Connect with us

Inspektur Jenderal Polisi Napoleon Bonaparte di ruang sidang - youtube iNewsSore

Opini

Irjen Napoleon Aniaya M. Kece Karena menghina Allah SWT, Rasulullah SAW & Islam: Ini Kasus Penistaan Agama atau Islamophobia?

Irjen Napoleon telah menulis surat terbuka dan telah dipublikasikan secara luas media sosial. Salah satu bagian dari tulisannya bahwa ia bertanggung jawab terhadap penganiyaan M. Kece.

Setiap penganut agama selalu meyakini bahwa agamanyalah yang paling benar. Keyakinan semacam itu sah dan tidak perlu dipermasalahkan. Yang justeru dipermasalahkan kalau ada yang mengatakan bahwa semua agama sama di mata Tuhan.

Pandangan semacam itu salah. Setidaknya ada tiga alasannya
Pertama, dari mana tahu bahwa Tuhan memandang semua agama sama disisinya? Saya yakin pandangan semacam itu, tidak ada dasarnya secara teologi dan rasional.

Kedua, menyalahi keyakinan seluruh penganut agama bahwa hanya agamanya yang paling benar dan diterima oleh Tuhan.

Ketiga, kalau berpandangan bahwa semua agama sama di mata Tuhan, maka penganut agama setiap saat bisa pindah ke agama lain. Pandangan semacam itu, saya duga sebagai skenario baru supaya penganut agama tidak usah fanatik pada agama yang dianut. Ini bertentangan dengan ajaran agama yang mengajarkan bahwa penganut agama harus memegang teguh ajaran agama yang dianut.

Ketiga, ajaran agama mengajarkan bahwa setiap umat beragama harus fanatik terhadap agamanya. Akan tetapi fanatik terhadap agama sendiri, tidak usah diumbar keluar dengan menjelekkan agama lain.

Kasus Penistaan Agama atau Islamophobia?

Irjen Napoleon telah menulis surat terbuka dan telah dipublikasikan secara luas media sosial. Salah satu bagian dari tulisannya bahwa ia bertanggung jawab terhadap penganiyaan M. Kece. Atas pengakuan tersebut, polisi telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Inspektur Jenderal Polisi Napoleon Bonaparte hari ini” Selasa 21/9/2021).

Kronologi Penganiayaan M. Kece oleh Irjen Napoleon di Rutan Bareskrim Polri. Andi belum banyak merinci terkait pemeriksaan tersebut. Sejauh ini memang sudah ada beberapa saksi yang diperiksa, termasuk M. Kece selaku korban dan pelapor.

Irjen Napoleon menjadi terlapor dalam perkara penganiayaan yang dilaporkan oleh Muhammad Kosman alias Muhammad Kece ke Bareskrim Polri pada tanggal 26 Agustus 2021. Perkara penganiayaan ini telah ditindaklanjuti oleh Bareskrim Polri, dan sudah tahap penyidikan.

Surat Terbuka Irjen Napoleon

Irjen Napoleon dalam surat terbuka yang dimuat secara luas di media sosial menyatakan siap mempertanggungjawabkan penganiayaan yang dilakukannya terhadap Muhammad Kece di Rutan Negara cabang Bareskrim Polri. Dia mengaku menganiaya Muhammad Kece lantaran karena dinilai telah menghina Islam lewat konten-kontennya.

“saya akan mempertanggung- jawabkan semua tindakan saya terhadap Kece. Apapun resikonya,” kata Napoleon dalam surat terbuka yang dibenarkan kuasa hukumnya, Putri Maya Rumanti saat dihubungi, Minggu (19/9/2021).

Napoleon menyebut, dia dibesarkan oleh keluarga muslim yang taat dengan aturan Islam. Baginya, Muhammad Kece telah melakukan penghinaan terhadap agamanya, sehingga penganiayaan pun terjadi.

“Selain itu, perbuatan Kece dan beberapa orang tertentu telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia,” jelas Napoleon.

Kemarahan Umat Islam

Berbagai pernyataan yang dikemukakan M. Kece yang dimuat di Youtube, telah memancing kemarahan umat Islam. Akan tetapi, mereka tidak berdemonstrasi untuk meminta pertanggungjawaban seperti yang pernah dilakukan terhadap Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang berakibat fatal karena harus berurusan dengan aparat.

Adapun pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa penganiayaan terhadap M. Kece antara lain:

Pertama, masyarakat luas dari semua elemen masyarakat harus menjauhi pernyataan yang menistakan agama lain.

Kedua, siapapun dan apapun kedudukan yang bersangkutan, tidak boleh melakukan penistaan agama yang dianut agama lain.

Ketiga, konsekuensi logis dari para penghina agama lain, terancam untuk dihakimi oleh masyarakat luas seperti yang dialami M. Kece. Masyarakat luas karena masih dalam keadaan covid-19 dilarang untuk berdemonstrasi, maka tidak ada yang berdemonstrasi seperti yang dialami Ahok. Akan tetapi kemarahan umat luar biasa karena tidak rela dihina Allah, Tuhannya, Nabi Muhammad dan agama Islam yang dianut mayoritas Umat Islam.

Rupanya kemarahan umat Islam terhadap M. Kece dilampiaskan oleh Irjen Napoleon yang dibantu beberapa tahanan di Bareskrim Polri, sehingga M. Kece lebam diwajahnya.

Peristiwa tersebut wajib menjadi pelajaran agar siapapun dan dalam keadaan apapun tidak boleh menista agama lain. Apapun motifnya, tidak boleh menista agama lain karena resikonya, masyarakat yang merasa dihina agamanya bisa melakukan apapun untuk melampiaskan kemarahannya terhadap yang menghina agamanya seperti yang dialami Kece.

Baca Juga

Opini

Hari ini 11 September 2021 genap 20 tahun serangan terorisme terhadap World Trade Center New York Amerika Serikat.

Opini

Ribuan orang turun ke jalan memprotes pembunuhan secara brutal 4 orang dari keluarga Muslim Afzaal di kota London Ontario Kanada karena Islamofobia.

Politik

Demo besar dukung Palestina terjadi di Amerika Serikat untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina. Demo terjadi di seluruh kota di Amerika Serikat seperti di New...

Politik

Telah muncul kekuatan baru di Timur Tengah dan di dunia. Selain Amerika Serikat, telah muncul kekuatan baru di Timur Tengah seperti Rusia, China, Iran...

Politik

Kita mengecam dan mengutuk keras serbuan tentara Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa. Telah diberitakan bahwa dalam bentrokan sejak jumat, jumlah korban saat ini mencapai...

Ramadan 1442H

Islam mengajarkan pentingnya damai. Islam berasal dari kata aslama yuslimu islaaman yang berarti taat, tunduk, patuh, pasrah, berserah diri kepada Allah. Menurut etimologi, kata...

Opini

Perbuatan radikal dan teror harus diakhiri dalam melawan ketidakadilan karena tidak akan pernah menang.

Opini

Indonesia adalah Daarul Amni (negeri yang aman) bukan Daarul Harbi (negeri yang sedang perang), maka siapapun dan apapun motif bom bunuh diri di depan...