Connect with us

Webinar Mencari Keadilan Untuk Rakyat Kecil Dalam Tragedi KM50 (9/9/2021) - twitter musniumar

Lainnya

Pengusutan Tragedi KM50 Suram: Hindari Provokasi Kasus Ketidakadilan Terhadap HRS dan Pembunuhan 6 Syuhada

Dalam Webinar yang bertajuk “Mencari Keadilan Untuk Rakyat Kecil Dalam Tragedi KM50,” (9/9/2021) Prof. Suteki, Guru Besar Universitas Diponegoro, Semarang mengemukakan bahwa prospek pengusutan kasus tragedi KM50 suram.

Dalam Webinar yang bertajuk “Mencari Keadilan Untuk Rakyat Kecil Dalam Tragedi KM50,” (9/9/2021) Prof. Suteki, Guru Besar Universitas Diponegoro, Semarang mengemukakan bahwa prospek pengusutan kasus tragedi KM50 suram. Akan tetapi, keadilan yang merupakan barang langka, harus terus diperjuangkan.

Sementara itu, Prof. Musni Umar, Sosiolog yang juga Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta bersama Prof Suteki menjadi pembicara, Dr. Ahmad Wirawan dan Dr. Marwan Batubara mengemukakan bahwa keadilan merupakan masalah yang amat fundamental bagi umat manusia dan bangsa Indonesia. Itu sebabnya secara teologis, Allah memerintahkan kepada umat Islam untuk menegakkan keadilan sebagaimana tercantum dalam Alqur’an surat An Nahl ayat 90, yang setiap khatib Jum’at di akhir khutbahnya selalu membaca:
“Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk berlaku adil dan berbuat baik.”

Selain itu, Allah memerintahkan dalam Alqur’an surat Al Maidah ayat 4 “Wahai orang-orang yang beriman jadilah penegak keadilan karena Allah serta saksi dengan benar. Dan janganlah karena kamu tidak suka pada suatu kaum membuat tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena hal itu mendekatkan kamu kepada ketaqwaan. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Selain itu, secara ideologis para pendiri negara merumuskan sila kedua dari Pancasila “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” serta sila kelima “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Maknanya bahwa keadilan amat penting ditegakkan.

Disamping itu, secara sosiologis bahwa dalam diri setiap masyarakat ada rasa keadilan, yang bersumber dari hati nurani dan suasana batin yang tumbuh dalam harapan, akan hadirnya nilai-nilai keadilan dan kebenaran. Rasa keadilan dalam masyarakat selalu mendambakan hadirnya keadilan. Jika tidak ada keadilan, maka suasana batin terganggu yang mengakibatkan terganggu pula persatuan karena tidak ada persatuan tanpa keadilan.

Komnas HAM Lakukan Penyesatan

Sementara itu, Ahmad Wirawan mengemukakan bahwa Komisi Nasional Hal Asasi Manusia (Komnas HAM) telah melakukan penyesatan dengan membuat hasil penyidikan terhadap tragedi KM50. Padahal Komnas HAM tidak mempunyai wewenang melakukan penyidikan, hanya melakukan “pemantauan.”

Penyesatan yang dilakukan Komnas HAM dalam laporannya bahwa tragedi KM50 hanya pelanggaran pidana biasa. Sementara hasil temuan yang diperoleh Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Pengawal HRS bahwa tragedi KM50 adalah pelanggaran HAM berat karena dilakukan secara sistimatik.

Selanjutnya, Dr Ahmad Wirawan mengemukakan bahwa penyesatan lain yang dilakukan dalam tragedi KM50, pelapor mengaku sebagai korban. Selain itu, yang menuduh, wajib membuktikan tuduhannya, dan terkahir penegak hukum mengatakan “barang bukti merupakan milik terbunuh, pada hal tidak ada saksi dan alat bukti yang menguatkan bahwa tuduhan tersebut benar dan memiliki kekuatan.

Sementara itu, Marwan batubara mengemukakan bahwa terjadi manipulasi informasi (berkomplot) untuk menutup tragedi KM50.

Tragedi Ketidakadilan

Dalam tanya jawab Habib Muhsin mengemukakan bahwa “saat ini tidak ada kedaulatan rakyat. Kedaulatan ditangan partai politik.

Selain itu, dia menegaskan bahwa keadilan bagaikan mencari jarum di tengah tumpukan jerami.” Sangat sulit dan tidak ada harapan. Satu-satunya harapan kita yang masih tersisa karena masih punya Allah yang bisa menolong bangsa Indonesia. Oleh karena itu, jangan pernah putus ada dan kehilangan harapan.

Walaupun terjadi ketidakadilan terhadap HRS dan suram pengusutan tragedi KM50, tetapi harus sabar dan tabah. Jangan melakukan provokasi dan terprovokasi karena dalam suasana bangsa Indonesia yang amat berat akibat pandemi Covid-19, masyarakat bagaikan ilalang kering yang mudah disulut. Jika tersulut, umat akan dimanfaatkan oleh pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan mengorbankan umat Islam.

Baca Juga

Politik

Kalau Habib Rizieq Syihab (HRS) dihukum karena kerumunan massa, maka siapapun yang melakukan hal serupa seperti yang dilakukan HRS, maka mereka juga harus dihukum...

Opini

Hakim Ketua Khadwanto, SH yang mengadili HRS di Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah vonis Habib Rizieq Shihab dengan hukuman 4 tahun penjara dalam kasus...

Covid-19

Dalam rangka memperingati HUT Jakarta ke-494, The Indonesian Democracy Initiative (TIDI) pada 21 Juni 2021 menyelenggarakan webinar series yang bertema Pindah Ibu Kota Negara.

Politik

HRS telah digolongkan sebagai tokoh oposisi yang sangat berpengaruh karena konsisten dan berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. HRS telah menjadi simbol perjuangan rakyat yang...

Politik

Saya memberanikan menjadi saksi ahli Habib Rizieq dkk karena Pengadilan atau Mahkamah adalah sebuah forum publik yang resmi untuk menyuarakan pentingnya keadilan dan kebenaran...

Opini

Publik tidak bisa disalahkan kalau mengatakan bahwa keadilan sosial dari pengamalan sila kedua Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh...

Covid-19

Ada perbedaan perlakuan yang amat menyolok menikah saat pandemi, antara resepsi perkawinan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah dengan Syarifah Najwa Syihab (Puteri HRS) dan...

Politik

Menjelang ramadhan tiba, para pegiat media sosial sangat ramai yang menyuarakan tuntutan Habib Rizieq Syihab Dibebaskan sehingga banyak dibahas di media sosial.