Connect with us

Ozbek Han Mosque, Masjid tertua di Stary Krym, Crimea yang sedang diperebutkan Rusia dengan Ukraina - Piotr Matyga wikipedia https://en.wikipedia.org/wiki/Ozbek_Han_Mosque

Opini

Jika Rusia Serang Ukraina Semua Menderita: Bagaimana Nasib Umat Islam di Negara Itu?

Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan negara-negara lain sangat yakin bahwa Rusia bakal melakukan invasi di Ukraina. Walaupun Rusia sudah berkali-kali menegaskan bahwa tidak ada niat serang Ukraina, tetapi Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO tidak percaya pernyataan Rusia tersebut.

Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan negara-negara lain sangat yakin bahwa Rusia bakal melakukan invasi di Ukraina. Walaupun Rusia sudah berkali-kali menegaskan bahwa tidak ada niat serang Ukraina, tetapi Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO tidak percaya pernyataan Rusia tersebut.

Pasalnya Rusia sudah menempatkan 100 ribu tentaranya di perbatasan dengan Ukraina. Selain itu, Rusia saat ini sedang melakukan latihan perang bersama dengan Belarusia. Selain itu, Rusia sudah mengerahkan 30 kapal perang angkatan laut untuk melakukan latihan perang besar-besaran di laut Hitam.

Presiden AS Joe Biden telah memperingatkan Putin bahwa Amerika Serikat akan menanggapi dengan tegas dan menimbulkan kerugian yang cepat dan berat jika Rusia menyerang Ukraina. Peringatan itu datang ketika para pejabat AS mengatakan invasi Rusia dapat dimulai “kapan saja.”

Segera Keluar dari Ukraina

Para personil Kedutaan Besar Amerika Serikat dan warga negaranya di Ukraina sudah diperintahkan untuk segera meninggalkan Ukraina. Begitu pula Inggris, Prancis dan negara-negara di Timur Tengah.

Pada saat yang sama tentara Amerika Serikat dan Inggris yang dikirim ke Ukraina untuk melatih tentara Angkatan Bersenjata Ukraina telah diperintahkan untuk segera keluar dari Ukraina.

Apa makna dibalik perintah kepada personil Kedutaan Besar Amerika Serikat dan warga negaranya serta negara-negara NATO serta tentara mereka yang sedang di Ukraina?

Pertama, merupakan sinyal kuat bahwa Rusia segera serang Ukraina. Amerika Serikat dan Negara-negara NATO sangat yakin berdasarkan laporan intelejen bahwa Rusia segera melakukan serangan kepada Ukraina.

Kedua, Amerika Serikat dan negara-negara Anggota NATO tidak mau berperang – berhadapan dengan tentara Rusia, jika perang meletus antara Rusia dengan Ukraina. Oleh karena itu, tentara mereka diperintahkan untuk segera Keluar dari Ukraina.

Ketiga, Amerika Serikat dan negara-negara NATO akan membantu Ukraina dalam bentuk diplomasi dan tekanan ekonomi kepada Rusia, tetapi tidak untuk berperang melawan tentara Rusia.

Keempat, pelajaran bagi bangsa-bangsa lain termasuk Indonesia bahwa dalam menghadapi musuh dari luar, yang bisa menjadi garda terdepan untuk melindungi bangsa dan negara adalah bangsa itu sendiri yaitu militernya dan rakyatnya.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana nasib rakyat Ukraina khususnya umat Islam jika Rusia melakukan serangan kepada Ukraina?

Umat Islam di Ukraina

Kalau Rusia dan Ukraina berperang, maka yang akan korban tidak hanya tentara yang berperang dari kedua belah pihak, tetapi rakyat Ukraina yang diinvasi.

Rakyat Ukraina yang mayoritas beragama Katolik Ortodoks dan umat Islam yang tergolong minoritas di negara itu akan menjadi korban.

Islam di Ukraina memiliki akar yang teramat dalam. Pertama kali masyarakat mendengar tentang Islam adalah melalui kunjungan bisnis para saudagar dari tanah Arab dan negara negara timur di selatan wilayah Ukraina.

Para saudagar Muslim yang melakukan hubungan dagang dengan masyarakat Ukraina di kota Kiev sudah terjalin sangat lama. Seperti halnya di Indonesia, para saudagar Muslim selain berdagang mereka juga menyebarkan Islam. Islam cepat berkembang karena mereka juga akhirnya kawin. Melalui jalinan perkawinan, Islam berkembang di kota Kiev dan kota-kota lainnya.

Menurut sejarah, pemukiman Muslim pertama di kota Kiev sudah eksis sejak abad ke 18. Di dua abad terakhir komunitas Muslim di tanah Ukraina terus membengkak, dan diperkirakan saat ini ada sekitar dua juta Muslim di Ukraina.

Sampai tahun 1917, perkembangan Islam di Ukraina cukup stabil. Namun berkuasanya rezim Uni Sovyet (1922-1991) di Ukraina, terjadi kesulitan yang luar biasa penyelenggaraan peribadatan umat Islam dan Agama Lain.

Walaupun begitu, Muslim Ukraina tetap menjalankan ibadah dan mempertahankan agama yang diwariskan secara turun temurun dari para pendahulu mereka, serta menjaga segala warisan keislamannya.

Terjadi perubahan yang dramatis di awal tahun 1990-an, ketika Uni Sovyet mengalami kemunduran dan akhirnya bubar, komunitas Muslim Ukraina mengalami transformasi.

Seiring dengan itu, Ukraina yang semula menjadi bagian dari Uni Soviet melakukan pula transformasi menjadi negara merdeka. Perubahan tersebut menimbulkan perubahan fundamental yang berkaitan dengan pengakuan negara terhadap hak hak publik.

Umat Islam dapat dengan terbuka membicarakan dan menjalankan ajaran Islam dengan bebas. Selain itu, ketika Ukraina merdeka, komunitas Muslim mempunyai kesempatan membentuk lembaga komunitas pusat Muslim untuk merancang sebuah koordinasi proses kebangkitan kembali kehidupan beragama di negara itu.

Tanggal 9 September 1993, Dewan Urusan Agama di bawah Kabinet kementerian kabinet Ukraina telah menerima pendaftaran Badan Urusan Agama Islam Ukraina (DUMA) yang menyatukan seluruh komunitas muslim di Ukraina. Pemimpin DUMA yang mengorganisir komunitas Muslim Ukraina dan luar negeri.

Tujuan utama DUMA adalah memberikan dukungan dan tuntunan bagi kondisi yang memungkinkan ummat menjalankan syariat sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah. Salah satu penekanan upaya DUMA adalah mempererat tali silaturrahim di antara masyarakat Muslim Ukraina yang berasal dari beragam bangsa berdasarkan pemahaman agama yang bersih dari pemahaman yang salah termasuk tindakan ekstrimis dan tindakan negatif lainnya.

Jika terjadi perang antara Rusia dengan Ukraina, maka umat Islam yang tengah tumbuh dan berkembang pasca Uni Sovyet yang komunis itu, pasti mengalami masalah.

Oleh karena itu, kita mendoakan semoga ditemukan solusi damai dan tidak terjadi perang karena dalam perang yang menang akan jadi arang dan yang kalah jadi abu. Bangsa dan negara Ukraina khususnya umat Islam dan umat agama lain pasti rugi dan menderita.

Baca Juga

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...

Politik

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Arab Saudi untuk bertemu dengan raja Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Kita...

Politik

Bangsa Indonesia bersama bangsa Palestina melawan kekejaman dan penindasan tersebut tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk mewujudkan perdamaian dunia. Indonesia bersama palestina demi...

Politik

kecaman terhadap Putin karena menginvasi Ukraina seharusnya juga diterapkan kepada Negara Israel atas perlakuannya terhadap warga Palestina.

Politik

Belajar dari Chechnya, Ukraina dan Rusia, Muslim Indonesia harus kuat. Supaya kuat, maka harus bersatu dan jangan mau jadi alat untuk kepentingan penguasa yang...

Politik

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepatutnya diberi acungan jempol dan diberi dukungan pada pemilu 2024 karena merupakan satu-satunya partai politik di DPR RI yang memperjuangkan...

Opini

Tanpa terasa bangsa Indonesia telah berada di penghujung tahun 2021 Masehi. Sebagai bangsa yang mayoritas Muslim, alhamdulillah telah menjalani tahun 2021 dengan rasa syukur....

Opini

Umat Islam yang mayoritas, terus tidak berdaya dan semakin diperparah keadaan mereka karena tidak bersatu umat Islam dipecah belah, sehingga tidak pernah memegang kekuasaan...