar kalau kubu yang berbeda. Di dalam perbedaan, pasti banyak...

Politik

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta umat Islam bersatu melawan ketidakadilan. Hal tersebut ia katakan dalam pidatonya untuk Pemuda Kerja Sama Islam (ICYF) dalam...

Pendidikan

Dalam rangka memperingati 50 Tahun YISC Al-Azhar, pada 6 Juni 2021 saya, Tony Rasyid dan Faisal Basri diundang menjadi pembicara dengan topik Literasi Sebagai...

Opini

Presiden Turki Erdogan merupakan pemimpin di dunia Islam yang amat populer. Mayoritas rakyat Turki sangat mencintai dan menghormatinya, tetapi kaum sekuler sangat membencinya. Erdogan...

Ramadan 1442H

Islam mengajarkan pentingnya damai. Islam berasal dari kata aslama yuslimu islaaman yang berarti taat, tunduk, patuh, pasrah, berserah diri kepada Allah. Menurut etimologi, kata...

Opini

Perbuatan radikal dan teror harus diakhiri dalam melawan ketidakadilan karena tidak akan pernah menang.