Connect with us

DIRGAHAYU INDONESIA ke-76 🇮🇩 - IG #jasalukistembok

Lainnya

Mensyukuri Nikmat 76 Tahun Indonesia Merdeka #HUTRI76

Hari ini 17 Agustus 2021 seluruh bangsa Indonesia dimanapun berada merayakan hari Indonesia merdeka yang ke-76 tahun.

Hari ini 17 Agustus 2021 seluruh bangsa Indonesia dimanapun berada merayakan hari Indonesia merdeka yang ke-76 tahun.

Sebagai bangsa yang beriman kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada kata yang pantas ditulis dan diucapkan kecuali mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah atas nikmat kemerdekaan yang telah dikaruniakan kepada bangsa Indonesia yang telah berjuang berabad-abad lamanya untuk mewujudkan kemerdekaan.

Wujud Syukur

Menurut Wikipedia, diterjemahkan dari bahasa Inggris-Syukur, dari kata Latin gratus “menyenangkan, berterima kasih”, ada perasaan penghargaan yang dirasakan oleh dan/atau respons positif serupa yang ditunjukkan oleh penerima kebaikan, hadiah, bantuan, bantuan, atau jenis kemurahan hati lainnya, kepada pemberi hadiah tersebut.

Hadiah kemerdekaan, bangsa Indonesia persembahkan kepada para pejuang kemerdekaan yang tercatat maupun yang tidak tercatat serta kepada Allah karena berkat pertolongan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan

Oleh karena itu, sebagai wujud syukur kepada para pejuang dan kepada Allah, kita tidak punya pilihan kecuali mewujudkan enam hal.

Pertama, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Salah satu wujudnya, mereka yang diamanati untuk memimpin Indonesia, harus melindungi nyawa setiap bangsa Indonesia. Masalah ini, kita belum bisa melaksanakan dengan baik. Sebagai contoh petugas pemilu tahun 2019 sebanyak 894 meninggal dunia dan 5175 sakit. Sampai hari ini tidak ada yang tahu apa penyebab mereka meninggal dunia karena dilarang untuk diotopsi.

Selain itu, jumlah mereka yang meninggal dunia (16/8/2021) akibat Covid-19 menurut catatan Kementerian Kesehatan RI sebanyak 118.833 orang. Jumlah mereka yang meninggal menurut data dari Kementerian Kesehatan RI per 16 Agustus 2021 sebanyak 118.833 orang.

kedua, mengisi kemerdekaan republik Indonesia dengan karya nyata untuk memajukan kesejahteraan umum. Masalah ini telah dilaksanakan melalui pembangunan di era Orde Baru dan di era Orde Reformasi.

Akan tetapi hasilnya semakin menghadirkan kesenjangan ekonomi antara desa dengan kota, antara orang kaya yang didominasi etnis tertentu dengan mayoritas bangsa Indonesia.

Ketiga, mengisi kemerdekaan dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Masalah ini telah dilaksanakan untuk mewujudkan kemajuan bangsa melalui pendidikan. Akan tetapi, pemerintah terlalu fokus kepada pendidikan yang dikelola pemerintah, sehingga pendidikan yang dibangun dan dikelola swasta mengalami ketertinggalan, sehingga terjadi kesenjangan.

Keempat, tidak menyalah-gunakan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri dan pihak lain. Faktanya korupsi semakin merajalela. Berbagai korupsi yang ramai dibicarakan di media sosial seperti korupsi di Asabri Rp 23,7 triliun, BPJSTK Rp 20 triliun, Jiwasraya Rp 13,7 triliun, Pelindo ll Rp 6 triliun, Bansos Rp 5,9 triliun, E-KTP Rp 2,3 triliun dan korupsi Lobster Rp 900 milyar, dan banyak lagi yang dilakukan Gubernur, Bupati dan Walikota di berbagai daerah di Indonesia.

Kelima, menegakkan hukum secara adil dan benar. Masalah penegakan hukum di Indonesia masih seperti dikemukakan “Tajam ke bawah tumpul ke atas, tajam ke Lawan politik tumpul ke teman politik.”

Sebagai bukti bahwa hukum belum adil dan benar, kasus Habib Rizieq Syihab. Sangat banyak yang melanggar UU Kekarantinaan Kesehatan RI, mulai dari Presiden, para calon Gubernur, calon Bupati dan calon Walikota dalam pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu, serta banyak ulama yang merupakan pendukung penguasa, hanya HRS yang di penjara dan di hukum melakukan kerumunan massa.

Keenam, mewujudkan demokrasi. Fakta yang dialami, pandemi Covid-19 dijadikan alasan untuk membungkam demokrasi.

Melakukan Koreksi

Sebagai wujud kita mensyukuri 76 tahun kemerdekaan RI, suka tidak suka dan mau tidak mau, bangsa Indonesia harus melakukan koreksi.

Setidaknya harus dilakukan tiga hal sebagai wujud syukur kepada Allah dan kepada para pejuang dan pahlawan bangsa dan negara.

Pertama, harus kembali kepada tujuan Indonesia merdeka yang telah menjadi tujuan nasional bangsa Indonesia yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Sebagai contoh, kegagalan dalam melindungi nyawa bangsa Indonesia yang terserang Covid-19 yang jumlahnya sudah diatas 118 ribu lebih yang meninggal dunia, harus dimintai pertanggungjawaban.

Kedua, kegagalan mengelola ekonomi dengan meningkatnya utang yang luar biasa, tidak paralel dengan meningkatnya kesejahteraan umum sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Juga harus dimintai pertanggungjawaban.

Ketiga, Indonesia sebagai negara hukum harus dikembalikan dengan melakukan penegakan hukum kepada semua (equality before the law) secara adil dan benar.

Koreksi yang dilakukan tidak lain merupakan konsekuensi logis bangsa Indonesia menyatakan rasa syukur atas kemerdekaan ke-76 tahun yang harus dijaga, dipelihara, dirawat dan dipertahankan.

Baca Juga

DKI Jakarta

Setiap kritik berupa evaluasi kinerja yang ditujukan kepada mereka yang memegang kekuasaan termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, harus diapresiasi agar mereka yang berkuasa...

DKI Jakarta

Penurunan kualitas demokrasi Indonesia, yang berhubungan dengan berlanjutnya represi atas oposisi, yang semakin bertambah dan terang-terangan.

Lainnya

Salah satu bagian dari Taujihat Kebangsaan (arahan, bimbingan, nasehat) Kebangsaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2021 kepada pemerintah adalah "Diharapkan tidak alergi kritik dan...

Politik

HRS telah digolongkan sebagai tokoh oposisi yang sangat berpengaruh karena konsisten dan berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. HRS telah menjadi simbol perjuangan rakyat yang...

Politik

Saya memberanikan menjadi saksi ahli Habib Rizieq dkk karena Pengadilan atau Mahkamah adalah sebuah forum publik yang resmi untuk menyuarakan pentingnya keadilan dan kebenaran...

Opini

Sepanduk bertuliskan Lebih Baik Miskin Daripada Berkhianat dipasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Universitas Ibnu Chaldun dan berbagai tempat strategis di Jakarta hari ini.

Opini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan salah satu kepala daerah yang akan habis masa baktinya tahun 2022. Ada ratusan kepala daerah (Gubernur, Bupati, Walikota)...

Lainnya

Berdasarkan pengalaman pribadi, dan yang saya saksikan di masyarakat bahwa kunci kemajuan seluruh bangsa Indonesia bukan pembangunan ekonomi, tetapi pembangunan manusia. Pada saat terjadi...