Connect with us

Makam Nabi Nuh di Kota Nakhchivan, Azerbaijan - https://azerbaijan.travel/ancient-noahs-ark-place-at-nakhchivan-city

Pendidikan

Pelajaran dari Azerbaijan: Jangan Sampai Indonesia Jatuh ke Tangan Komunis

Prof. Dr. Husnan Bey Fananie, MA, Duta Besar RI untuk Republik Azerbaijan 2016-2020 menegaskan jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan komunis.

Prof. Dr. Husnan Bey Fananie, MA, Duta Besar RI untuk Republik Azerbaijan 2016-2020 menegaskan “Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan komunis.” Dia mengemukakan hal tersebut dalam webinar yang bertajuk “Melawan Lupa Pemberontakan Komunis di Indonesia (G30S PKI)” yang dilaksanakan Universitas Ibnu Chaldun Jakarta (2/10/2021).

Lebih lanjut dia mengemukakan: selama 170 tahun komunis mencengkram Azerbaijan telah menghancurkan budaya, agama, bahasa dan peradaban bangsa itu. Walaupun secara statistik Azerbaijan penduduknya sebesar 97% beragama Islam, tetapi tidak faham agamanya dan tidak menjalankan ajaran agama yang dianut.

Azerbaijan Kaya Peradaban

Azerbaijan yang penduduknya sebesar 10,11 juta jiwa (2020) kental dengan peradaban. Akan tetapi, akibat penjajahan yang dialami dan cengkraman komunis, Azerbaijan kehilangan budaya dan jatidiri. Agama dihabisi, masjid sekitar 2500 diruntuhkan.

Bukan hanya itu, tetapi Azerbaijan yang merdeka 1991 dari Uni Sovyet, pernah dikuasai kekaisaran Saljuk Raya atau Kekaisaran Saljuk Agung, yaitu imperium Islam Sunni abad pertengahan yang menguasai wilayah dari Hindu Kush sampai Anatolia timur dan dari Asia Tengah sampai Teluk Persia.

Bukan hanya itu, tetapi daulah Utsmaniyah yang disebut di barat kekaisaran Ottoman merupakan kekaisaran Islam lintas benua yang didirikan oleh suku-suku Turki di bawah pimpinan Osman Bey di barat laut Anatolia tahun 1299. Setelah 1354, Utsmaniyah melintasi Eropa dan memulai penaklukkan Balkan termasuk Azerbaijan.

Akan tetapi dampak dari jatuhnya Azerbaijan ke tangan Tsar Rusia dan Uni Sovyet yang komunis, Islam yang tadinya menjadi jati diri dan budaya bangsa Azerbaijan, hilang dari masyarakat Azerbaijan. Masyarakatnya terutama generasi mudanya diberi pemahaman salah bahwa beragama membuat tidak bisa maju, beragama membuat tidak moderen. Banyak diantara mereka tidak memiliki agama, tetapi percaya adanya Tuhan (agnostik).

Azerbaijan Kaya Minyak dan Gas Alam

Azerbaijan adalah negara yang kaya dan kental dengan peradaban, tetapi juga kaya akan sumber daya alam seperti minyak bumi dan gas alam. Indonesia impor minyak jenis sweet light crude dari Azerbaijan sekitar 1.000.000 barel setiap bulannya. Sebelumnya, Azerbaijan menjual minyak sebanyak 250.000 barel per bulan ke Indonesia.

Kerja sama pasokan ini sekaligus memotong mata rantai impor minyak. Sebab, kesepakatan yang diteken beberapa waktu lalu bersifat antar negara. Minyak yang diimpor dari Azerbaijan bakal diolah di kilang Pertamina di Cilacap. Kilang ini pernah terbakar diharapkan setelah direvitalisasi mampu mengolah minyak mentah hingga 350.000 barel per hari.

Selain itu, Azerbaijan ekspor gas alam komersial ke Eropa melalui Koridor Gas Selatan yang didukung Amerika Serikat. Ekspor itu diyakini membantu kawasan Eropa untuk mendiversifikasi pasokan gas alam dari Rusia.

Gas yang dipompa dari deposit Shah Deniz yang dipimpin BP Plc di Laut Kaspia telah mengalir ke Italia, Yunani, dan Bulgaria. Kata BP dan perusahaan energi negara Azerbaijan, Socar, dalam pernyataan bersama seperti dikutip Bloomberg, beberapa waktu.

Eropa saat ini seperti Inggris tengah menghadapi krisis energi, begitu pula negara-negara lain. Dengan adanya krisis energi tersebut, maka Azerbaijan akan menjadi pemasok gas alam ke Eropa karena negara itu setelah merdeka dari Uni Sovyet bergabung menjadi anggota NATO.

Makam Nabi Nuh

Negara yang terletak di lembah Kaukasus, Asia Barat Daya, menurut Prof Husnan memiliki sejarah yang amat menarik, karena asal muasal manusia yang kedua setelah Nabi Adam adalah yang selamat karena naik perahu Nabi Nuh.

Disebutkan dalam Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 119-120 yang artinya “Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.”

Ada sejarah yang menyebutkan bahwa perahu Nabi Nuh yang terombang-ambing selama 4 bulan akibat banjir bandang terdampar di pegunungan Al Harah, Azerbaijan. Ada pula yang menyebutkan, perahu Nabi Nuh terdampar di pegunungan Al Judy di Irak.

Akan tetapi, Prof Husnan menyebut makam Nabi Nuh terdapat di Azerbaijan. Diapun sudah ziarah di makam Nabi Nuh.

Pelajaran yang amat penting dan tak ternilai dari Azerbaijan yang pernah dikuasai oleh komunis, Prof Husnan berpesan agar bangsa Indonesia Bersatu dan terus berjuang jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan komunis karena pasti menghancurkan bangsa Indonesia, Pancasila, Agama, Budaya dan Peradaban Indonesia.

Baca Juga

Pendidikan

Rocky Gerung, akademisi yang disebut para mahasiswa sebagai presiden akal sehat, dalam peluncuran buku karya Musni Umar yang diberi judul Maju Kotanya Bahagia Warganya.

Pendidikan

Mayjen TNI Purn Kivlan Zen menegaskan bahwa komunis sudah bangkit, komunis masuk di mana-mana menyusup ke kekuatan Bangsa Indonesia.

Pendidikan

Fakta sosiologis bahwa Soeharto memimpin penumpasan dan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Dikemukakan dalam webinar yang bertajuk Melawan Lupa Pemberontakan Komunis di Indonesia (G30S...

Pendidikan

Dr Ubedilah Badrun, akademisi dan pengamat sosial politik mengatakan bahwa Republik ini akan maju kalau dibimbing dan dipimpin Ulul Albab (Orang yang selalu berzikir...

Pendidikan

Seminar internasional bertajuk Membangun Peradaban Islam Berbasis Masjid untuk memperingati 65 Tahun Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Pendidikan

Ekonomi rakyat atau juga dikenal dengan istilah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) merupakan sektor usaha yang paling terpuruk di era pandemi Covid-19. Hal tersebut...

Pendidikan

Seminar internasional Universitas Ibnu Chaldun yang bertema "Membangun Peradaban Islam Berbasis Masjid" pada 11 Februari 2021.

Pendidikan

Diskusi virtual dengan Dr. Sheikh Mas'oud, Cendekiawan Muslim Arab Saudi serta Sheikh Hilal Bahri dan Sheikh Marhum keduanya pengusaha, yang dipandu Hartono Subirto.