Connect with us

ramai-ramai merayakan kemenangan sebelum pandemi pada tahun 2019 - unsplash ivanbe

Opini

Refleksi Akhir Tahun 2021: Umat Islam Harus Optimis dan Bangkit Berprestasi

Tanpa terasa bangsa Indonesia telah berada di penghujung tahun 2021 Masehi. Sebagai bangsa yang mayoritas Muslim, alhamdulillah telah menjalani tahun 2021 dengan rasa syukur. Ada suka dan ada pula duka.

Tanpa terasa bangsa Indonesia telah berada di penghujung tahun 2021 Masehi. Sebagai bangsa yang mayoritas Muslim, alhamdulillah telah menjalani tahun 2021 dengan rasa syukur. Ada suka dan ada pula duka.

Dalam rangka refleksi akhir tahun, saya ingin menyampaikan evaluasi kondisi umat Islam dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats).

Dengan analisis SWOT, semoga memandu bangsa Indonesia terutama umat Islam, untuk memahami dan menghayati, kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang dialami tahun 2021, sebagai bekal menghadapi tahun 2022.

Kekuatan Umat Islam

Umat Islam yang mayoritas di Indonesia, sejatinya mempunyai banyak kekuatan (strengths) untuk menghela berbagai kemajuan Indonesia dalam berbagai bidang.

Sejatinya kekuatan umat Islam di Indonesia luar biasa besar. 1) Mayoritas, 2) Hidup di negeri yang kaya raya, 3) Pekerja keras, 4) Moderat dan toleran, 5) Bisa hidup berdamping dengan agama lain, 6) Suka tolong menolong.

Akan tetapi dalam realitas, mereka lemah dalam segala hal sejak zaman penjajahan sampai saat ini. Kelemahan (weakness) umat Islam antara lain: 1) Terpecah belah tidak bersatu, 2) Tidak pernah memiliki pemimpin dalam arti yang sesungguhnya – hanya menjadi follower, 3) Tidak membangun sistem – hanya kerumunan massa, 4) Lemah dalam bidang ekonomi, 5) Lemah dalam bidang SDM.

Walaupun umat Islam masih lemah, tetapi mempunyai peluang (opportunities) untuk bangkit dan maju. 1) Umat Islam sudah banyak yang berpendidikan, 2) Mereka mayoritas, jika bersinergi dan bersatu, merupakan peluang untuk bangkit dan maju, 3) Mereka hidup di negeri yang kaya raya, 4) Semakin banyak yang sadar, umat Islam harus bangkit dan maju sebagai kekuatan bangsa dan negara, 5) Sudah berkembang berbagai lembaga pendidikan Islam yang berkualitas.

Selain umat Islam masih lemah dalam berbagai bidang, mereka menghadapi ancaman (threats) antara lain: 1) Lemah akidah, sehingga mudah dipecah belah dengan jabatan dan uang, 2) Tidak bersatu, sehingga mudah dipermainkan pihak lain, 3) Lemah solidaritas terhadap ulama dan sesama umat Islam.

Kondisi Umat Islam 2021

Umat Islam mengalami situasi dan kondisi yang amat berat di tahun 2021.

Pertama, dampak dari Covid-19, tidak sedikit yang mengalami pemutusan hubungan kerja, sehingga banyak yang menganggur.

Kedua, meningkat jumlah orang miskin di kalangan umat islam, karena kehilangan pekerjaan dan bisnis yang digeluti mengalami kebangkrutan.

Ketiga, akibat Covid-19, banyak umat islam yang meninggal dunia, sehingga banyak anak yatim.

Keempat, terjadi perlakuan yang dirasakan tidak adil terhadap sebagian umat Islam seperti HRS, FPI dan HTI.

Kelima, semakin banyak yang berani menista Islam dan ulama, tetapi tidak diberi tindakan hukum. Selain itu, terjadi politik belah bambu terhadap umat Islam. Sebagian diangkat dengan diberi jabatan dan kedudukan, sebagian lagi disingkirkan bahkan dipenjara.

Keenam, ekonomi masih berlanjut dikuasai segelintir orang, sehingga menghadirkan perasaan tidak adil di kalangan masyarakat terutama umat Islam.

Bangun Optimisme dan Bangkit Berprestasi

Walaupun bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim masih menghadapi berbagai permasalahan di tahun 2021, tetapi tidak boleh ada sikap pesimisme menghadapi tahun 2022.

Sayidina Ali bin Abi Thalib R.A. pernah berkata “Jangan biarkan hatimu berlarut-larut dalam kesedihan atas masa lalu, atau itu akan membuatmu tidak akan pernah siap untuk menghadapi apa yang akan terjadi.”

Oleh karena itu, umat Islam harus bangun optimisme. Roda kehidupan akan dipergilirkan diantara manusia. Allah memandu umat Islam dengan firmanNya:

وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

Wa tilkal ayyamu nudaawiluhaa bainannaas.
Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) – Surat Ali Imran: 140.

Selain itu, Ali bin Abi Thalib R.A. kembali mengingatkan supaya terus mengobarkan semangat. Dia berkata:

Orang yang pesimis selalu melihat kesulitan di setiap kesempatan, tapi orang yang optimis selalu melihat kesempatan dalam setiap kesulitan.”

Firman Allah tersebut serta nasihat Ali bin Abi Thalib R.A., hendaknya dipahami, dihayati dan diamalkan oleh bangsa Indonesia yang mayoritas umat Islam agar semakin kerja keras, berkolaborasi dan saling menolong pada tahun 2022 M agar umat Islam Indonesia bangkit berprestasi dan maju, seperti bangsa-bangsa lain di dunia.

Baca Juga

Politik

Saya sangat prihatin terjadinya demonstrasi di berbagai tempat yang menuntut Suharso Monoarfa, mundur sebagai Ketua Umum PPP.

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...

DKI Jakarta

Dalam rangka mudik lebaran, sebagai sosiolog saya terpanggil untuk mencegah berbagai musibah yang dialami pemudik dengan memberikan 20 Tips Mudik Selamat.

Politik

Bangsa Indonesia bersama bangsa Palestina melawan kekejaman dan penindasan tersebut tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk mewujudkan perdamaian dunia. Indonesia bersama palestina demi...

DKI Jakarta

Hadir secara daring dalam Dubai Expo 2020, Anies ajak investor untuk berinvestasi, beliau menjelaskan bahwa Jakarta akan terus meningkatkan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan melalui...

Politik

kecaman terhadap Putin karena menginvasi Ukraina seharusnya juga diterapkan kepada Negara Israel atas perlakuannya terhadap warga Palestina.

Lainnya

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah suatu peristiwa yang sangat agung. Isra pengertiannya menurut bahasa adalah perjalanan di malam hari, sedangkan mi’raj adalah tangga...

Politik

Belajar dari Chechnya, Ukraina dan Rusia, Muslim Indonesia harus kuat. Supaya kuat, maka harus bersatu dan jangan mau jadi alat untuk kepentingan penguasa yang...