Connect with us

Rocky Gerung, menjadi narasumber di UIC Jakarta (16/10/2021) - twitter musniumar

Pendidikan

Rocky Gerung: Seorang Pemimpin Harus Diuji Agar Jadi Leader Bukan Dealer

Rocky Gerung, akademisi yang disebut para mahasiswa sebagai presiden akal sehat, dalam peluncuran buku karya Musni Umar yang diberi judul Maju Kotanya Bahagia Warganya.

Pemimpin haruslah yang terbaik dari suatu bangsa. Karena itu, pemimpin haruslah yang memiliki intelektual tinggi yang melampaui elektabilitasnya. Maka, seorang calon pemimpin harus diuji agar menjadi leader bukan dealer.

Hal tersebut diucapkan Rocky Gerung, akademisi yang disebut para mahasiswa sebagai presiden akal sehat, dalam peluncuran buku karya Musni Umar yang diberi judul “Maju Kotanya Bahagia Warganya,” yang dilaksanakan di Aula Prof Bahder Djohan Universitas Ibnu Chaldun Jakarta (16/10/2021).

Sementara itu, Prof Firdaus Syam mengkritisi buku karya Musni Umar, karena sebagai sosiolog tidak menulis masalah PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial), narkoba dan kemiskinan. Menurut Wakil Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas Nasional, Anies harus dikritisi untuk mengatasi masalah-masalah PMKS di DKI Jakarta. Anies sebagai akademisi tidak akan marah jika dikritik.

Selain, Akademisi ini mengharapkan Anies membangun Jakarta dengan menyelamatkan kaum marjinal serta mempersatukan cebong dan kampret. Dia menyebut budaya bangsa Indonesia “kalau gak suka dia gak suka, kalau suka dia suka.” Budaya ini harus dirubah dengan jiwa yang lebih bijaksana untuk membangun Indonesia. Dia menegaskan Anies orangnya rasional yang butuh kritikan untuk membangun termasuk
untuk atasi PMKS.

Musni Umar, sosiolog yang juga rektor Universitas Ibnu Chaldun, merespon masukan yang disampaikan secara positif untuk menulis buku selanjutnya masalah PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial), narkoba dan kemiskinan.

Menurut sosiolog ini, Anies sudah melakukan upaya untuk menuntaskan masalah PMKS dengan mendorong putera (i) warga DKI Jakarta untuk mengenyam pendidikan tinggi sebagai syarat untuk mengubah nasib. DKI Jakarta menyediakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. Mereka yang diberi beasiswa KJP Plus tidak hanya anak-anak miskin ditingkat SD, SLTP, SLA tetapi juga di Perguruan Tinggi dalam jumlah yang besar.

Musni Umar menceritakan bahwa dia bisa menjadi seperti sekarang karena pendidikan. Tanpa pendidikan dia pasti menjadi seperti orang Bajo (suku laut) yang hanya bisa menjelajahi lautan luas seperti bapaknya yang sering berlayar pakai layar kain dari Kendari Sulawesi Tenggara ke Banggai, Sulawesi Tengah, Taliabo, Maluku Utara, dan bahkan sampai Tawao, Malaysia.

Pengalaman pahit pernah diajak bapak berlayar di Pulau Tiga, Sulawesi Tengah kemudian dimalam hari di terpa angin kencang disertai gelombang tinggi membuat saya tobat mengikuti jejak bapak saya, dan akhirnya fokus sekolah.

Berdasarkan pengalaman hidup saya, pendidikan merupakan kunci untuk mengubah nasib termasuk suku Betawi yang dipersoalkan Prof Firdaus Syam, yang banyak termarjinalisasi dari DKI Jakarta dan berpindah di luar Jakarta.

Menurut saya, Anies membangun warga DKI Jakarta dengan memberi kail untuk semua melalui pendidikan sebagai upaya nyata mengubah nasib dan maju seperti bangsa-bangsa lain di dunia yang sudah maju.

Pendapat Narasumber Lain

Sementara itu, Prof Baharun, narasumber lain dalam peluncuran buku tersebut melihat terobosan Anies yang luar biasa pesat dan bagus karena bisa membuktikan kinerjanya lebih bagus hari ini.

Pengurus Majelis Ulama Indonesia Pusat selama 10 tahun ini menegaskan bahwa keberhasilan seseorang itu diukur dari pretasinya hari ini lebih baik dari hari kemarin. Anies sebagai tokoh yang jenius dan intelek sukses memajukan Jakarta dari aspek pendidikan.

Sementara itu, Dr. Abbas Thaha, Dekan FISIP Universitas Ibnu Chaldun menyoroti tentang sosok Anies. yang menurut dia, Anies adalah seorang yang multi talenta telah berhasil membangun Jakarta. kita lihat saja kepiawaian Anies membangun Jakarta sangat cantik sepanjang mata memandang.

Peluncuran dan bedah buku karya Musni Umar yang bertajuk “Maju Kotanya Bahagia Warganya” dilakukan secara offline dan Online yang dipandu sebagai moderator adalah dosen FISIP UIC S.A. Amahoru dengan nama panggilan Ichi yang dilakukan sangat baik.

Acara yang cukup yang meriah ini ditutup dengan penyerahan buku kepada narasumber dan tamu yang hadiri peluncuran buku.

Berikut foto-foto kegiatan

Baca Juga

Pendidikan

Apa yang saya lakukan, akhirnya memberi dampak positif bagi perkembangan dan kemajuan Universitas Ibnu Chaldun. Karena melalui bantuan beasiswa tersebut saya lobby ke mana-mana,...

Pendidikan

Musni Umar, Rektor Universitas Ibnu Chaldun pada saat silaturrahim dan rapat pimpinan universitas dan pimpinan fakultas mengemukakan pentingnya mempertahankan dan meningkatkan kemajuan Universitas Ibnu...

Pendidikan

Bersama Fahira Idris, Anggota DPD RI, Hiapolo Filantropi Indonesia dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ibnu Chaldun FISIP UIC melaksanakan bakti sosial...

Pendidikan

egiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Fakultas Farmasi dan Kesehatan Masyarakat Universitas Ibnu Chaldun berkolaborasi dengan PT Kalbe Farma dan PT Alfa Midi dibuka...

Pendidikan

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun menggelar mimbar demokrasi di UIC. Diundang Ketua yayasan, rektor, para wakil rektor, para dekan, dosen dan para pimpinan...

Pendidikan

Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW secara virtual ini dilaksanakan Pusat Pengkajian Islam dan Humas Universitas Ibnu Chaldun dengan tema Dengan Isra Mi'raj Kita...

Pendidikan

Rektor Universitas Ibnu Chaldun saat memberi sambutan untuk melepas mahasiswa (i) Fakultas Ekonomi yang mau melakukan abdi masyarakat yang disebut Kuliah Kerja Nyata (KKN)...

Pendidikan

Bersamaan dengan pelantikan pengurus pusat MAPORINA masa bakti 202102026, pengukuhan pengurus wilayah seluruh Indonesia yang dilakukan secara daring serta peringatan Ulang Tahun MAPORINA ke-22