Connect with us

Ngopi di Twin House Blok M, Jakarta - unsplash novantino

DKI Jakarta

Optimis Ekonomi DKI Jakarta Kembali Bangkit Dengan Pertumbuhan Yang Tinggi

Sebagai sosiolog, saya amat bergembira menyaksikan mulai bangkitnya kembali ekonomi DKI Jakarta setelah terpuruk akibat hantaman Covid-19.

Sebagai sosiolog, saya amat bergembira menyaksikan mulai bangkitnya kembali ekonomi DKI Jakarta setelah terpuruk akibat hantaman Covid-19, yang terpaksa pemerintah memberlakukan berbagai instrumen untuk membatasi pergerakan masyarakat.

Setelah Covid-19 di DKI Jakarta bisa dikendalikan, pergerakan masyarakat mulai dilonggarkan, ekonomi mulai bangkit kembali.

Adapun indikator ekonomi mulai bangkit kembali di DKI Jakarta antara lain, pertama, mobilitas kendaraan di DKI Jakarta mulai ramai setiap hari. Walaupun diberlakukan ganjil genap di jalan Jenderal Sudirman, jalan MH Thamrin dan jalan Rasuna Said bagi setiap kendaraan roda empat, namun mobilitas masyarakat nampak mulai ramai kembali.

Kedua, transportasi massal seperti Transjakarta dan MRT, saya perhatikan mulai ramai yang menggunakannya, walaupun masih jauh dari kondisi normal sebelum Covid-19 menyerang Jakarta dan Indonesia.

Ketiga, pusat perbelanjaan seperti Astha Mall – SCBD, Pondok Indah Mall, sudah ramai dikunjungi masyarakat, sekalipun diberlakukan Pedulilindungi, yang mengakibatkan ada warga yang terpaksa ditolak masuk mall karena terindikasi reaktif Covid-19, serta ada warga yang gagap belum mahir menggunakan aplikasi pedulilindungi, tetapi security mall sangat sigap memandu warga yang mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi pedulilindungi.

Keempat, restoran di berbagai tempat di Jakarta Selatan, Jakarta pusat, Jakarta Timur dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat, nampak semakin ramai yang makan siang dan malam.

Kelima, warga yang berbelanja melalui Online semakin ramai. Dampaknya gojek yang mengambil dan menghantar barang kepada pembeli mendapat rezeki yang lumayan dengan ramainya pembeli, yang berdampak berputarnya ekonomi di masyarakat bawah.

Tetap Waspada Covid

Walaupun Covid-19 di DKI Jakarta sudah bisa dikendalikan, tetapi seluruh warga DKI Jakarta harus terus waspada dengan tetap disiplin menggunakan 3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Sebagai gambaran, pada 24 September 2021 kasus Covid di DKI sebanyak 181, sementara secara nasional 2.557 kasus Covid di Indonesia pada Jumat (24/9/2021).

– Jawa Tengah: 286 kasus
– Jawa Timur: 219 kasus
– Jawa barat: 217 kasus
– DKI Jakarta: 181 kasus
– Sumut : 157 kasus
– Kaltim: 141 kasus
– Bali: 117 kasus
– Riau: 87 kasus
– Aceh: 85 kasus
– Yogyakarta: 85 kasus
– Sulsel: 83 kasus
– NTT: 72 kasus
– Sulteng:70 kasus
– Sumbar: 68 kasus
– Banten: 68 kasus
– Kalbar: 68 kasus
– Kalsel: 62 kasus
– Bangka Belitung: 51 kasus
– Kalteng: 50 kasus
– lampung: 40 kasus
– Sulawesi Utara: 43 kasus
– Papua: 39 kasus
– Sumatera Selatan: 32 kasus
– Jambi: 28 kasus
– Kepulauan Riau: 25 kasus
– NTB: 24 kasus
– Gorontalo: 17 kasus
– Papua Barat: 12 kasus
– Sulbar: 11 kasus
– Bengkulu: 10 kasus
– Maluku: 8 kasus
– Maluku Utara: 3 kasus
– Sulawesi Tenggara: 1 kasus

Dengan demikian kasus baru Covid-19 belum bisa dikatakan sudah aman. Masih berpotensi naik kembali jumlah yang terinfeksi Covid, jika rakyat Indonesia, khususnya warga Jakarta tidak disiplin dalam mengamalkan 3M.

Di samping itu, sangat diharapkan tingkat akurasi laporan Covid-19 dari daerah tidak ada yang dimanipulasi. Sebagai informasi untuk dilakukan cek and recek ada keanehan jumlah kasus baru Covid di tiga provinsi yang sama jumlahnya yaitu:
– Sumbar: 68 kasus
– Banten: 68 kasus
– Kalimantan Barat: 68 kasus

Selain itu, kasus baru Covid-19:
– Aceh: 85 kasus
– Yogyakarta: 85 kasus
Kedua provinsi tersebut juga sama jumlah kasus baru pada (24/9/2021) yaitu 85 kasus.

Sehubungan itu, saya mendesak data yang dilaporkan ke publik, tidak ada yang dimanipulasi, tetapi benar-benar riil sesuai keadaan yang nyata di lapangan. Mengapa kita mempertanyakan, karena pengalaman di masa lalu data dikurangi untuk menyenangkan atasan alias ABS.

Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Menurut saya, yang amat diperlukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta pada era pandemi Covid-19 ialah mendongkrak belanja publik terutama sektor rumah tangga. Untuk itu, diperlukan kenyamanan dan kepastian bahwa berbelanja di pasar atau mall, makan bareng dengan keluarga, berlibur dengan keluarga dan aktivitas lainnya aman dari Covid-19.

Oleh karena itu, pemerintah daerah serta seluruh warga DKI teristimewa pemilik media dan pemain media sosial harus memberitakan yang positif dan membangun optimisme kepada warga DKI Jakarta dan seluruh bangsa Indonesia.

Pertama, memberi keyakinan kepada warga DKI Jakarta pada khususnya bahwa Covid-19 sudah bisa dikendalikan. Dengan demikian, tidak perlu takut keluar rumah untuk berolah raga seperti bersepeda bareng, makan bareng di restoran, asal tetap mengamalkan protokol kesehatan secara ketat.

Kedua, ibu-ibu saatnya tidak takut keluar rumah untuk berbelanja dan makan siang atau maka malam bareng di restoran, libur dengan keluarga, asalkan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Ketiga, semua pusat perbelanjaan diterapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan semua pengunjung mall menggunakan aplikasi pedulilindungi, serta diukur suhu badan, sehingga tidak akan ada warga yang bisa masuk mall yang sedang terpapar Covid-19. Dengan demikian, mall bebas dan aman dari penularan Covid-19.

Keempat, semua moda transportasi massal seperti Transjakarta dan MRT sangat ketat mengamalkan protokol kesehatan. Moda transportasi tersebut mewajibkan semua calon penumpang menggunakan aplikasi pedulilindungi, sehingga tidak akan ada penumpang kedua moda transportasi yang bisa masuk ke dalam kendaraan yang terpapar Covid, sehingga sangat aman menggunakan moda transportasi massal di DKI Jakarta untuk melakukan berbagai macam aktivitas di luar rumah.

Kelima, warga DKI Jakarta yang merasa kurang sehat, sebaiknya tetap di rumah karena bisa berbelanja apapun yang ingin dibeli dengan menggunakan aplikasi untuk membeli barang yang dibutuhkan.

Dengan menumbuhkan keyakinan dan optimisme kepada seluruh warga DKI Jakarta tentang keamanan dan kenyamanan keluar rumah untuk bekerja, berolahraga diluar rumah, berbelanja di pasar dan mall, makan bareng dengan keluarga serta melakukan aktivitas ekonomi.

Pada saat yang sama, untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerintah daerah dan pusat menggelontorkan dana belanja barang dan jasa serta melanjutkan pembangunan pisik. Dengan begitu, maka DKI Jakarta yang amat bergantung ekonominya dari sektor jasa, insya Allah akan tumbuh kembali ekonominya dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Baca Juga

DKI Jakarta

DKI Jakarta sebagai kota jasa, sumber penerimaan yang amat signifikan adalah dari sektor jasa. Salah satu sektor yang sangat potensial ialah pariwisata (pelancongan).

DKI Jakarta

Bank memiliki peran yang sangat penting dan strategis di dalam menopang pembangunan ekonomi nasional.

DKI Jakarta

Warga DKI Jakarta patut bersyukur kepada Allah karena berkat kolaborasi, pandemi Covid-19 dapat dikendalikan, sehingga pelonggaran aktivitas masyarakat diberlakukan. Terjadi peningkatan penggunaan Transjakarta dan...

DKI Jakarta

Suhu politik di DKI Jakarta, Ibukota negara Republik Indonesia memanas, setelah 2 Fraksi secara resmi mengajukan interpelasi kepada Gubernur Anies Baswedan menyangkut Formula E.

DKI Jakarta

Dalam 4 tahun terakhir perencanaan dan pembangunan tata kota Jakarta dilakukan dengan memperhatikan lingkungan yang sehat dan asri.

Covid-19

Indonesia Hadapi Krisis besar yaitu krisis pandemi covid, krisis kemiskinan, krisis utang yang sudah luar biasa besar, krisis korupsi dan krisis demokrasi.

DKI Jakarta

Walaupun Jakarta sedang mengalami kegentingan pandemi Covid-19, namun perayaan HUT Jakarta tetap dilaksanakan dengan berbagai kegiatan.

Covid-19

Anies Baswedan dan seluruh warga DKI Jakarta menginginkan ekonomi di Jakarta segera pulih. Sejatinya juga seluruh rakyat Indonesia, bahkan semua masyarakat dunia menghendaki ekonomi...