Connect with us

Penerapan Teknologi di Pintu Air Manggarai (16/11/2021) - twitter DKIJakarta

DKI Jakarta

DKI Jakarta Cegah dan Atasi Banjir Beri Dampak Pertumbuhan Ekonomi

Pemprov DKI Jakarta terus menerus bekerja keras atasi banjir yang terjadi di DKI Jakarta. Gubernur Anies, Wagub Riza Patria dan seluruh jajaran pemerintah provinsi DKI Jakarta berkomitmen mengatasi banjir paling lama genangan air 6 jam.

Banjir telah melanda berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut diakibatkan oleh cuaca ekstrem, sehingga banjir tak terhindarkan. Kondisi demikian dialami pula Ibu Kota, DKI Jakarta.

Sebagai contoh, pada Sabtu (13/11), sejumlah daerah di Jakarta dilaporkan banjir. Sebagian besar wilayah yang terdampak genangan di Jakarta Timur (Jaktim) terjadi di Kelurahan Cipinang Melayu, Kelurahan Makasar, dan Kelurahan Kebon Pala dengan ketinggian 40-60 sentimeter (cm). Banjir juga terjadi di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (Jaksel), tepatnya di Jalan Kemang Utara IX akibat luapan Kali Kemang (Republika Online., Senin, 15 Nov 2021, 15:43 WIB).

Kerja Keras Atasi Banjir

Pemprov DKI Jakarta terus menerus bekerja keras atasi banjir yang terjadi di DKI Jakarta. Gubernur Anies, Wagub Riza Patria dan seluruh jajaran pemerintah provinsi DKI Jakarta berkomitmen mengatasi banjir paling lama genangan air 6 jam.

Banjir tahun ini diklaim Pemprov surut dalam hitungan jam. Sebagai contoh, banjir di Cipinang Melayu, Kelurahan Makasar, dan Kebon Pala surut dalam waktu sekitar dua jam. Sedangkan genangan di Kelurahan Cililitan, Kelurahan Tengah, dan Kelurahan Rambutan, surut dalam waktu sekitar tiga hingga empat jam.

Selain itu, berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, genangan di Kecamatan Mampang Prapatan surut dalam waktu dua jam. Juga banjir yang terjadi kemarin surut dalam waktu kurang dari enam jam,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto, Senin (15/11).

Sementara itu, Yusmada Fauzal, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) mengatakan, terus memantau perkembangan genangan atau banjir dan tinggi muka air di pintu air. “Meski tinggi muka air bervariasi, tetapi dari pantauan kami tidak ada yang sampai berstatus awas atau siaga satu.”

Upaya Cegah Banjir

Pemprov. DKI Jakarta tidak saja berusaha keras mengatasi banjir yang terjadi, tetapi juga bekerja mencegah banjir. Sekurang-kurangnya ada enam langkah yang dilakukan untuk mengatasi dan mencegah banjir.

Pertama, melakukan pengerukan sungai yang dangkal akibat timbunan lumpur. Ini terus dilakukan terus-menerus terutama di musim kemarau.

Kedua, membersihkan sungai dari sampah yang biasanya menumpuk karena masih ada yang membuang sampah di kali.

Ketiga, memastikan saluran dan tali air tidak tersumbat dengan membersihkan gorong-gorong dan parit-parit yang dipenuhi sampah.

Keempat, melakukan perbaikan tanggul yang jebol dan normalisasi sungai untuk memastikan aliran air sungai tidak terhambat dan tidak meluber, sehingga menimbulkan banjir.

Kelima, membuat sumur resapan air hujan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pembangunan sumur resapan di Ibu Kota sudah mencapai 18.111 unit atau 67 persen dari target 26 ribu unit sumur resapan sebagai bagian penanggulangan banjir. “Ada program pembuatan sumur resapan yang sudah 67 persen lebih selesai.

Keenam, pembuatan waduk, hingga persiapan pompa stasioner atau mobile terus diupayakan DKI. Pompa stasioner sudah siap ada sebanyak 490 unit, selain dari pompa mobile sebanyak 327 unit, dan pompa pemadam kebakaran sekitar 228 unit. “Total pompa ada 1.050 pompa yang siap diperbantukan untuk pencegahan dan penanganan banjir.

Dampak Pertumbuhan Ekonomi

Pembuatan sumur resapan air hujan tidak saja efektif mengurangi genangan di wilayah yang cekung, tetapi juga mempunyai dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.

Saya menyaksikan dengan matakepala, banyak tenaga kerja yang gali sumur resapan dengan cangkul, linggis dan alat bor.

Dampak ekonomi dari pembuatan resapan air besar, setidaknya ada lima hal.

Pertama, proyek pembuatan resapan air, menurut saya merupakan proyek padat kerja. Banyak yang mengerjakan, dan mereka dapat upah, berarti mempunyai penghasilan. Jika mempunyai penghasilan, akan berbelanja dan dampaknya ekonomi berputar dikalangan masyarakat bawah.

Kedua, warga mendapat pekerjaan. Kalau warga mendapat pekerjaan, maka otomatis mendapat penghasilan. Keluarga memiliki uang dan pasti berbelanja.

Ketiga, proyek pembuatan sumur yang dilakukan para pekerja menjadi sarana pertumbuhan ekonomi karena warga memiliki penghasilan dan pasti berbelanja.

Keempat, proyek pembuatan sumur resapan air hujan, menjadi sarana pemerataan ekonomi. Rakyat kecil dapat pekerjaan dan penghasilan.

Kelima, proyek pembuatan resapan air pasti mampu mencegah dan mengurangi banjir. Dampak ekonominya besar, karena secara langsung dan tidak langsung, perputaran ekonomi tidak terganggu akibat banjir.

Semoga tulisan ini memberi pencerahan, penyadaran, dan keyakinan bahwa Gubernur Anies Baswedan, Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria serta seluruh jajaran Pemprov. DKI Jakarta telah melaksanakan tugas dengan baik, penuh tanggung jawab dan sukses.

Baca Juga

Opini

Saya yakin mayoritas rakyat Indonesia apapun upaya yang dilakukan untuk mengkriminalisasi Anies Baswedan dengan menjadikannya sebagai tersangka korupsi tidak akan dipercaya publik.

DKI Jakarta

Peresmian empat gedung sekolah Net Zero 2022 dari SD Negeri Ragunan 08, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2022) merupakan karya yang luar biasa karena...

DKI Jakarta

Transjakarta melayani warga Jakarta siang dan malam selama 24 jam tanpa henti. Pada siang hari, Transjakarta melayani warga Jakarta ke seluruh jurusan, termasuk yang...

DKI Jakarta

Transjakarta tidak menaikkan harga Transjakarta. Mengapa Transjakarta tidak naik tiket? Jawabannya karena pemerintah provinsi DKI Jakarta memberikan subsidi terhadap moda transportasi massal seperti Transjakarta.

DKI Jakarta

Penataan Kota Tua telah menjadi destinasi wisata di Jakarta yang sangat menarik. Pada saat saya mengunjungi kota tua Minggu lalu saya menyaksikan banyak turis...

DKI Jakarta

Anies bersama delegasi U20 mengunjungi obyek wisata kota tua. Sebanyak 12 delegasi U20 Mayors Summit hadir secara langsung di Kota Tua Jakarta Barat. Anies...

DKI Jakarta

Setelah turun di Halte Museum Fatahillah, saya mulai kagum menyaksikan kawasan Kota Tua yang telah ditata dengan sangat rapi, indah, nyaman dan mempesona.

DKI Jakarta

Gubernur Anies Baswedan pada saat meresmikan penggunaan bus listrik beberapa waktu lalu mengatakan bahwa keberadaan bus listrik menjadi solusi terhadap dua masalah di Jakarta,...