Connect with us

Anak manis ini lahir sembilan bulan yg lalu di Kampung Akuarium, namanya Anies Sandi. :) - twitter aniesbaswedan (28/9/2017)

DKI Jakarta

Tempat Tinggal Untuk Warga Akuarium: Demi Masa Depan Anak-Anak dan Keluarga Mereka

Warga DKI Jakarta, khususnya warga Akuarium tertolong dengan kemenangan Anies-Sandi dalam pemilihan Kepala daerah di DKI Jakarta tahun 2017.

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta telah menulis sebuah artikel yang diberi judul “JAKARTA: RUMAH UNTUK SEMUA” yang dimuat di facebook tgl 6 Desember 2021 dan dikutip banyak media Online.

Penulis menggambarkan kepahitan yang dialami warga akuarium yang digusur dengan mengatakan “Lima tahun lalu, sepulang dari sekolah, harapan akan masa depan cerah seketika sina. Rumah orang satu kampung diratakan buldoser. Sebuah ironi, warga jadi pengungsi di kampungnya sendiri. Rumah disapu, status kependudukan dicabut, masa depan terasa gelap.”

Tahun-tahun kegelapan dan penderitaan yang dialami warga dan anak-anak di pesisir utara ibukota tersebut yang mengalami penggusuran 11 April 2016, berubah dengan keceriaan serta kegembiraan, setelah dibangun rumah susun yang megah untuk semua warga bekas gusuran di Akuarium, yang diresmikan penggunaannya oleh Anies Baswedan pada 17 Agustus 2021.

Tulisan tersebut sangat menggugah dan banyak warga yang memberi respon positif. Sebagai sosiolog yang menyaksikan langsung peristiwa penggusuran dikawasan perumahan akuarium, memberi respon dengan menuangkan tulisan ini yang diberi judul “Tempat Tinggal Untuk Warga Akuarium: Demi Masa Depan Anak-Anak dan Keluarga Mereka.”

Saksi Hidup Penggusuran

Pada 11 April 2016 pukul 04.00 wib saya dijemput driver TV ONE di rumah untuk menuju kawasan Akuarium yang akan digusur guna live dalam Indonesia Pagi TV ONE.

Kami Tiba dilokasi sekitar 04.40 WIB kemudian ke Masjid Luar Batang untuk Salat Subuh.

Selesai Salat Subuh dan berdoa, kami kembali ke lokasi tempat akan dilakukan penggusuran.

Pada saat itu, kami amat terkejut dan tidak bisa mengerti karena dikawasan itu sangat banyak tentara, polisi dan Satpol PP yang sedang apel untuk persiapan melakukan penggusuran.

Di samping itu, kami menyaksikan buldozer sudah siap melakukan penggusuran rumah warga.

Rakyat berkumpul dan berdemonstrasi menolak penggusuran, tetapi bagaikan pepatah “anjing menggonggong kafilah berlalu.” Tepat pukul 06.00 pagi yang dikawal ratusan TNI, Polisi dan Satpol PP, penggusuran mulai dilakukan dan dalam waktu yang tidak lama semua rumah warga rata dengan tanah.

Teriakan, tangisan, takbir menggema di kawasan itu, tetapi warga sama sekali tidak berdaya. Pada saat sedang berlangsung penggusuran, kami menyaksikan aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet bergabung dengan warga mencoba bernegosiasi dengan aparat untuk menolak penggusuran, tapi usaha yang dilakukan sia-sia.

TV ONE Siaran Langsung

Dari lokasi penggusuran, kami diwawancara TV ONE. Sebagai sosiolog, mengecam dan mengutuk keras penggusuran tersebut yang dinilai merupakan kejahatan kemanusiaan. Tidak hanya itu, ikut menangis saat diwawancara TV ONE yang disiarkan langsung ke seluruh penjuru tanah air.

Penggusuran yang amat kejam dan tanpa rasa kemanusiaan sedikitpun terhadap rakyat kecil, tidak boleh dilupakan.

Oleh karena, kekejaman akan selalu berulang, manakala manusia melupakannya dan tidak menjadikan pelajaran.

Media memberitakan sebuah peristiwa penting seperti penggusuran rumah rakyat kecil di Akuarium , bukan saja untuk memberi informasi, tetapi untuk mengabarkan bahwa peristiwa serupa bisa terulang, jika manusia diam, dan tidak berusaha mencegah terulangnya sejarah kelam lagi kejam.

Itulah sebabnya Allah menurunkan wahyu kepada para Nabi dan Rasul, yang diantaranya berisi sejarah di masa lampau tentang orang baik dan orang jahat.

Alqur’an misalnya, memuat Lukman, dan Ashabul Kahfi sebagai contoh orang baik. Selain itu, Alqur’an memuat pula kisah orang jahat seperti Firaun, Raja Namrud, Haman dan sebagainya.

Jadi Manusia Perahu

Pada saat penggusuran rumah warga, beberapa kali hadir di kawasan tersebut, karena yang mewawancarai kami tidak hanya TV ONE, tetapi juga TV yang lain.

Wawancara lain TV ONE yang selalu diingat adalah wawancara dengan manusia perahu. Warga yang menolak pindah ke rumah susun yang disediakan pemerintah provinsi DKI Jakarta, memilih tinggal di perahu atau membuat gubuk di area penggusuran.

Alasan mereka tidak mau meninggalkan kampung Akuarium yang sudah rata digusur, karena pertama, para nelayan itu, mempunyai perahu yang ditambatkan disekitar mereka tinggal di kampung Akuarium. Jika pindah ke tempat yang jauh, siapa yang jaga perahu mereka. Padahal perahu adalah sarana untuk mencari ikan guna memenuhi kebutuhan keluarga.

Kedua, di tempat yang baru, mereka tidak mempunyai pekerjaan. Pada hal setelah beberapa bulan tinggal, mereka harus membayar sewa. Untuk makan isteri dan anak sehari-hari saja sudah susah karena tidak ada pekerjaan, apalagi mau bayar listrik, air dan biaya sekolah anak-anak.

Ketiga, mereka yang tidak mempunyai perahu, memilih tinggal di bekas rumah mereka yang sudah rata dengan tanah dengan membuat gubuk seadanya. Mereka disiang hari diterpa panas matahari yang luar biasa, dan di malam hari diterpa angin laut yang cukup dingin.

Ketika reporter TV ONE mewawancarai para manusia perahu dengan menanyakan berapa lama mereka bisa bertahan menjadi manusia perahu?. Dijawab sampai ada keadilan terhadap mereka.

Pada saat mendengar jawaban manusia perahu yang menjadi korban penggusuran, sebagai sosiolog saya kembali menggugat penggusuran yang kejam dan tidak adil.

Janji Anies di kampanye Pilkada DKI

Menggusur rakyat miskin di perkampungan Akuarium merupakan keputusan politik.

Oleh karena penggusuran tersebut merupakan keputusan politik, maka pemecahannya juga adalah keputusan politik.

Warga DKI Jakarta, khususnya warga Akuarium tertolong dengan kemenangan Anies-Sandi dalam pemilihan Kepala daerah di DKI Jakarta tahun 2017.

Pada masa kampanye, Anies dan Sandi beberapa kali ke kampung Akuarium dan berjanji akan membuatkan rumah susun Akuarium.

Alhamdulillah Anies-Sandi menang dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Janji Anies di kampanye Pilkada DKI, satu persatu ditunaikan.

Salah satu yang ditunaikan adalah membangun rumah susun Akuarium, yang diawali dengan membuatkan Selter bagi warga korban penggusuran di kampung Akuarium untuk menampung mereka yang bertahan di gubuk-gubuk bekas gusuran dan manusia perahu yang bertahan sampai hadir keadilan bagi mereka.

Kita bersyukur kepada Allah, Anies menepati janji politiknya terhadap warga bekas gusuran kampung Akuarium, sehingga kita bisa mengatakan bahwa Anies adalah penyelamat masa depan mereka.

Mereka kini bahagia dan tenang telah memperoleh tempat tinggal yang layak dan menusiawi. Harapan ke depan agar anak-anak mereka bisa mengenyam pendidikan yang baik dan menggapai masa depan yang gemilang.

Baca Juga

Pemilu

Lautan manusia yang datang untuk bersilaturahmi kepada Anies Baswedan merupakan massa yang disebut dalam literatur sosial politik sebagai autonomous participation (partisipasi otonom) yang datang...

Pendidikan

Hari ini 25 November 2022 adalah Hari Guru Nasional. Setiap kita memperingati Hari Guru Nasional, yang teringat kepada kita adalah pendidikan. Pendidikan adalah kunci untuk...

Opini

Momentum pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden partai Nasdem, mereka mengambil peluang untuk kembali bersinar 2024 mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden RI 2024.

Opini

Fenomena dukungan Anies Baswedan sebagai capres oleh Forum Kakbah Membangun (FKM) yang diikuti banyak kader PPP merupakan suatu bentuk upaya para kader PPP menyuarakan...

Pemilu

Isu sentral yang Digulirkan Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024 adalah masalah keadilan sosial. Sesuai dengan sila ke-5 Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh...

Pemilu

Selama hampir 10 (sepuluh) tahun Partai Keadilan Sejahtera PKS beroposisi. Tidak tergiur untuk masuk ke dalam gerbong pemerintahan Jokowi.

Opini

Relawan Anies Baswedan dibentuk di berbagai daerah seluruh Indonesia atas prakarsa dan swadaya masing-masing. Jauh sebelum Anies berakhir masa baktinya sebagai Gubernur DKI Jakarta...

Pemilu

Pamor semakin meroket tinggi setelah Partai Nasdem mengumumkan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden Partai Nasdem 2024.