Connect with us

Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta (12/9/2021) - IG

Covid-19

Sangat Prihatin Seribu Lebih WNA & WNI Positif Covid-19 Masuk Indonesia

Beberapa media memberitakan dengan judul Seribu Lebih Orang Positif Covid-19 Tiba di RI, terbanyak dari Arab Saudi. Berita tersebut sangat memprihatinkan karena Indonesia belum bisa dikatakan aman dari Covid-19.

Pada Jumat, 10 September 2021 beberapa media memberitakan dengan judul Seribu Lebih Orang Positif Covid-19 Tiba di RI, terbanyak dari Arab Saudi.

Berita tersebut sangat memprihatinkan karena Indonesia belum bisa dikatakan aman dari Covid-19, karena sampai saat ini masih Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 3 & 4 di berbagai daerah serta 3 M yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak masih diberlakukan bahkan 5 M.

Dengan demikian, Covid-19 belum aman di Indonesia, masih berpotensi naik jika pencegahan masuknya WNA dan WNI di Indonesia tidak diberlakukan.

Pengalaman di masa lalu menunjukkan bahwa masuknya varian baru Covid-19 seiring dengan masuk WNA ke Indonesia.

Kita amat prihatin masuknya pelaku perjalanan Internasional ke Indonesia yang terdeteksi positif Covid-19.

Untuk melarang masuknya Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI), nampaknya pemerintah tidak mengambil kebijakan seperti itu.

Akan tetapi, bukan berarti kita longgarkan masuk WNA dan WNI dari luar negeri ke Indonesia tanpa pengawasan yang ketat. Kalau kita melakukannya tanpa pengawasan yang ketat, maka potensi masuknya dan tersebarnya varian baru Covid-19 sangat besar.

Oleh karena itu, pemerintah harus mencegah masuknya varian baru Covid-19 ke Indonesia. Caranya, menguatkan pengawasan di pintu masuk perjalanan internasional.

Kita amat prihatin laporan Kementerian Kesehatan RI yang melaporkan sepanjang bulan Agusutus 2021 ada 4,5 persen pelaku perjalanan internasional yang terdeteksi positif COVID-19 dari total 36.722 orang.

Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menyebut para pelaku perjalanan diketahui sudah mengantongi hasil tes negatif dari negara asalnya, namun kemudian terdeteksi positif saat menjalani pemeriksaan atau karantina di Indonesia.

Lima negara dengan kasus pelaku perjalanan positif Covid-19 yang tertinggi adalah Arab Saudi (15%), Malaysia (8%), Uni Emirat Arab (8%), Korea Selatan (2%), dan Jepang (2%).

Sementara untuk periode awal September 2021, negara dengan kasus pelaku perjalanan positif yang tertinggi adalah Arab Saudi (7%), Malaysia (7%), Turki (3%), Uni Emirat Arab (2%), dan Singapura (2%).

“Mereka yang datang dinyatakan positif setelah dilakukan pemeriksaan kembali di pintu masuk Indonesia. Meski kita ketahui hasil tes dari negara kedatangannya sebelum berangkat dinyatakan negatif,” kata Nadia dalam konferensi pers daring Kementerian Kesehatan, Jumat (10/9/2021).

“Untuk diketahui pelaku perjalanan dari asal negara kedatangan ini bukan berarti mereka warga negara asli negara tersebut. Pelaku perjalanan bisa saja warga negara asing yang masuk ke Indonesia dari negara yang disebutkan tadi, atau bahkan warga negara Indonesia yang pulang dari negara asal kedatangan tersebut,” lanjutnya.

Belum Mendapat Vaksinasi

Sebanyak 65 persen pelaku perjalanan internasional yang terdeteksi positif Covid-19 diketahui belum mendapat vaksinasi Covid-19. Nadia mengimbau agar siapa saja yang akan bepergian hendaknya sudah melakukan vaksinasi terlebih dahulu.

“Pemerintah mengimbau agar orang yang akan masuk ke Indonesia dari luar negeri, baik WNA maupun WNI, agar divaksinasi terlebih dahulu di negara asal kedatangan,” pungkasnya.

Untuk mencegah membanjirnya WNA dan WNI dari luar negeri ke Indonesia belum di vaksinasi, maka sebaiknya pemerintah Indonesia melalui kementerian Kesehatan RI dan pejabat yang berwenang di bandara seluruh Indonesia supaya mewajibkan airlines yang akan membawa seluruh penumpang tujuan Indonesia, sudah vaksinasi.

Dengan demikian, tidak hanya warga negara Indonesia (WNI) di dalam negeri yang diuber-uber dan “dipaksa” untuk divaksinasi, tetapi juga WNA dan WNI dari luar negeri yang ke Indonesia.

Tingkatkan Pengawasan

Pemerintah dan seluruh bangsa Indonesia telah berjuang keras untuk melawan pandemi Covid-19.

Untuk menyukseskan perjuangan melawan Covid-19, banyak sekali pengorbanan yang sudah dilakukan misalnya memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), PSBB Transisi, PSBB Mikro, dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 1-4 yang berakibat runtuhnya ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), meningkatnya pengangguran dan kemiskinan, serta yang paling menyedihkan banyak putera (i) Indonesia yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Pengorbanan pemerintah dan bangsa Indonesia yang sangat besar dalam melawan Covid-19, amat menyedihkan jika WNA dan WNI bebas masuk ke Indonesia tidak disertai pengawasan yang amat ketat, sehingga menimbulkan penyebaran varian baru Covid-19 yang banyak terjadi di luar negeri.

Semoga tulisan ini menjadi pengingat dan pendorong untuk mewujudkan pengawasan yang amat ketat terhadap WNA yang membanjiri Indonesia, agar bangsa Indonesia selamat dari varian baru Covid-19.

Baca Juga