Connect with us

Bawa bantuan logistik, FPI Gresik menuju gunung semeru - twitter DPPFPI_Official

Sosial

FPI Membantu Korban Bencana: Contoh Pengabdian Sejati Untuk Kemanusiaan

Kekaguman saya terhadap FPI paling tidak didasari tiga hal, FPI membantu sebagai relawan dan aksi filantropi, memberi bantuan dana dan segala macam kebutuhan para korban bencana.

Sebagai sosiolog saya sangat terkesan dan kagum atas pengabdian tulus yang dilakukan para relawan Front Pembela Islam yang setelah dibubarkan bermetamorfosis menjadi Front Persaudaraan Islam (FPI).

Keterkesanan dan kekaguman saya terhadap FPI paling tidak didasari tiga hal, FPI membantu sebagai relawan dan aksi filantropi, memberi bantuan dana dan segala macam kebutuhan para korban bencana.

Pertama, mereka sangat bersemangat dan kuat rasa solidaritas diantara mereka untuk membantu sesama yang mengalami korban bencana banjir, erupsi gunung dan sebagainya.

Kedua, para penyumbang dan relawan FPI, saya menilai mereka sangat ikhlas karena tidak ada target politik yang ingin mereka peroleh seperti yang dilakukan partai politik.

Ketiga, mereka sangat berjasa dalam membantu rakyat yang mengalami banjir, erupsi gunung dan sebagainya.

Kehadiran LSM seperti FPI

Indonesia merupakan negara yang sangat sering mengalami bencana. Konsekuensi dari itu, lembaga sosial seperti FPI amat diperlukan rakyat.

Pertama, mereka bergerak cepat membantu rakyat yang mengalami musibah dengan kecepatan tinggi dan tanpa pamrih.

Kedua, mereka bekerja tanpa birokrasi, sehingga sangat cepat mereka tiba di lokasi bencana dengan dana sendiri dan bantuan dari donatur yang bukan pemerintah.

Ketiga, pemerintah dan aparatnya, memerlukan bantuan partisipasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk membantu rakyat yang mengalami musibah seperti yang dilakukan FPI.

Ketiga, Indonesia yang luas dan banyak penduduknya, memerlukan kolaborasi untuk mengatasi musibah yang terjadi diberbagai tempat.

Oleh karena itu, kehadiran LSM seperti FPI sangat diperlukan dalam rangka kolaborasi untuk mengatasi musibah yang terjadi di masyarakat.

FPI Membantu dan Turun Langsung ke Masyarakat

FPI bukan berwacana di media sosial, tetapi turun langsung ke masyarakat untuk membantu mereka yang mengalami musibah.

Front Persaudaraan Islam atau FPI di semua daerah di Indonesia termasuk di Lumajang, Jawa Timur, saat terjadi erupsi gunung Semeru, mereka langsung terjun ke lokasi untuk membantu rakyat.

Hilmi FPI sebelum dibubarkan oleh pemerintah, merupakan organisasi non pemerintah yang paling cepat dalam membantu korban bencana. Sebagai contoh, ketika terjadi tsunami di Aceh tahun 2004, FPI yang dipimpin Habib Rizieq Syihab langsung terjun ke Aceh membawa makanan dan pakaian serta berada di garda terdepan membantu rakyat yang selamat dari tsunami dan bahkan mengangkat mayat yang bergelimpangan.

Sebagaimana dipublikasikan di media sosial, mereka menemukan jenazah, dan mengangkatnya untuk disalatkan dan dimakamkan.

Sudah menjadi pengetahuan umum masyarakat bahwa di berbagai tempat terjadi bencana, FPI selalu hadir membawa bantuan makanan, pakaian dan membantu rakyat secara langsung yang mengalami bencana.

Oleh karena itu, FPI bisa dikatakan merupakan NGO, Non-Governmental Organisation yang paling tanggap dan peduli kalau ada bencana.

Hanya saja, kebaikan dan pengabdian FPI untuk kemanusiaan, tidak mendapat apresiasi dikalangan pendukung penguasa dan mereka yang sedang berkuasa.

Walaupun begitu, FPI tetap bertahta dihati mayoritas rakyat Indonesia, karena mereka merasakan dan menyaksikan bahwa FPI berguna dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Sejatinya FPI dijadikan mitra kemanusiaan oleh negara karena mereka telah berjasa dalam bidang kemanusiaan dan FPI bukan organisasi kriminal.

Satu hal lagi yang patut di apresiasi bahwa FPI bekerja dalam bidang kemanusiaan tidak memandang suku dan agama. Mereka menolong siapapun yang mengalami bencana, mereka tolong dan bantu, tanpa menanya agama dan suku apa?

Oleh karena itu, apapun yang dikatakan oleh pihak lain, keberadaan FPI diperlukan dan diapresiasi, karena pada saat pihak lain berwacana, FPI dengan dana sendiri, dan bantuan umat, mereka selalu terdepan melakukan aksi kemanusiaan.

Sebagai sosiolog, saya selalu mendoakan relawan HILMI FPI dan para donatur untuk selalu bersemangat dalam melanjutkan perjuangan membantu mereka yang mengalami musibah bencana.

Yakinlah tidak ada aksi kemanusiaan dan aksi apapun yang sia-sia, jika diniatkan untuk ibadah kepada Allah. Teruslah membantu dan menolong kepada kemanusiaan dalam rangka ibadah kepada Allah.

Doa saya, FPI seluruh Indonesia terus melanjutkan pengabdian di bidang kemanusiaan, karena setitik keringat dalam membantu saudara-saudara kita yang mengalami musibah, insya Allah pasti mendapat ganjaran pahala dari Allah.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi bangsa Indonesia khususnya relawan dan donatur HILMI FPI sebagai apresiasi dan pemberi semangat untuk melanjutkan perjuangan di bidang kemanusiaan.

Baca Juga

Lainnya

Menurut saya, spirit 212 sangat penting dijaga, dipelihara, dirawat dan diamalkan. Walaupun pelaksanaan Aksi Super Damai Reuni 212 mengalami hambatan karena kita masih dihantui...

Opini

Mereka yang benci HRS karena kebencian teologis dan kebencian politik, sangat tidak menginginkan kebebasan HRS dari penjara sebelum pemilu 2024.

Opini

Reuni Akbar 212 akan digelar bulan Desember 2021 di Jakarta. Diperkirakan akan dihadiri lebih dari 7 juta orang.

Politik

HRS telah digolongkan sebagai tokoh oposisi yang sangat berpengaruh karena konsisten dan berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. HRS telah menjadi simbol perjuangan rakyat yang...

Opini

Perbuatan radikal dan teror harus diakhiri dalam melawan ketidakadilan karena tidak akan pernah menang.

Politik

Menjelang ramadhan tiba, para pegiat media sosial sangat ramai yang menyuarakan tuntutan Habib Rizieq Syihab Dibebaskan sehingga banyak dibahas di media sosial.

Opini

Menurut Natalius Pigai, negara wajib mencari bukti dugaan pelanggaran HAM berat terhadap tewasnya enam laskar FPI.

Politik

Amien Rais adalah politisi terkemuka Indonesia, cendekiawan yang mumpuni dengan pendidikan yang hebat, berpengalaman dan banyak ilmu, bersih, jujur dan pemberani.