Connect with us

Selamat beraktivitas bersama Transjakarta pada hari pertama di tahun 2022 ini - twitter PT_Transjakarta

DKI Jakarta

Taati Aturan Lalulintas, Jangan Nekad Melintas di Jalur Bus Transjakarta

Masih banyak pengendara mobil maupun sepeda motor yang suka melintas jalur bus Transjakarta. Padahal jalur bus Transjakarta merupakan jalur yang dibuat khusus dan mesti steril dari berbagai kendaraan lain. Tujuan utamanya agar bus Transjakarta dapat melaju cepat tanpa ada hambatan dari mobil maupun sepeda motor.

Masih banyak pengendara mobil maupun sepeda motor yang suka melintas jalur bus Transjakarta. Padahal jalur bus Transjakarta merupakan jalur yang dibuat khusus dan mesti steril dari berbagai kendaraan lain. Tujuan utamanya agar bus Transjakarta dapat melaju cepat tanpa ada hambatan dari mobil maupun sepeda motor.

Ketentuan tersebut memiliki dasar hukum yang kuat yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bahwa penerobos Jalur Bus Transjakarta akan dikenai sanksi berupa pidana kurungan atau denda.

Selain itu, Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Pada pasal 90 ayat (1) dari Peraturan Daerah itu disebutkan bahwa:
“Setiap Kendaraan Bermotor selain Mobil Bus Angkutan umum massal berbasis Jalan dilarang menggunakan lajur atau jalur khusus Angkutan umum massal berbasis Jalan.”

Bahkan menurut aturan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya, mobil dinas Kepolisian dan TNI serta mobil Kedutaan Besar juga dilarang memasuki jalur Transjakarta kecuali sifatnya situasional karena darurat.

Masih Banyak Yang Melanggar Aturan Lalulintas

Larangan melintas di jalur khusus angkutan umum massal berbasis jalan, dalam kenyataan, masih ada mobil pribadi, dan sangat sering saya melihat mobil yang berplat RFS yang suka melanggar ketentuan tersebut terutama pada saat macet.

RFS merupakan kepanjangan dari Reformasi Sekretariat Negara. Kode ini dikhususkan untuk kendaraan pejabat sipil negara. Lebih spesifik lagi bahwa kode RFS khusus diperuntukkan bagi kendaraan pejabat negara eselon 1 (setingkat Direktur Jenderal di Kementerian).

Mereka yang suka melanggar ketentuan tersebut, tidak hanya mobil pribadi yang mahal harganya, tetapi mobil berplat RFS, kendaraan bermotor, dan bahkan ada pejalan kaki yang melintas di jalur angkutan umum massal.

Dampak Negatif

Dampak negatif atas pelanggaran undang-undang lalulintas termasuk melintas di jalur bus Transjakarta yang berarti melanggar Peraturan Daerah tentang transportasi:

Pertama, Orang yang melanggar rambu-rambu lalu lintas termasuk pelintas jalur bus Transjakarta secara sengaja membuatnya tidak tenang dan merasa bersalah.

Kedua, Kalau dibiasakan melanggar rambu-rambu lalulintas dan melintas jalur bus Transjakarta, secara terus menerus maka akan menghadirkan budaya negatif di masyarakat yang sulit untuk dirubah.

Ketiga, akan diikuti pengguna kendaraan mobil maupun sepeda motor, karena berlaku teori imitasi, yaitu masyarakat suka meniru, tidak hanya yang baik, tetapi juga yang melanggar hukum.

Keempat, kebiasaan melanggar rambu-rambu lalu lintas termasuk melanggar jalur khusus bus Transjakarta, akan meningkatkan kecelakaan di jalan membahayakan keselamatan kendaraan termasuk pejalan kaki.

Kelima, bisa menimbulkan kesemrawutan dan kemacetan yang parah di jalan karena banyaknya pengendara yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas.

Kesadaran Warga

Untuk memastikan bahwa warga taat hukum, maka setidaknya dilakukan tiga hal. Pertama, menumbuhkan kesadaran warga DKI Jakarta pentingnya taat hukum.

Kedua, pentingnya partisipasi masyarakat untuk taat berlalulintas termasuk tidak melintas di jalur bus Transjakarta.

Ketiga, penting kolaborasi warga dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta, Direksi Transjakarta dan pengelola armada bus Transjakarta yang menjadi mitra Transjakarta untuk memastikan bahwa pelayanan kepada pengguna Transjakarta semakin baik dari waktu ke waktu.

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka siapapun yang melanggar aturan lalulintas termasuk mereka yang menerobos masuk jalur bus Transjakarta harus diberi sanksi.

Sanksi Hukum

Mereka yang melanggar lalulintas dan Peraturan daerah tentang transportasi supaya memperoleh efek jera, maka diberi sanksi kurungan paling lama dua bulan. Atau pelanggar dapat memilih sanksi denda dengan besaran nominal Rp 500.000.

Sanksi yang penting diberikan kepada para pelanggar lalulintas dan pelintas bus Transjakarta, adalah sanksi sosial seperti mengumumkan ke media pelakunya untuk membuat malu, dengan harapan pelakunya tidak mengulanginya dan orang berpikir 1000 kali untuk melakukan pelanggaran lalulintas dan melintas jalur bus Transjakarta.

Selain itu, pelanggar dapat dikenakan ancaman pidana kurungan paling lama 180 hari, serta denda paling sedikit Rp 5.000.000 atau paling banyak Rp 50.000.000.

Baca Juga

DKI Jakarta

Transjakarta tidak menaikkan harga Transjakarta. Mengapa Transjakarta tidak naik tiket? Jawabannya karena pemerintah provinsi DKI Jakarta memberikan subsidi terhadap moda transportasi massal seperti Transjakarta.

DKI Jakarta

Penataan Kota Tua telah menjadi destinasi wisata di Jakarta yang sangat menarik. Pada saat saya mengunjungi kota tua Minggu lalu saya menyaksikan banyak turis...

DKI Jakarta

Setelah turun di Halte Museum Fatahillah, saya mulai kagum menyaksikan kawasan Kota Tua yang telah ditata dengan sangat rapi, indah, nyaman dan mempesona.

DKI Jakarta

Mereka yang berpikiran jernih dan rasional dari suku, agama, ras dan antar golongan, pasti mengakui bahwa berbagai kebijakan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta...

DKI Jakarta

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida memberikan perhatian yang baik terhadap Jakarta dan Indonesia. Anies mengemukakan bahwa dia membahas kerja sama yang selama ini berlangsung...

DKI Jakarta

Jakarta sebagai kota global, tidak punya pilihan kecuali berjuang keras mewujudkan target elektrifikasi. Kita apresiasi PT.Transportasi Jakarta yang populer dengan Transjakarta, telah bertekad akan...

DKI Jakarta

Citayam Fashion Week masih hangat dibicarakan masyarakat, terutama para warganet di media sosial. Event fashion show ini pada mulanya berawal dari Anak Baru Gede...

DKI Jakarta

Di alun-alun kota tua, saya menyaksikan warga dari berbagai penjuru Jakarta datang ke lokasi tersebut dengan menggunakan Transjakarta.