Connect with us

Bus listrik Transjakarta jalur BlokM Balai Kota (18/9/2021) - IG danang_ikhwan #transjakarta

DKI Jakarta

Covid-19 di Jakarta: Protokol Wajib Vaksinasi Masuk Mal dan Transjakarta

Pertama kita bersyukur kepada Allah karena pandemi Covid-19 di DKI Jakarta dapat dikatakan sudah terkendali. Walaupun begitu, warga DKI Jakarta harus waspada dan ekstra hati-hati untuk mencegah meningkatnya kembali covid-19 di DKI Jakarta.

Pertama kita bersyukur kepada Allah karena pandemi Covid-19 di DKI Jakarta dapat dikatakan sudah terkendali. Walaupun begitu, warga DKI Jakarta harus waspada dan ekstra hati-hati untuk mencegah meningkatnya kembali Covid-19 di DKI Jakarta.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI bahwa sebaran kasus corona atau Covid-19, Jumat (17/9/2021): Jatim tertinggi dengan 427 kasus. DKI Jakarta urutan ke-7. Ini rinciannya.

– Jawa Timur 427
– Jawa Barat 328
– Jawa Tengah 265
– Sumatera Utara 254
– Kalimantan Utara233
– Bali 218
– DKI Jakarta 206
– NTT 152
– Aceh 161
– DI Yogyakarta 131

Dengan demikian, dapat diinformasikan ke publik bahwa Covid-19 di DKI Jakarta sudah bisa dikendalikan dan tren penurunan Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia semakin menggembirakan.

Akan tetapi, harus tetap waspada dan terus meningkatkan kesiap-siagaan dan kedisiplinan terhadap Covid-19 varian baru, agar tidak kembali menyerang bangsa Indonesia. Apalagi ditemukan ribuan orang ditolak saat hendak memasuki pusat perbelanjaan termasuk mall akibat terdeteksi positif Covid-19 melalui aplikasi PeduliLindungi.

Protokol Wajib Vaksinasi Masuk Mal

Warga Jakarta jika tidak terlalu perlu untuk sementara waktu menangguhkan ke mall, jika kurang sehat atau ada gejala tidak sehat. Sebaiknya tetap di rumah (Stay At Home). Hal ini sangat penting karena di berbagai mall telah dipasang alat untuk mendeteksi setiap pengunjung yang terinfeksi Covid-19 karena ada notifikasi warna hitam saat memindai kode QR di pintu masuk mall.

Semua keperluan, dapat dipesan melalui smart phone. Pesanan akan datang secara cepat ke rumah, sehingga untuk sementara waktu lebih baik stay at home, tidak keluyuran ke mall atau tempat yang banyak kerumunan massa, karena Covid-19 belum berakhir. Sewaktu-waktu bisa menyerang setiap orang dan menjalar ke orang lain jika tidak disiplin memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Kondisi ini tentu membahayakan keselamatan orang lain, khususnya kelompok masyarakat yang rentan.

Oleh karena itu, orang merasa ada gejala tidak enak badan, mungkin batuk, sakit kerongkongan, panas badan, sebaiknya tetap tinggal di rumah. Ini sangat penting dalam upaya memastikan bahwa mereka boleh bebas berkeliaran di tempat-tempat umum, benar-benar sehat, karena itu kita apresiasi adanya aplikasi pedulilindungi di berbagai mall, sehingga yang boleh masuk ke mall adalah mereka yang sudah vaksin, sehat dari Covid-19, tidak merepotkan dan tidak membahayakan masyarakat umum lainnya.

Satu hal yang patut diapresiasi bahwa di DKI Jakarta sudah diberlakukan bahwa semua pusat perbelanjaan diberlakukan 2 protokol Covid-19 yaitu protokol kesehatan dan protokol wajib vaksinasi. Keduanya bertujuan untuk memastikan bahwa semua orang yang berada di pusat perbelanjaan dalam keadaan sehat.

Ayo Gunakan Transjakarta

Jakarta telah diberlakukan status PPKM level-3, seiring berkurangnya kasus -19 di Ibu Kota. Dengan menurunnya status PPKM di Jakarta, sejumlah aturan terkait mobilitas masyarakat juga diperlonggar.

Jika sebelumnya kapasitas penumpang transportasi umum hanya boleh maksimal 50 persen, kini kapasitas naik menjadi 70 persen.

Kemudian, sertifikat vaksin Covid-19 masih jadi syarat transportasi umum di Jakarta.

Penumpang Transjakarta tidak perlu lagi menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP). Calon penumpang hanya perlu menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19, baik dosis pertama maupun dosis kedua.

Sama halnya seperti Transjakarta, PT MRT Jakarta juga mewajibkan penumpang menunjukkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama.

“Pengguna MRT Jakarta wajib menunjukkan bukti vaksin Covid-19 (minimal vaksinasi dosis pertama). Bukti yang ditunjukkan dapat berbentuk cetak maupun digital yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang atau melalui aplikasi JAKI atau aplikasi PeduliLindungi.”

Sehubungan dengan penurunan status PPKM level-3 di DKI Jakarta, yang berarti kapasitas naik Transjakarta menjadi 70 persen, maka saya himbau warga DKI Jakarta kembali menggunakan kendaraan umum seperti Transjakarta.

Selain itu, sejak beberapa waktu lalu telah diberlakukan kembali ganjil genap bagi setiap kendaraan pribadi. Oleh karena itu, sebaiknya jika mau berurusan keluar rumah atau ke kantor, menggunakan Transjakarta. Bus Transjakarta bersih, bebas Covid-19, aman dalam perjalanan, murah, dan insya Allah bebas dari pencuri/pencopet.

Untuk memastikan bebas Covid-19, setiap calon penumpang Transjakarta, wajib memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Baca Juga

DKI Jakarta

Meningkatnya aktivitas warga DKI Jakarta di luar rumah, otomatis akan memberi dampak positif bagi peningkatan jumlah penumpang Transjakarta.

DKI Jakarta

Jakarta dibangun dengan kolaborasi semua pihak termasuk Transjakarta. Transjakarta melayani warga sebagai moda transportasi massal yang maju dan modern di ibukota negara Republik Indonesia.

DKI Jakarta

Bank memiliki peran yang sangat penting dan strategis di dalam menopang pembangunan ekonomi nasional.

DKI Jakarta

Warga DKI Jakarta patut bersyukur kepada Allah karena berkat kolaborasi, pandemi Covid-19 dapat dikendalikan, sehingga pelonggaran aktivitas masyarakat diberlakukan. Terjadi peningkatan penggunaan Transjakarta dan...

DKI Jakarta

Dalam negara yang multi kultural, multi etnis, dan agama, apalagi dalam negara demokrasi, sangat wajar kalau kubu yang berbeda. Di dalam perbedaan, pasti banyak...

DKI Jakarta

Kebon Sirih tempat berkantornya anggota DPRD DKI Jakarta dibanjiri karangan bunga untuk dukungan interpelasi dari PDIP-PSI terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

DKI Jakarta

Pertama kita panjatkan puji syukur kepada Allah karena pandemi Covid-19 di Indonesia semakin hari semakin bisa dikendalikan. Begitu pula Covid-19 di Jakarta.

DKI Jakarta

Suhu politik di DKI Jakarta, Ibukota negara Republik Indonesia memanas, setelah 2 Fraksi secara resmi mengajukan interpelasi kepada Gubernur Anies Baswedan menyangkut Formula E.