Connect with us

Kawat dan Kubah masjid emas di Jerusalem - unsplash Cole Keister

Opini

11 September: 20 Tahun Melawan Terorisme, Umat Islam Menjadi Korban

Hari ini 11 September 2021 genap 20 tahun serangan terorisme terhadap World Trade Center New York Amerika Serikat.

Hari ini 11 September 2021 genap 20 tahun serangan terorisme terhadap World Trade Center New York Amerika Serikat.

Serangan 11 September 2001 tersebut telah menimbulkan dampak yang negatif. Pertama, trauma yang mendalam bagi warga Washington karena ribuan orang yang meninggal dunia akibat serangan tersebut

Kedua, timbul dampak negatif yang amat serius terhadap ekonomi Lower di Manhattan, New York serta terjadi krisis ekonomi Amerika Serikat yang menyebabkan timbul masalah besar di dalam negeri dengan melemahnya ekonomi Amerika Serikat.

Ketiga, akibat serangan itu, Menara Kembar runtuh dan menimpa gedung-gedung yang ada di sebelahnya, sehingga merusaknya dan menciptakan kebakaran.

Keempat, penerbangan pesawat banyak ditunda. Banyak pesawat yang sudah lepas landas dipaksa turun. Semua pesawat sipil internasional diterbangkan pulang atau dialihkan ke bandara-bandara di Kanada atau Meksiko, dan semua penerbangan internasional dilarang mendarat di Amerika Serikat selama tiga hari.

Kelima, rakyat Amerika Serikat merasa amat takut terhadap teroris dan dampak dari aksi teroris.

Keenam, hilangnya kepercayaan warga Amerika Serikat kepada pemerintah terkait sistem keamanan nasional.

Mengejar Osama Bin Laden

Tindakan pembajakan dua pesawat American Airlines yang kemudian ditabrakkan ke World Trade Center, New York, Amerika Serikat telah mendorong Amerika Serikat untuk melancarkan perang terhadap terorisme di seluruh dunia.

Akibatnya Amerika Serikat melancarkan invasi terhadap Afganistan untuk mengejar Osama Bin Laden, pemimpin Al-Qaeda yang dituduh sebagai dalang dari serangan maut terhadap dua menara kembar di New York.

Pada mulanya Amerika Serikat minta kepada Taliban yang menjadi penguasa di Afganistan untuk menyerahkan Osama Bin Laden kepada pemerintah Amerika Serikat, tetapi Taliban menolak.

Akibatnya, Amerika Serikat melakukan invasi ke Afagnistan untuk mengejar Osama Bin Laden. Dua bulan setelah invasi Amerika Serikat ke Afganistan, berhasil menggusur pemerintahan Taliban. Akan tetapi, 10 tahun setelah Amerika Serikat di Afganistan, Osama Bin Laden baru ditemukan di Pakistan, pada 1 Mei 2011 dan dibunuh dalam serangan dikediaman tempat persembunyiannya.

Setelah pemimpin Al-Qaeda itu ditaklukkan, Negeri Paman Sam masih melanjutkan invasinya di Afghanistan.

Perjanjian Damai

Amerika Serikat dibawah Presiden Donald Trump, pada Februari 2020, telah menanda-tangani perjanjian ‘Menuju Perdamaian’ dengan Taliban di Qatar. Dalam perjanjian itu, Amerika Serikat sepakat menarik seluruh pasukan dari Afghanistan dan Taliban menjamin tidak akan menjadikan negara itu sebagai sarang kelompok teroris.

Pada November 2020, pemerintahan Trump mulai mengumumkan penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afganistan sebanyak 2.500 pasukan pada pertengahan Januari 2021.

Setelah Joe Biden terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat menggantikan Donald Trump, perjanjian penarikan pasukan Amerika Serikat di Afganistan terus dilanjutkan.

Penerus Trump, Presiden Joe Biden, meminta perpanjangan waktu penarikan pasukan AS dari Afghanistan yang semula ditetapkan Mei 2021. Biden menegaskan AS akan menarik seluruh pasukannya dari negara Asia Selatan itu hingga Agustus 2021 terlepas hasil negosiasi perdamaian intra-Afghanistan.

Sejak pasukan Amerika Serikat mulai ditarik pulang pada Mei lalu, para pejuang Taliban mulai menunjukkan taringnya dengan merebut ratusan distrik dari pasukan pemerintah Afganistan.

Pada Jum’at, 6 Agustus 2021, pejuang Taliban menaklukkan provinsi pertama kota Zaranj, ibukota Provinsi Nimroz. Saat itu, komandan Taliban mengatakan bahwa penaklukkan kota Zaranj akan segera dilanjutkan dengan penaklukkan berbagai provinsi dari 34 provinsi di Afganistan.

Sejak itu, satu demi satu provinsi di Afganistan jatuh ke tangan Taliban. Puncak penalukkan Taliban terhadap Afganistan terjadi pada 15 Agustus 2021, Taliban masuk ke ibukota Kabul secara damai dari berbagai penjuru. Saat itu, Presiden Ashraf Ghani melarikan diri ke luar negeri.

Umat Islam Jadi Korban

Kampanye Amerika Serikat melawan terorisme di seluruh dunia, yang pertama dan utama menjadi korban adalah umat Islam.

Mereka yang korban tidak hanya di Afganistan, tetapi juga di Irak, Libya, dan bernegara yang mayoritas Muslim karena siapa saja yang melawan pemerintah dikategorikan sebagai teroris.

Oliver Stone dalam wawancara dengan Presiden Putin memberi pertanyaan dalam suatu pembicaraan tentang muslim kepada Vladimir Putin.

“Di Rusia banyak kaum muslim, bagaimana pemerintah mengawasi orang muslim di Rusia?” Tanya Oliver Stone.

Menanggapi pertanyaan, Vladimir Putin menjawab sekaligus berbalik tanya ” mengapa umat muslim diawasi?”

Vladimir putin melanjutkan,” Rakyat Rusia banyak yang muslim, di Moskow saja ada 15 persen orang muslim, tidak pernah ada masalah” kata Putin.

Vladimir Putin memberikan penjelasan lebih lanjut, Putin mengatakan jika Rusia tidak menganggap orang muslim salah, yang menganggap salah hanya anggapan politik Amerika Serikat dan sekutunya

Pemerintah di berbagai negara di dunia, yang mayoritas penduduknya Muslim atau yang minoritas, umat Islam dijadikan “musuh.” Banyak negara yang mendirikan badan resmi untuk melakukan pengawasan terhadap umat Islam yang bukan pendukung pemerimntah.

Banyak rakyat jelata yang mengamalkan agamanya dengan baik, tetapi kritis terhadap pemerintah yang tidak berlaku adil, tidak jarang disebut teroris. Mereka ditangkap dan dipenjara. Walaupun mereka diadili, tetapi tidak ada satupun media yang memberitakan, sehingga tidak ada yang tahu, apakah mereka itu benar-benar teroris atau hanya diteroriskan.

Oleh karena itu, perang melawan teror yang masih berlangsung sampai saat ini, telah menimbulkan korban bagi umat Islam, sebab dimanfaatkan oleh mereka yang berkuasa untuk “menindas” umat Islam dengan menyebut mereka teroris kalau kritis dengan penguasa.

Baca Juga

Opini

Kesalahan terbesar sebagian umat Islam karena menolak sistem politik yang ada dan bahkan menawarkan sistem politik yang dianggap berlawanan dengan sistem demokrasi yang ada,...

Opini

Sekarang ini sangat ramai dan heboh perbincangan di media sosial tentang rencana memberi nama jalan Kemal Ataturk di Menteng Jakarta.

Opini

Irjen Napoleon telah menulis surat terbuka dan telah dipublikasikan secara luas media sosial. Salah satu bagian dari tulisannya bahwa ia bertanggung jawab terhadap penganiyaan...

Opini

Saya apresiasi Indonesia, Amerika Serikat dan berbagai negara di dunia yang bersedia membantu rakyat Afghanistan.

Opini

Ribuan orang turun ke jalan memprotes pembunuhan secara brutal 4 orang dari keluarga Muslim Afzaal di kota London Ontario Kanada karena Islamofobia.

Opini

Presiden Turki Erdogan merupakan pemimpin di dunia Islam yang amat populer. Mayoritas rakyat Turki sangat mencintai dan menghormatinya, tetapi kaum sekuler sangat membencinya. Erdogan...

Politik

Demo besar dukung Palestina terjadi di Amerika Serikat untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina. Demo terjadi di seluruh kota di Amerika Serikat seperti di New...

Politik

Telah muncul kekuatan baru di Timur Tengah dan di dunia. Selain Amerika Serikat, telah muncul kekuatan baru di Timur Tengah seperti Rusia, China, Iran...