Connect with us

cat putih diatas tembok hitam - unsplash Luca Nicoletti

Lainnya

Jangan Alergi Kritik: Taujihat Kebangsaan MUI, Dialog Tokoh dan Mural Yang Dihapus

Salah satu bagian dari Taujihat Kebangsaan (arahan, bimbingan, nasehat) Kebangsaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2021 kepada pemerintah adalah “Diharapkan tidak alergi kritik dan pemikiran yang berbeda dari masyarakat.

Salah satu bagian dari Taujihat Kebangsaan (arahan, bimbingan, nasehat) Kebangsaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2021 kepada pemerintah adalah “Diharapkan tidak alergi/apriori terhadap kritik dan pemikiran yang berbeda dari masyarakat. Pendekatan represif dengan mempergunakan instrumen hukum untuk membungkam para pengkritik menjadi embrio semakin mengkristalnya pihak-pihak yang kritis terhadap pemerintah.”

Alergi kritik dapat dimaknai sebagai reaksi tidak normal atau reaksi yang tidak menyenangkan terhadap kritik. Masalah ini sangat serius dirasakan oleh masyarakat.

Oleh karena kritik bisa mengancam keselamatan si pengeritik, maka muncul tren baru untuk mengeritik yang dilakukan dengan membuat “mural.” Mural dengan tulisan 404: Not Found menjadi tren setelah ada mural di Tangerang dan desain kaos yang diunggah warga Tuban, Jawa Timur dengan gambar mirip seseorang.

Sebenarnya kritikan yang disampaikan kepada pemerintah, sekarang ini lebih banyak dilakukan serangan balik oleh buzzerp yang diduga keras dibayar oleh mereka yang sedang berkuasa untuk menyerang balik kepada pengeritik.

Bukan hanya itu, tetapi para buzzerp diyakini oleh publik bahwa mereka kebal hukum dan mendorong petugas untuk melakukan pendekatan represif dengan mempergunakan instrumen hukum untuk membungkam para pengkritik pemerintah.

Proporsional Mengeritik

Pada bagian lain dari Taujihat Kebangsaan MUI yang ditujukan kepada masyarakat diharapkan dapat lebih proporsional dalam menanggapi kebijakan dan kinerja pemerintah.

Menurut taujihad kebangsaan MUI, yang positif diapresiasi dan didukung, sedangkan yang dirasa menyimpang disampaikan kritik dengan menggunakan saluran yang ada, memperhatikan aspek kepantasan, dan tetap mengedepankan persatuan bangsa.

Taujihad MUI kepada masyarakat sangat penting tata cara menyampaikan. Sebaik apapun usulan dan kritikan yang mau disampaikan kepada pemerintah, kalau cara menyampaikan tidak pas, maka usulan dan kritikan tidak akan diterima, dan bahkan bisa menjadi bumerang, sebab bisa dikategorikan sebagai mencemarkan nama baik.

Dalam konteks taujihad MUI, maka mayoritas masyarakat lebih memilih diam. Mereka yang memilih diam, tidak saja masyarakat awam, tetapi juga para cendekiawan di berbagai kampus. Apalagi, mereka yang masuk kategori ASN (Aparatur Sipil Negara) di berbagai perguruan tinggi, banyak memilih diam daripada bersuara kritis, yang pasti membahayakan periuk nasi.

Kritik Diperlukan

Kritik itu sangat penting karena tidak ada pemimpin yang sempurna. Akan tetapi, pemimpin pada umumnya tidak mau dikritik. Inilah masalah yang dihadapi dalam kehidupan, mulai dari rumah tangga, di masyarakat, dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut saya, untuk mewujudkan masyarakat yang dialogis, harus dari pemerintah bukan dari masyarakat. Oleh sebabi itu, ajakan MUI dalam taujihad yang “mengajak pegiat dunia maya (netizen) untuk ikut serta berperan aktif dalam upaya menciptakan suasana dialogis yang konstruktif di tengah masyarakat, terciptanya forum-forum perjumpaan ide yang saling menghargai pendapat dalam menanggulangi COVID-19 dalam mewujudkan kesehatan bangsa untuk memulihkan ekonomi nasional melalui semangat persatuan dalam konteks kebangsaan, sulit dipraktikkan jika tidak dimulai dari pemerintah.

Oleh karena itu, saya apresiasi yang dilakukan Menko Polhukam Prof Mahfud MD yang mengundang dialog Prof Emil Salim, Faisal Basri dan para tokoh untuk membicarakan berbagai persoalan dalam berbangsa dan bernegara, yang disampaikan secara terbuka dan bebas.

Baca Juga

DKI Jakarta

Setiap kritik berupa evaluasi kinerja yang ditujukan kepada mereka yang memegang kekuasaan termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, harus diapresiasi agar mereka yang berkuasa...

DKI Jakarta

Penurunan kualitas demokrasi Indonesia, yang berhubungan dengan berlanjutnya represi atas oposisi, yang semakin bertambah dan terang-terangan.

Lainnya

Hari ini 17 Agustus 2021 seluruh bangsa Indonesia dimanapun berada merayakan hari Indonesia merdeka yang ke-76 tahun.

Politik

HRS telah digolongkan sebagai tokoh oposisi yang sangat berpengaruh karena konsisten dan berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. HRS telah menjadi simbol perjuangan rakyat yang...

Politik

Saya memberanikan menjadi saksi ahli Habib Rizieq dkk karena Pengadilan atau Mahkamah adalah sebuah forum publik yang resmi untuk menyuarakan pentingnya keadilan dan kebenaran...

Opini

Sepanduk bertuliskan Lebih Baik Miskin Daripada Berkhianat dipasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Universitas Ibnu Chaldun dan berbagai tempat strategis di Jakarta hari ini.

Opini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan salah satu kepala daerah yang akan habis masa baktinya tahun 2022. Ada ratusan kepala daerah (Gubernur, Bupati, Walikota)...

Lainnya

Ustaz Dr. Zaitun Rasmin mengemukakan bahwa tujuan khutbah Jumat antara lain memperkuat keimanan dan ketaqwaan, mengingatkan agar selalu ingat kepada Allah, memperkuat persatuan dan...