Connect with us

Warga menyambut Ganjar Pranowo dg memberikan berbagai macam hasil bumi Wadas supaya paham bahwa dr hasil bumi Wadas yg melimpah, warga Wadas sudah sejahtera tanpa tambang (14/2/2022) - twitter Wadas_Melawan

Politik

Warga Wadas: Kami Sudah Sejahtera Tanpa Tambang, Sambil Memberikan Berbagai Macam Hasil Bumi Wadas

Kasus Warga Wadas bulan ini masih terus menjadi isu nasional. Komisi lll DPR RI sudah turun ke Desa Wadas untuk mencari dan menemukan fakta tentang kasus Wadas. Begitu pula Komnas HAM RI, dan berbagai lembaga dan perorangan sudah turun ke lapangan.

Kasus Warga Wadas bulan ini masih terus menjadi isu nasional. Komisi lll DPR RI sudah turun ke Desa Wadas untuk mencari dan menemukan fakta tentang kasus Wadas. Begitu pula Komnas HAM RI, dan berbagai lembaga dan perorangan sudah turun ke lapangan.

Selain itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sudah mendatangi warga yang kontra dengan penambangan batu andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

Ganjar menemui warga di Masjid Nurul Huda, Dusun Krajan, Desa Wadas pada Minggu, 13 Februari 2022.

Media memberitakan bahwa warga desa Wadas menyambut baik kedatangan Gubernur Ganjar. Ajakan dialog oleh Gubernur Ganjar diterima oleh warga. Media juga memberitakan, untuk menyambut kedatangan Gubernur Ganjar, warga memberikan berbagai macam hasil bumi Wadas.

Maksud yang tersirat dari pemberian berbagai macam hasil bumi “supaya Gubernur Ganjar paham bahwa dari hasil bumi Wadas yang melimpah, warga sudah sejahtera tanpa tambang.”

Permintaan Warga Wadas

Dalam pertemuan dengan Gubernur Ganjar, warga Wadas menyampaikan bahwa ibu-ibu dan anak-anak mereka masih mengalami trauma atas rentetan kekerasan yang terjadi. Warga juga meminta Ganjar untuk mengusut tuntas pengerahan aparat yang berlebihan, intimidasi, dan pemukulan terhadap warga Wadas.

Kondisi sosial warga desa Wadas yang masih trauma, sebelumnya mereka telah sampaikan kepada para Anggota DPR RI komisi lll, juga kepada tim Komnas HAM RI dan berbagai lembaga dan pribadi yang turun ke Desa Wadas untuk melakukan dialog.

Mereka juga meminta solusi kasus ini dari Ganjar yaitu menghentikan tambang dan mencabut izin penetapan lokasi (IPL) di Wadas. “Warga Wadas tetap konsisten menolak tambang di Wadas dan memperjuangkan alam Desa Wadas,” kata Julian dari LBH Yogyakarta.

Sementara, Ganjar yang datang sendirian tanpa pengawalan aparat kepolisian, disambut dengan hangat oleh masyarakat tanpa ketegangan sama sekali dalam pertemuan itu. Usai melaksanakan shalat Zuhur, Ganjar yang duduk lesehan di teras masjid mengawali sambutannya dengan meminta maaf kepada warga Wadas atas kejadian yang kurang menyenangkan pada Selasa, 8 Februari lalu.

“Saya minta maaf pada bapak ibu atas peristiwa yang terjadi, makanya saya datang ke sini secara langsung. Yang kedua, saya ke sini ingin mendengarkan langsung dari masyarakat dari persoalan yang ada, saya juga ingin takziah karena mendengar ada sesepuh di Desa Wadas yang meninggal, semoga Husnul Khatimah,” tutur Ganjar.

Kasus Wadas Selesai?

Kita apresiasi dialog yang dilakukan Gubernur Ganjar dengan warga Desa Wadas. Kita juga sambut baik keinginan Gubernur Ganjar untuk datang sekali lagi dan tidur bersama warga di Desa Wadas.

Akan tetapi, pendekatan semacam itu tidak akan menyelesaikan masalah jika tuntutan warga Desa Wadas tidak dipenuhi.

Setidaknya ada dua tuntutan yang diminta warga Desa Wadas. Pertama, menghentikan penambangan yang sedang berlangsung. Kedua, mencabut Izin Penetapan Lokasi (IPL).

Pertanyaannya, apakah Gubernur Ganjar berani memenuhi tuntutan warga Desa Wadas? Menurut saya, Gubernur Ganjar menghadapi pertaruhan yang amat berat. Dia memihak warga Desa Wadas atau memihak kepada pengusaha?

Selama ini kebijakan Gubernur Ganjar memberi IPL kepada pengusaha merupakan bukti, dia pro pengusaha. Pertanyaannya, apakah setelah kasus Desa Wadas meledak dan Gubernur Ganjar menjadi bulan-bulanan akan berubah atau tetap konsisten dengan kebijakannya memihak kepada pengusaha?

Kita terpaksa harus sabar menunggu konsistensi warga terhadap tuntutan mereka atau kita sabar menunggu manuver politik lanjutan yang akan dimainkan Gubernur Ganjar apakah hanya buying time atau memenuhi tuntutan warganya.

Wallahu a’lam bisshawab

Baca Juga

DKI Jakarta

Menurut Anies pengoperasian bus listrik merupakan solusi untuk mengatasi dua masalah Jakarta, yaitu mengurangi polusi udara dan kemacetan. Komitmen Anies mengatasi polusi udara dan...

DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengganti separuh armada bus Transjakarta menjadi kendaraan listrik pada 2025 mendatang.

Opini

Kasus di desa Wadas yang sedang ramai dibicarakan publik dan menjadi pemberitaan media nasional yang masif karena mayoritas warga desa Wadas menolak tambang di...

Opini

Aksi main hakim sendiri sangat sering kita dengar, baca dan saksikan dalam tayangan media. Perasaan selalu diselimuti keprihatinan, kesedihan, dan penyesalan ketika terjadi aksi...

Opini

Tanah bagi warga wadas masyarakat desa, mempunyai multi fungsi, tidak saja sebagai tempat bermukim (bertempat tinggal), tetapi juga berfungsi sosial sebagai tempat mereka berkumpul,...

Politik

Saya dan Ubedilah Badrun menjadi narasumber, saya menyimak pandangannya yang bermakna dan kritis, tetapi argumentasinya rasional yang jauh dari upaya mendiskreditkan siapapun. Kehebatannya menurut...

Politik

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta umat Islam bersatu melawan ketidakadilan. Hal tersebut ia katakan dalam pidatonya untuk Pemuda Kerja Sama Islam (ICYF) dalam...

DKI Jakarta

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2021 melakukan kampanye sadar sampah.