Connect with us

Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta - google map

DKI Jakarta

Tidak Jujur & Tidak Obyektif: Karangan Bunga & Interpelasi Formula E Untuk Serang Anies

Kebon Sirih tempat berkantornya anggota DPRD DKI Jakarta dibanjiri karangan bunga untuk dukungan interpelasi dari PDIP-PSI terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Kebon Sirih tempat berkantornya anggota DPRD DKI Jakarta dibanjiri karangan bunga untuk dukungan interpelasi dari PDIP-PSI terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Karangan bunga di depan pagar DPRD DKI Jakarta, paling tidak ada tiga tujuannya. Pertama, untuk mendukung fraksi PDIP dan Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta yang melakukan interpelasi Formula E terhadap Gubernur Anies Baswedan.

Karangan bunga tersebut sangat jelas tujuannya seperti tertulis dalam karangan bunga “PDIP dan PSI, terima kasih untuk mengawasi pemakaian uang rakyat. Bukan tujuh teman makan malam,” jelas salah satu kiriman tersebut.

Kedua, untuk menggalang dukungan publik guna membuat citra buruk kepada Gubernur Anies Baswedan yang hendak menyelenggarakan balap mobil listrik formula e untuk mempromosikan DKI Jakarta dan Indonesia di tingkat dunia.

Ketiga, untuk menyindir tujuh fraksi di DPRD DKI Jakarta yaitu fraksi Gerindra, fraksi PKS, fraksi Demokrat, fraksi Golkar, fraksi Nasdem dan fraksi PKB-PPP yang mendukung digelarnya event internasional balap mobil listrik di Jakarta pada Juni 2022.

Dilakukan Secara Terorganisir

Karangan bunga yang dikirim ke Kebon Sirih, tempat berkantornya anggota DPRD DKI diorganisir secara profesional. Hal tersebut bisa dibaca dari tulisan karangan bunga seperti “Terima kasih PDIP dan PSI untuk mempertanyakan pemakaian uang rakyat oleh Gubernur DKI.”

Kedua, di duga keras dikirim oleh satu perusahaan atau satu kelompok dengan mengatas-namakan berbagai organisasi dan nama supaya ramai dan diberitakan media.

Ketiga, dimodali oleh yang kantongnya tebal. Patut di duga karangan bunga yang di Kebon Sirih Jakarta, pelakunya sama yang kirim bunga di Polda Metro Jaya, pasca Munarman ditahan.

Mahal Harganya

Bagi rakyat kelas menengah ke bawah dalam kondisi seperti sekarang, tidak akan mau dan sulit membeli satu karangan bunga yang rata-rata berharga a Rp 1.000.000 (satu juta rupiah).

Kalau 100 karangan bunga yang dikirim ke Kebon Sirih, kantor DPRD DKI Jakarta dengan tipe karangan bunga papan opening FJKT 011 a Rp 1.000.000 (satu juta rupiah), maka nilainya Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

Bagi mereka yang kantong tebal, nilai uang sebesar itu, tidak ada artinya. Yang penting mereka berhasil membangun citra negatif bahwa Anies membuang-buang uang rakyat. Buktinya tulisan di karangan bunga “Terima kasih PDIP dan PSI untuk mempertanyakan pemakaian uang rakyat oleh Gubernur DKI,” jelas mereka dengan atribusi Alumni ITS cinta NKRI dan penjelasan ‘Yang Bukan 7 Teman Makan Gratis.’

Tidak Jujur & Tidak Obyektif

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI, Gembong Warsono, mengatakan, interpelasi menjadi panggilan hati nurani bagi dewan. Dirinya yakin, dari 25 anggota fraksi PDIP di DPRD DKI yang melakukan komunikasi politik secara personal, akan ada pengaruh ke depannya bagi interpelasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoal Formula E.

Kalau dikatakan “interpelasi formula E menjadi panggilan hati nurani, sebagai warga DKI Jakarta mau bertanya Pemprov. DKI di masa lalu membeli lahan miliknya sendiri senilai Rp648 milyar. Itu kan korupsi. Adakah panggilan hati nurani untuk interpelasi guna menyelamatkan uang rakyat?

Selain itu, kasus RS Sumber Waras yang dilakukan Pemprov DKI di masa lalu. Hasil temuan BPK, negara mengalami kerugian Rp 191 milyar. Adakah panggilan nurani untuk melakukan interpelasi atau mendorong sekeras-kerasnya agar KPK mengusut cepat kasus tersebut. Tidak pernah kita mendengar suara “panggilan hati nurani” untuk mendorong pengusutannya.

Mohon jujur dan obyektif. Kalau separtai dilindungi, kalau pihak lain dikuyak-kuyak. Apakah berbicara “hati nurani” atau kepentingan kekuasaan?

Respon Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, hak interpelasi yang diajukan Fraksi PDIP dan PSI terkait Formula E tidak menjadi perhatiannya. Sebab, dirinya fokus menangani pandemi Covid-19.

“Kita jalan terus, kita fokus (menangani pandemi). Bagi kami, yang penting warga Jakarta, bukan interpelasi,” kata Anies kepada wartawan di Jakarta, Jumat (27/8).

Anies menjelaskan, pihaknya fokus menangani pandemi agar warga Jakarta selamat dan bisa bekerja dengan tenang. “Ini (interpelasi) persoalan yang tidak menyita perhatian kita sama sekali. Justru malah kita lebih fokus menangani Covid-19,” ujarnya.

Menurut Anies, interpelasi merupakan hak yang melekat pada anggota DPRD DKI. Oleh karenanya, biarkan proses itu berjalan di internal dewan.

“Biarkan itu proses berjalan di internal dewan karena itu bukan menyangkut kami. Ini adalah usulan di dalam dewan yang nanti akan diproses secara internal oleh dewan,” ucapnya.

Baca Juga

Opini

Saya yakin mayoritas rakyat Indonesia apapun upaya yang dilakukan untuk mengkriminalisasi Anies Baswedan dengan menjadikannya sebagai tersangka korupsi tidak akan dipercaya publik.

DKI Jakarta

Peresmian empat gedung sekolah Net Zero 2022 dari SD Negeri Ragunan 08, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2022) merupakan karya yang luar biasa karena...

DKI Jakarta

Transjakarta melayani warga Jakarta siang dan malam selama 24 jam tanpa henti. Pada siang hari, Transjakarta melayani warga Jakarta ke seluruh jurusan, termasuk yang...

DKI Jakarta

Transjakarta tidak menaikkan harga Transjakarta. Mengapa Transjakarta tidak naik tiket? Jawabannya karena pemerintah provinsi DKI Jakarta memberikan subsidi terhadap moda transportasi massal seperti Transjakarta.

DKI Jakarta

Penataan Kota Tua telah menjadi destinasi wisata di Jakarta yang sangat menarik. Pada saat saya mengunjungi kota tua Minggu lalu saya menyaksikan banyak turis...

DKI Jakarta

Anies bersama delegasi U20 mengunjungi obyek wisata kota tua. Sebanyak 12 delegasi U20 Mayors Summit hadir secara langsung di Kota Tua Jakarta Barat. Anies...

DKI Jakarta

Setelah turun di Halte Museum Fatahillah, saya mulai kagum menyaksikan kawasan Kota Tua yang telah ditata dengan sangat rapi, indah, nyaman dan mempesona.

DKI Jakarta

Gubernur Anies Baswedan pada saat meresmikan penggunaan bus listrik beberapa waktu lalu mengatakan bahwa keberadaan bus listrik menjadi solusi terhadap dua masalah di Jakarta,...