Connect with us

Masjid Jenderal Besar Soedirman, Purwokerto, Indonesia (17/6/2019) - unsplash Utsman Media

Opini

Tanpa Pegang Kekuasaan Politik Yang Kuat, Umat Islam Dipecah Belah Terus Menerus

Umat Islam yang mayoritas, terus tidak berdaya dan semakin diperparah keadaan mereka karena tidak bersatu umat Islam dipecah belah, sehingga tidak pernah memegang kekuasaan politik yang kuat.

Direktorat Jenderal Kependudukan Kementerian Dalam Negeri RI mencatat jumlah penduduk Indonesia sebanyak 272,23 juta jiwa pada 30 Juni 2021. Sedang jumlah populasi umat Islam di Indonesia sebesar 86,88% atau 231,06 juta jiwa.

Jumlah populasi umat Islam sebanyak itu tanpa kekuasaan politik, akan terus alami demoralisasi dan sulit peroleh keadilan, kesetaraan dan kenyamanan.

Sudah lama diperlakukan politik belah bambu kepada umat Islam. Banyak diantara mereka yang diangkat setinggi-tingginya dan banyak pula yang ditekan sampai dimasukkan ke dalam penjara dengan berbagai tuduhan karena melanggar hukum, yang pada umumnya adalah mereka yang dianggap tidak mendukung pemerintah.

Keadilan yang diamanatkan dalam Pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, masih harus diperjuangkan dengan sekeras-kerasnya melalui koridor konstitusional yang demokratis dan beradab.

Umat Islam Dipecah Belah

Sebagaimana sering dikemukakan bahwa umat Islam di Indonesia mayoritas, tetapi lemah hampir dalam segala hal.

Mengapa mereka lemah? Pertama, mereka dipecah belah. Allah memerintahkan di dalam Al-Qur’an supaya bersatu, tetapi faktanya mereka bercerai berai.

Kedua, terlalu dominan kepentingan pribadi dan golongan ketimbang kepentingan umat, sehingga pihak lain memanfaatkan mereka.

Ketiga, egoisme para pemimpin. Mereka sulit bersinergi karena egois mau menonjol dan menang sendiri.

Keempat, umat masih banyak yang kurang pendidikan dan buta politik. Dampaknya, mereka menjadi obyek perebutan kekuasaan dalam pemilu.

Kelima, politik dan ekonomi, umat tidak kuasai. Mereka hanya follower (pengikut) dari penguasa politik dan ekonomi.

Keenam, mayoritas umat Islam masih miskin. Dampaknya mudah diperdaya dan dibeli dengan politik uang dalam pemilu.

Mewujudkan Kesetaraan

Contoh kesetaraan yang nyata di dalam Islam, nampak di Masjid. Tidak ada garis pemisah antara mereka yang kaya dengan yang miskin, antara yang mempunyai kedudukan tinggi dengan rakyat jelata. Semuanya seperti kata pepatah “duduk sama rendah berdiri sama tinggi.”

Kesetaraan merujuk kepada kedudukan yang sama, tingkatan yang sama, tidak ada yang lebih rendah dan lebih tinggi.

Kesetaraan dalam sosial, contohnya, semua orang dalam suatu komunitas mempunyai status yang sama, baik dalam pendidikan, ekonomi, hukum, gender, ras dan sebagainya.

Selain itu, kesetaraan dalam bidang hukum yang sering disebut “equality before the law.”

Solusi mewujudkan kesetaraan yang paling utama dan solusi permanen ialah melalui pendidikan. Pendidikan merupakan kunci untuk mewujudkan mobilitas permanen.

Dalam Alqur’an Allah memberitahu “Allah akan menaikkan derajat diantara orang yang beriman dan berilmu pengetahuan.”

Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci untuk meraih kedudukan tinggi. Melalui pendidikan, setiap orang bisa meraih kedudukan yang tinggi di bidang politik, ekonomi, sosial, TNI, Polri, dll.

Apresiasi Kepada Pemerintah untuk Pendidikan

Pentingnya pendidikan telah ditegaskan oleh para pendiri negara republik Indonesia seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang diantaranya ….. “mencerdaskan kehidupan bangsa …”

Selain itu, dalam Islam sangat penting pendidikan. Menuntut ilmu dalam Islam “wajib bagi tiap Muslim dan Muslimat.”

Dalam kaitan dengan pendidikan, kita apresiasi Pemerintah yang secara konsisten memberi beasiswa kepada putera (i) Indonesia dari kalangan tidak mampu dengan berbagai macam beasiswa seperti bantuan beasiswa LPDP.

Apresiasi yang sama kita sampaikan kepada Pemprov DKI Jakarta dan Gubernur Anies Baswedan, yang secara konsisten memberi bantuan beasiswa KJP Plus (Kartu Jakarta Pintar Plus) kepada putera (i) warga DKI Jakarta dari kalangan keluarga tidak mampu.

Selain itu, beasiswa kepada putera (i) warga DKI Jakarta yang lulus masuk ke perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta, serta beasiswa yang disalurkan melalui Yayasan Jakarta, Basnas-Bazis DKI Jakarta.

Harus Pegang Kekuasaan

Umat Islam yang mayoritas, terus tidak berdaya dan semakin diperparah keadaan mereka karena tidak bersatu umat Islam dipecah belah, sehingga tidak pernah memegang kekuasaan politik yang kuat.

Dalam bidang politik, posisi umat Islam tidak menguntungkan. Mayoritas umat Islam, tetapi tidak tercermin dalam partai politik yang memperjuangkan aspirasi umat Islam, membela umat Islam dan Islam serta ulama, termasuk dalam perolehan suara partai politik Islam di DPR RI.

Selain itu, dalam bidang ekonomi, umat Islam sangat jauh tertinggal. Untuk mewujudkan kesetaraan dalam bidang ekonomi, kuncinya terletak kepada politik.

Selagi umat Islam tidak memegang kekuasaan politik, tidak akan pernah ada kesetaraan dalam berbagai bidang dan umat akan terus mengalami demoralisasi dengan isu radikal, teroris, ekstrem, Islam garis keras, kadrun dan sebagainya.

Hanya dengan berjuang dan sukses meraih kekuasaan politik secara demokratis, keadaan akan berubah ke arah yang lebih baik dan lebih menguntungkan seluruh bangsa Indonesia.

Baca Juga

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...

Politik

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Arab Saudi untuk bertemu dengan raja Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Kita...

Politik

Bangsa Indonesia bersama bangsa Palestina melawan kekejaman dan penindasan tersebut tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk mewujudkan perdamaian dunia. Indonesia bersama palestina demi...

Lainnya

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah suatu peristiwa yang sangat agung. Isra pengertiannya menurut bahasa adalah perjalanan di malam hari, sedangkan mi’raj adalah tangga...

Politik

Belajar dari Chechnya, Ukraina dan Rusia, Muslim Indonesia harus kuat. Supaya kuat, maka harus bersatu dan jangan mau jadi alat untuk kepentingan penguasa yang...

Opini

Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan negara-negara lain sangat yakin bahwa Rusia bakal melakukan invasi di Ukraina. Walaupun Rusia sudah berkali-kali menegaskan bahwa tidak ada...

Opini

Pada 5 Februari 2022, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) genap berumur 75 tahun. Selama 75 tahun HMI telah mengabdi kepada bangsa dan negara dengan mengkader...

Politik

Berbagai lembaga survei telah mengeluarkan hasil survei mereka tentang partai politik. Salah satu partai politik yang di survei ialah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).