Connect with us

Patung pahlawan di Surabaya (11/06/2020) - unsplash Ahdn Anrhmn

Politik

Partai Politik Menuju RI1: Umat Islam Berjuanglah Agar Dapat Resmi Membela Islam di Indonesia dan Dunia

Partai Politik merupakan instrumen yang amat vital dalam negara demokrasi. Suka tidak suka dan mau tidak mau, umat Islam hidup dalam negara demokrasi harus mempunyai instrumen politik yaitu partai politik untuk menuju RI1.

Dalam negara demokrasi, partai politik merupakan pemain utama menuju RI1 dalam rekrutmen calon Presiden dan calon Wakil Presiden, calon anggota legislatif di semua tingkatan, calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur, calon Bupati dan calon Wakil Bupati, calon Walikota dan calon Wakil Walikota.

Dalam realitas masih banyak umat Islam yang alergi politik dengan alasan politik itu busuk, jahat dan menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan.

Pandangan semacam itu, menyebabkan sebagian umat anti partai politik dan anti demokrasi. Padahal dalam hidup di negara demokrasi atau di negara yang tidak mengamalkan demokrasi, tidak mungkin tidak bersentuhan dengan politik. Bahkan semua aspek kehidupan selalu berkaitan dengan politik.

Juga Didirikan Para Ulama

Politik sangat penting dan menentukan seluruh hajat kehidupan manusia secara pribadi, komunitas dan bangsa dan negara.

Itu sebabnya Rasulullah setelah hijrah ke Madinah bersama para sahabatnya tidak hanya melanjutkan dakwah yang telah dijalankan pada saat berada di Makkah, tetapi mendirikan negara yang disebut Madinah Al Munawwarah.

Keputusan Nabi Muhammad SAW mendirikan negara Madinah Al Munawwarah merupakan keputusan politik yang dapat menjadi contoh dan teladan bagi umatnya di kemudian hari.

Pertanyaannya, apakah umat Islam perlu mendirikan negara baru seperti yang dilakukan Rasulullah SAW?

Menurut saya, umat Islam tidak perlu mendirikan negara baru, karena sudah ada negara republik Indonesia yang didirikan para ulama bersama para pejuang nasionalis yang mayoritas umat Islam. Kalau Nabi Muhammad SAW mendirikan negara Madinah Al Munawwarah karena saat itu belum ada negara di Madinah.

Partai Politik Menuju RI1

Partai Politik merupakan instrumen yang amat vital dalam negara demokrasi. Suka tidak suka dan mau tidak mau, umat Islam hidup dalam negara demokrasi harus mempunyai instrumen politik yaitu partai politik.

Sikap yang menganggap partai politik sebagai thagut, sehingga menghindari dan menjauh dari partai politik sudah terbukti merugikan umat Islam dan Islam.

Akibatnya mereka yang anti Islam mengisi berbagai partai politik, akhirnya dalam pemilihan umum mereka menjadi calon legislatif dan menduduki posisi politik di pusat dan daerah.

Umat Islam yang mayoritas hanya menjadi penonton dan Bulan-bulanan karena diadu domba, ulamanya yang memperjuangkan Islam di luar kekuasaan, disebut radikal, ekstrimis dan kadrun. Bahkan umat Islam yang taat beragama dan konsisten dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, banyak yang ditangkap dengan tuduhan terorisme.

Untuk mengakhiri situasi dan kondisi yang merugikan umat Islam dan Islam, umat Islam wajib mempunyai partai politik yang kuat dan solid. Dapat dimulai dengan berpartisipasi dalam dunia perpolitikan sekarang juga.

Sehubungan dengan hal tersebut, para aktifis Islam sebaiknya mendirikan partai politik baru atau bergabung dengan partai politik yang sudah ada, lalu berjuang keras menjadi anggota dan calon anggota legislatif pada pemilu 2024.

Jangan takut bertanding dalam pemilu karena tidak ada uang. Gunakan media sosial mulai sekarang untuk memperkenalkan diri di masyarakat. Walaupun tentunya diperlukan konsistensi dan ketahanan fisik dan mental untuk siap bertanding. Ketahanan fisik untuk berkegiatan dan ketahanan mental untuk siap di kritik dan di serang di media sosial atau bahkan di media mainstream.

Kalau ikut bertanding ada peluang untuk menang dan terpilih menjadi anggota legislatif. Jika tidak ikut bertanding dalam pemilu, maka walaupun berdoa siang malam tidak akan dikabulkan oleh Allah. Demikian juga akan nasib umat islam yang di fitnah dan dipojokkan tidak akan pernah reda, apalagi berhenti.

Resmi Membela Islam di Indonesia dan Dunia

Musibah yang dialami sebagian umat Islam yang di luar kekuasaan, jangan membuat patah semangat dan kehilangan harapan.

Umat Islam di Turki yang pernah dikuasai rezim sekuler dan anti Islam selama sekitar 80 tahun, akhirnya berubah menjadi seperti sekarang setelah AKP yang dipimpin Presiden Tayyip Recep Erdogan menang dalam pemilu dan Erdogan memimpin negara itu sampai sekarang.

Partisipasi pemerintah Turki yang kerap membela umat islam di seluruh dunia patut menjadi contoh. Dengan adanya berbagai macam pemberitaan akan partisipasi membela islam, Pemerintah Turki dibawah kepemimpinan Erdogan telah menjadi negara yang dikenal secara luas oleh umat islam sedunia.

Umat Islam yang mayoritas di Indonesia bisa belajar dari Turki untuk tampil menghadirkan pemenang partai politik dan Presiden untuk memimpin Indonesia. Yang tampil memimpin Indonesia tidak hanya sekedar Muslim, tetapi yang menghayati Islam, memiliki track record yang baik bertahun-tahun dan menjadi Kepala Daerah yang berprestasi nyata.

Pemimpin Indonesia yang diharapkan bangsa Indonesia yang mayoritas umat Islam adalah pemimpin yang memiliki integritas, sudah terbukti memperjuangkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsa Indonesia. Bukan pemimpin yang didukung taipan dan oligarki, karena sudah terbukti tidak membawa keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Sudah cukup bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim dipecah belah dan dilemahkan dengan berbagai cara yang akhirnya merugikan bangsa dan negara.

Semoga tulisan ini mencerahkan, menyadarkan dan memberi semangat juang umat Islam yang selama ini diluar kekuasaan untuk mengubah keadaan yang merugikan, karena kesalahan mereka sendiri yang uzlah (memisahkan diri) dari kekuasaan politik.

Baca Juga

Politik

Untuk hapus Presidential Threshold secara total tidaklah mudah, karena Presidential Threshold merupakan agenda partai-partai politik yang lolos di Senayan.

Opini

Umat Islam yang mayoritas, terus tidak berdaya dan semakin diperparah keadaan mereka karena tidak bersatu umat Islam dipecah belah, sehingga tidak pernah memegang kekuasaan...

Opini

Jadi kunci kebangkitan dan kemajuan Indonesia di masa depan terletak pada hadirnya pemimpin Indonesia yang pintar dan berintegritas seperti kata Dr. Fahmi Idris.

Opini

Institusi TNI-POLRI dan Densus 88 yang saat ini telah dipilih pemimpinnya, suka tidak suka dan mau tidak mau harus diterima. Ini hasil dari proses...

Pendidikan

Menurut saya, berpolitik merupakan bagian dari jihad (perjuangan) yang harus aktif dilakukan umat Islam untuk mewujudkan tujuan Indonesia merdeka sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan...

Opini

Ajakan Mardani Ali Sera, anggota DPR RI dari PKS yang juga Ketua DPP PKS adalah sah untuk bekerjasama dengan sosok yang memiliki integritas.

Opini

Kesalahan terbesar sebagian umat Islam karena menolak sistem politik yang ada dan bahkan menawarkan sistem politik yang dianggap berlawanan dengan sistem demokrasi yang ada,...

Opini

Sangat menarik pernyataan Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Agraria dan Tata Ruang (2014 - 2016) yang menyatakan bahwa rakyat sangat arif dan adil dalam mempergilirkan...