Saya apresiasi Indonesia, Amerika Serikat dan berbagai negara di dunia yang bersedia membantu rakyat Afghanistan yang mengalami kesulitan luar biasa akibat kekeringan, peperangan selama 20 tahun dan pergantian kekuasaan di Afghanistan.
Berbagai media memberitakan bahwa Kongres Amerika Serikat (AS) kemungkinan membiayai PBB dan badan-badan lain untuk memberi bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan, namun bantuan yang akan diberikan tidak melalui pemerintah baru Afghanistan.
Sebagaimana diketahui, PBB telah menyelenggarakan konferensi internasional untuk menggalang dana guna membantu sekitar 11 juta rakyat Afghanistan yang mengalami kesulitan akibat kekeringan dan dampak dari perang selama 20 tahun serta peralihan kekuasaan dari rezim yang didukung Amerika Serikat kepada rezim baru yang dipimpin Taliban.
Dikutip dari kantor berita Reuters, dana bantuan itu akan digunakan untuk membantu warga Afghanistan mendapatkan makanan dan layanan kesehatan yang diperlukan. #TempoDunia https://t.co/u6YkyadCL3
— TEMPO.CO (@tempodotco) September 14, 2021
Bantuan ke Rakyat Afghanistan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) membutuhkan dana US$ 606 juta atau sekitar Rp 8,5 triliun untuk membantu 11 juta rakyat Afghanistan.
Kita harapkan Amerika memberikan bantuan dana kepada rakyat Afghanistan dalam jumlah yang cukup besar. Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat sejak melakukan invasi ke Afghanistan tahun 2001, telah menjadi salah satu penyumbang terbesar Afghanistan.
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mati-matian membela kebijakan penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan yang dianggap sebagai pemicu pengambilalihan oleh Taliban #TempoDunia https://t.co/daYScIeCKL
— TEMPO.CO (@tempodotco) September 14, 2021
Tidak ada bukti penundaan penarikan pasukan AS membuat pemerintah Afghanistan kuat. https://t.co/zTHhwSSAf4
— Republika.co.id (@republikaonline) September 14, 2021
Mereka memberikan dana sekitar 130 miliar dolar AS (Rp 1.852,7 triliun) untuk keamanan, pemerintahan, pembangunan, dan bantuan kemanusiaan.
Para asisten anggota kongres dari Partai Demokrat (Partainya Presiden Joe Biden) mengatakan, para legislator hampir pasti akan memberi bantuan kemanusiaan kepada pengungsi dan warga Afghanistan yang terlantar, namun tidak kepada pemerintahnya, setidaknya untuk saat ini.
Selain Amerika Serikat yang bersedia membantu rakyat Afghanistan, Indonesia melalui Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengemukakan untuk membantu rakyat Afghanistan sebesar US$ 3 juta (Rp 42,77 milyar), Jerman melalui Menlunysa Heiko Maas telah menyampaikan kesediaan negaranya untuk membantu rakyat Afghanistan sebesar US$ 100 juta.
Di Forum PBB, Indonesia Serukan Keselamatan Rakyat Afghanistan https://t.co/1W7qLZFNT0 pic.twitter.com/eK0AJWJwmC
— BeritaSatu (@Beritasatu) September 14, 2021
Demikian pula China bersedia membantu Afghanistan sebesar US$ 31 juta atau setara (442,12 milyar). Tak terkecuali Inggris telah menyampaikan kesediaan untuk meningkatkan bantuan kepada rakyat Afghanistan. Demikian pula IFRC atau Bulan Sabit Internasional akan menggelontorkan dana ke rakyat Afghanistan sebesar 36 juta Franc setara (Rp 561, 6 milyar).
Selain itu, Qatar telah mengirim bantuan pangan kepada rakyat Afghanistan, begitu pula Pakistan, juga Turki dan Rusia telah menyampaikan, akan ambil bagian untuk membantu rakyat Afghanistan.
Disamping itu, badan-badan internasional seperti Program Pangan Dunia (WFP), Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) memerlukan dana, para anggota menginginkan persyaratan yang ketat tentang bagaimana dana itu dihabiskan.”
Turki dan Qatar membahas kondisi kemanusiaan, keamanan, dan politik di Afghanistan https://t.co/Yiirz0EMkZ
— Republika.co.id (@republikaonline) September 14, 2021
Masa Depan Afghanistan
Sebagai negara yang baru dilanda perang selama 20 tahun, sangat wajar kalau rakyat Afghanistan memiliki banyak persoalan terutama masalah sosial dan ekonomi.
Masalah sosial yang cukup berat dihadapi pemerintah Afghanistan antara lain masalah pengungsi.
1) Pengungsi yang terjadi selama 20 tahun peperangan. Jutaan warga Afghanistan yang mengungsi di Pakistan, Iran dan negara-negara lain. Pengungsi seperti ini penting dibantu jika ingin kembali ke nagara mereka (Afghanistan) seperti mereka yang mengungsi di Pakistan, Iran, Indonesia dan sebagainya.
2) Pengungsi yang terjadi menjelang mundurnya tentara Amerika dan NATO dari Afghanistan sesuai perjanjian antara Amerika dan Taliban di Doha, Qatar. Ini banyak dilakukan rakyat Afghanistan untuk menghindari korban akibat perang antara Taliban dengan tentara Afghanistan dalam merebut berbagai provinsi di Afghanistan. Kprena pengungsi-pengungsi ini, sangat memerlukan bantuan pangan.
3) Pengungsi pasca Taliban menaklukkan Kabul, 15 Agustus 2021. Mereka yang mengungsi pasca penaklukkan Kabul, ibukota Afghanistan tidak terlalu menjadi masalah karena mereka dari kalangan menengah ke atas, yang selama 20 tahun menikmati kekuasaan Amerika dan NATO di Afghanistan. Mereka sangat takut, mendapat pembalasan dendam dari pejuang Taliban, walaupun pejabat Taliban sudah mengeluarkan pernyataan tentang Amnesti Umum seluruh rakyat Afghanistan yang pernah bekerja sama Amerika dan NATO.
Selain itu, masalah berat yang dihadapi pemerintah Afghanistan ialah masalah kemiskinan, pengangguran dan sebagainya.
Taliban mengklarifikasi bahwa mereka tidak melarang perempuan Afghanistan untuk belajar ataupun bekerja. #TempoDunia https://t.co/HmW3fxLPah
— TEMPO.CO (@tempodotco) September 14, 2021
Bagaimana masa depan Afghanistan ditangan Taliban? Menurut saya, jika pemerintahan Taliban bisa ciptakan stabilitas keamanan, sosial dan politik, maka negara ini memiliki masa depan yang gemilang.
Pertama, Afghanistan memiliki sumber daya alam yang amat kaya. Jika kondisi keamanan bisa diwujudkan, maka banyak negara atau perusahaan besar yang mau investasi untuk mengeksplorasi kekayaan alam Afghanistan.
Kedua, para pemimpin pemerintahan Afghanistan saat ini adalah para pejuang. Mereka harus bekerja keras agar sukses menjalankan pemerintahan yang baik.
Ketiga, dunia internasional selalu mengawal jalannya pemerintahan Taliban. Oleh karena itu, mereka harus bekerja keras menjalankan pemerintah dengan baik agar sukses membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Afghanistan.
Sumber foto:
Walking on the Streets of Kabul City | Karte Char Bazaar | Afghanistan 14 September 2021

Musni Umar adalah Sosiolog dan Warga DKI Jakarta.
