Connect with us

Bendera dengan lambang komunis di Jerman (2/5/2021) - unsplash moigonz

Pendidikan

Webinar UIC: Komunis Masuk di Mana-mana Menyusup ke Kekuatan Bangsa Indonesia

Mayjen TNI Purn Kivlan Zen menegaskan bahwa komunis sudah bangkit, komunis masuk di mana-mana menyusup ke kekuatan Bangsa Indonesia.

Mayjen TNI Purn Kivlan Zen menegaskan bahwa komunis sudah bangkit, komunis masuk di mana-mana menyusup ke kekuatan Bangsa Indonesia.

Hal tersebut dia kemukakan dalam Webinar yang bertajuk “Melawan Lupa Pemberontakan Komunis di Indonesia (G30S PKI)” yang dilaksanakan Universitas Ibnu Chaldun Jakarta (2/10/2021).

Komunis Masuk

Lebih lanjut dia mengemukakan “Komunis mempunyai kemampuan untuk bangkit dan sudah bangkit.” Indikator komunis sudah bangkit diantaranya sering hantam agama dan ulama, suka adu domba, puji komunis “aku bangga jadi anak PKI,” masuk ke mana-mana dan memecah bela, dan menciptakan curiga mencurigai.

Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat yang juga alumnus S2 Universitas Indonesia menegaskan “PKI tidak mungkin bangkit karena TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme. Akan tetapi, mereka bangkit dengan menyusup masuk ke berbagai lembaga negara yang disebut komunis gaya baru.”

Komunis gaya baru ini sama berbahaya dengan PKI karena menghancurkan budaya tolong-menolong, bantu-membantu, sayang-menyayangi, gotong-royong, toleransi, dan agama.

Sementara itu, Dr. Abbas Thaha, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ibnu Chaldun Jakarta yang juga eksponen angkatan 66 mengemukakan “Komunis gaya baru sangat berbahaya, pertama, membodohi masyarakat. Mereka selalu mengumandangkan pemihakan “wong cilik,” faktanya jauh panggang dari api.”

Kedua, merusak pendidikan yang berlandaskan kepada dasar negara yaitu Pasal 29 ayat 1 UUD 1945 Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Mereka membelokkan dasar negara berdasarkan paham komunis.

Ketiga, merusak masyarakat dengan menciptakan pertentangan kelas sesuai ajaran Karl Marx dengan membangun SOBSI, GERWANI, CGMNI dan lain-lain untuk melawan semua yang dianggap musuh dan memecah belah masyarakat.

Keempat, merusak peradaban karena komunis menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan termasuk membantai dan membunuh ulama, santri, tokoh masyarakat dan siapapun yang melawan mereka.

Kelima, menghancurkan agama. Karena bagi komunis, agama adalah candu yang dihabisi.

Sementara itu, Dr.Abbas Thaha menegaskan neo komunis Indonesia harus diwaspadai karena diduga masih menjalin hubungan dengan negara-negara komunis di dunia terutama RRC.

Sebagai pendidik, dia meminta kaum milenial Indonesia harus terus waspada dengan mendalami sejarah dan belajar sepanjang masa.

Baca Juga

Baca Juga

Pendidikan

Rocky Gerung, akademisi yang disebut para mahasiswa sebagai presiden akal sehat, dalam peluncuran buku karya Musni Umar yang diberi judul Maju Kotanya Bahagia Warganya.

Pendidikan

Prof. Dr. Husnan Bey Fananie, MA, Duta Besar RI untuk Republik Azerbaijan 2016-2020 menegaskan jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan komunis.

Pendidikan

Fakta sosiologis bahwa Soeharto memimpin penumpasan dan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Dikemukakan dalam webinar yang bertajuk Melawan Lupa Pemberontakan Komunis di Indonesia (G30S...

Pendidikan

Dr Ubedilah Badrun, akademisi dan pengamat sosial politik mengatakan bahwa Republik ini akan maju kalau dibimbing dan dipimpin Ulul Albab (Orang yang selalu berzikir...

Pendidikan

Seminar internasional bertajuk Membangun Peradaban Islam Berbasis Masjid untuk memperingati 65 Tahun Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Pendidikan

Ekonomi rakyat atau juga dikenal dengan istilah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) merupakan sektor usaha yang paling terpuruk di era pandemi Covid-19. Hal tersebut...

Pendidikan

Seminar internasional Universitas Ibnu Chaldun yang bertema "Membangun Peradaban Islam Berbasis Masjid" pada 11 Februari 2021.

Pendidikan

Diskusi virtual dengan Dr. Sheikh Mas'oud, Cendekiawan Muslim Arab Saudi serta Sheikh Hilal Bahri dan Sheikh Marhum keduanya pengusaha, yang dipandu Hartono Subirto.