Connect with us

remaja pria memakai seragam sma membawa kayu - unsplash xrprx

DKI Jakarta

Webinar Badan Kesbangpol Jakbar: Strategi Taktik Atasi Tawuran, dan Tantangan Yang Dihadapi

Tawuran merupakan perkelahian massal yang merupakan fenomena sosial yang sudah lama berhenti dan kambuh lagi. Pertanyaannya, mengapa tawuran tidak pernah bisa dihentikan secara total?

DKI Jakarta sebagai ibukota negara menghadapi berbagai macam tantangan yang tidak mudah, tetapi harus dihadapi dengan memberi solusi.

Setidaknya ada enam tantangan yang dihadapi yang jika tidak direspon dengan sebuah strategi dan tindakan nyata bisa menimbulkan masalah sosial, keamanan, ekonomi dan bahkan politik.

Pertama, media sosial. Media sosial ini bermata dua. Bisa negatif dan bisa pula positif. Media sosial tidak mudah dikontrol karena setiap orang bisa menjadi pewarta yang memberitakan segala macam berita yang dilihat, yang dibaca atau di dengar. Tidak jarang diberitakan yang dapat memicu tawuran, perkelahian, permusuhan dan perpecahan. Provokasi media sosial harus dihadapi dengan respon yang mencerahkan, menyadarkan, mendamaikan dan mempersatukan agar tidak mengganggu keamanan. Generasi muda gampang diprovokasi jika mereka tidak memiliki ketahanan mental yang kuat berupa akhlak mulia.

Sebaliknya media sosial bisa didayagunakan untuk membawa segala macam yang positif jika dimanfaatkan untuk menyampaikan pentingnya berbuat baik, menolong sesama, membangun toleransi, membangun kebersamaan, memperkuat persatuan dan kesatuan serta memberi semangat dan optimisme kepada sesama terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan.

Media sosial ini menurut saya harus dimanfaatkan oleh para pejabat di Badan Kesbangpol provinsi dan kota untuk membangun citra positif di tengah-tengah masyarakat dengan terbuka menyampaikan semua kegiatan yang dilaksanakan untuk memberi informasi kepada masyarakat dalam rangka membangun kepercayaan (trust). Badan Kesbangpol Kota bisa mengharumkan nama baik kota Jakarta Barat, pemerintah provinsi DKI Jakarta

Kedua, keamanan. Keamanan sangat vital karena kalau keamanan goyah, tidak ada stabilitas, maka masyarakat akan terganggu, politik akan gonjang-ganjing, ekonomi akan sulit tumbuh dan kesejahteraan rakyat akan berat untuk diwujudkan.

Gangguan keamanan bisa bersumber dari dalam negeri dan bisa pula dari luar negeri. Gangguan keamanan dalam negeri misalnya tawuran yang terjadi di mana-mana, protes sosial akibat ketidakadilan, separatisme, terorisme dan lain sebagainya.

Adapun gangguan keamanan dari luar negeri seperti konflik Amerika Serikat melawan RRC di laut China Selatan. Indonesia bisa seperti kata pepatah gajah sama gajah berkelahi pelanduk mati ditengah-tengah. Dampak dari konflik bisa menimbulkan persoalan sosial, ekonomi, politik dan sebagainya.

Bisa juga intervensi kekuatan asing melalui penggunaan cyber media untuk mengganggu stabilitas Indonesia karena kepentingannya terganggu. Itulah gambaran keamanan yang mungkin terjadi dan bahkan sudah terjadi hari ini.

Ketiga, ekonomi. Masalah ekonomi ini sangat penting karena apapun yang mau dilaksanakan kalau ekonomi runtuh, akan memberi dampak negatif pada politik dan keamanan. Maka masalah ekonomi berkaitan erat dengan politik dan keamanan. Jika ekonomi merosot tajam, bisa memberi dampak negatif terjadinya krisis politik yang menimbulkan gejolak sosial.

Keempat, hubungan internasional. Hubungan internasional dengan negara-negara lain sangat perlu dijaga, dirawat dan dibangun terus-menerus. Politik luar negeri, merupakan pencerminan dari kondisi sosial, ekonomi, politik dan keamanan dalam negeri.

Jika kondisi dalam negeri buruk akibat merosotnya ekonomi, sosial, politik dan keamanan, maka akan memberi implikasi negatif dalam hubungan intenasional Indonesia di manca negara.

Kelima, kesehatan. Masalah kesehatan sangat vital. Pandemi Covid-19 yang menghantam DKI Jakarta dan Indonesia telah memberi pelajaran bagi pemerintah dan warga DKI dan bangsa Indonesia, karena meluluhlantakkan ekonomi.

Oleh karena itu, warga Jakarta Barat, DKI Jakarta dan rakyat Indonesia amat penting mengamalkan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Pandemi Covid-19 bisa saja kembali meningkat, jika warga Jakarta Barat, warga DKI Jakarta tidak disiplin mengamalkan protokol kesehatan.

Keenam, ketahanan mental dan akhlak. Anak-anak kita dan para pelajar harus dibangun ketahanan mental dan akhlak mereka. Kunci dan strategi untuk mencegah terjadinya tawuran adalah menanamkan ajaran agama pada mereka. Sepanjang yang saya ketahui tidak ada anak-anak santri yang belajar agama dan mengamalkan ajaran agama yang tawuran.

Penyebab Tawuran

Tawuran merupakan perkelahian massal yang merupakan fenomena sosial yang sudah lama berhenti dan kambuh lagi.

Pertanyaannya, mengapa tawuran tidak pernah bisa dihentikan secara total?

Pertama, pencarian identitas. Anak-anak pelajar atau siswa akan merasa terisolir jika tidak bergabung dengan teman-teman karena ingin mendapat pengakuan. Kalau tempat bergaul baik, maka anak-anak pelajar atau siswa akan baik. Kalau lingkungan rusak, maka akan rusak pula si anak.

Kedua, permusuhan dan dendam. Itu sebabnya tawuran tidak pernah bisa selesai karena ada dendam. Jika ada timbul masalah walaupun hanya sepele, bisa jadi pemicu sehingga segera terjadi tawuran.

Ketiga, solidaritas dan setia kawan. Kalau ada teman yang dianiaya pihak lain segera muncul rasa solidaritas dan setia kawan. Kadangkala mereka tidak tahu penyebab utama, hanya karena solidaritas, terprovokasi dan melakukan aksi tawuran.

Keempat, lingkungan tempat tinggal atau lingkungan pergaulan.

Kelima, frustasi lalu mencari perhatian. Salah satu wujudnya melakukan tawuran.

Keenam, pengaruh miras. Dalam banyak kasus mereka yang habis minum miras menjadi berani tawuran. Bahkan tidak jarang mereka yang siap tawuran, minum miras dulu agar berani tawuran.

Strategi Atasi Tawuran

Selama ini kalau ada tawuran, solusinya lapor ke aparat. Mereka ditahan dan dijemur. Cara semacam itu bisa menghentikan sementara tawuran, tetapi menimbulkan masalah psikologis bagi anak-anak pelajar dan siswa yang tengah tumbuh dan menjadi harapan bangsa dan negara.

Bagaimana strategi dan praktik mengatasi tawuran yang sangat mengganggu masyarakat.

Pertama, jadikan mereka sebagai teman dan sahabat. Jangan mereka dijadikan lawan apalagi musuh. Hindari cap mereka anak-anak berandal.

Kedua, jadilqh mediator jika terjadi tawuran untuk akhiri tawuran.

Ketiga, bangun setia kawan, solidaritas dengan mereka, sehingga hadir keakraban.

Keempat, ciptakan lingkungan yang bersahabat, mereka dirangkul, diberi mereka berbagai macam kegiatan sehingga sibuk dan akhirnya energi terkuras.

Kelima, beri harapan (hope), pencerahan, penyadaran dan perhatian.

Keenam, cegah peredaran miras, narkoba dikalangan mereka.

Demikian pokok-pokok pikiran untuk menjadi bahan diskusi di Forum Badan Kesbangpol Kota Jakarta Barat tanggal 27 Oktober 2021.

Berikut foto-foto kegiatan

Baca Juga

Pendidikan

Seminar UIC Jakarta secara nasional yang bertema Strategi Pengembangan Teknologi Pertanian Berbasis Digital Sebagai Upaya Mendukung Pertanian Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan Nasional (27/11/2021).

Pendidikan

Rocky Gerung, akademisi yang disebut para mahasiswa sebagai presiden akal sehat, dalam peluncuran buku karya Musni Umar yang diberi judul Maju Kotanya Bahagia Warganya.

Pendidikan

Mayjen TNI Purn Kivlan Zen menegaskan bahwa komunis sudah bangkit, komunis masuk di mana-mana menyusup ke kekuatan Bangsa Indonesia.

Pendidikan

Prof. Dr. Husnan Bey Fananie, MA, Duta Besar RI untuk Republik Azerbaijan 2016-2020 menegaskan jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan komunis.

Pendidikan

Fakta sosiologis bahwa Soeharto memimpin penumpasan dan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Dikemukakan dalam webinar yang bertajuk Melawan Lupa Pemberontakan Komunis di Indonesia (G30S...

Opini

Pendidikan adalah investasi yang mahal dan bersifat jangka panjang. Maka, pemimpin yang tidak memiliki visioner, lebih memilih pembangunan ekonomi dengan membangun jalan, jembatan dan...

Covid-19

Untuk menggenjot kembali dunia pendidikan karena merupakan kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Kalau pemerintah mengemukakan alasan membuka sekolah tatap muka di masa pandemi...

Pendidikan

Dr Ubedilah Badrun, akademisi dan pengamat sosial politik mengatakan bahwa Republik ini akan maju kalau dibimbing dan dipimpin Ulul Albab (Orang yang selalu berzikir...