Connect with us

Paskibra mengibarkan sang saka merah putih (24/7/2020) - unsplash mufidpwt

Politik

Pelajaran dari Ukraina: Indonesia Harus Perkuat Keadilan Ekonomi, Militer dan Sumber Daya Manusia

Kondisi yang dialami Ukraina merupakan pelajaran yang amat penting dan berharga bagi Indonesia.

Jauh sebelum Presiden Putin memerintahkan tentaranya invasi Ukraina, Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO bersuara keras dan bersumpah akan membantu Ukraina jika negara itu diserang Rusia.

Mereka buktikan dengan mengirim tentara dan persenjataan modern ke Ukraina, seolah mereka siap bertempur melawan tentara Rusia.

Akan tetapi, menjelang invasi Rusia ke Ukraina, Amerika Serikat dan negara-negara NATO memerintahkan tentara mereka yang berada di Ukraina agar segera meninggalkan negara itu.

Realitas tersebut sangat menyedihkan bagi pemerintah dan rakyat Ukraina, karena setelah Rusia melakukan invasi ke Ukraina, tak ada satupun negara Eropa, dan juga Amerika Serikat (AS), yang membantu. Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly dalam sebuah wawancara radio di Paris, Prancis, Jumat (25/2/2022) mengatakan tidak ada yang menginginkan bentrokan militer langsung dengan Rusia. Alasannya, lantaran Rusia merupakan negara yang berkekuatan nuklir.

“Kami tidak menyatakan perang terhadap Rusia. Menurut dia, tak ada satu pun negara Eropa atau AS yang ingin berkelahi dengan Rusia,” ujar Parly, dilansir dari TASS, Jumat (25/2).

“Tujuan kami adalah mencapai gencatan senjata,” tekannya.

Sang menteri perempuan yang belum lama ini singgah di Jakarta mengemukakan bahwa Rusia adalah negara yang memiliki kekuatan nuklir. Demikian pula dengan Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Lebih lanjut, dia bertanya: apa anda ingin perang nuklir?” Parly bertanya balik saat disinggung tentang apakah Prancis bermaksud mengirimkan bantuan militer untuk mempertahankan Ukraina?

Parly menegaskan “Senjata nuklir adalah senjata pencegahan, yang tidak boleh digunakan.”

Parly menjelaskan, prioritas Prancis dan NATO adalah memastikan keamanan negara-negara anggota, terutama di sisi timur.


Presiden Ukraina berkata, “Saya disini. Kami tidak akan meletakkan senjata. Kami akan membela negara. Karena senjata kita adalah kebenaran.”

Perkuat Keadilan Ekonomi

Kondisi yang dialami Ukraina merupakan pelajaran yang amat penting dan berharga bagi Indonesia. Begitu kuatnya jalinan hubungan antara pemerintah Ukraina dengan Amerika Serikat dan negara-negara barat. Begitu pula sebaliknya Amerika Serikat dan negara-negara Anggota NATO, sehingga mereka mendukung negara itu menjadi anggota NATO, tetapi ketika negara itu diserang tentara Rusia, tidak ada negara yang mau membantu secara langsung.

Pemerintah Indonesia bisa membangun kerjasama dengan negara-negara manapun di dunia termasuk negara-negara besar untuk membangun ekonomi Indonesia, tetapi pelajaran dari Ukraina harus selalu diingat bahwa yang bisa menolong Indonesia saat menghadapi musuh, hanya bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus selalu memperkuat diri. Salah satu yang harus diperkuat adalah ekonomi.

Pembangunan ekonomi tidak hanya sekedar mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi yang amat penting mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang menghadirkan keadilan sosial.

Ekonomi yang wajib ditumbuhkan adalah ekonomi yang berkeadilan yaitu yang berbentuk belah ketupat. Ditengah besar seperti belah ketupat, yang tidak lain adalah kelas menengah yang banyak dan besar dalam penguasaan ekonomi.

Ekonomi semacam itu, amat diperlukan agar ekonomi Indonesia tidak hanya dikuasai segelintir orang yang sangat kaya, tetapi sebagian besar bangsa Indonesia juga kaya. Sementara, mereka yang belum kaya diberikan penguatan dengan mendorong sekeras-kerasnya putera-puteri mereka untuk mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas sebagai sarana mobilitas vertikal.

Bangun Kekuatan Militer

Selain membangun ekonomi Indonesia yang berkeadilan, juga merupakan conditio sine quanon, Indonesia membangun kekuatan militer yang hebat dan tangguh.

Menurut Situs pemeringkat militer dunia Global Fire Power (GFP) merilis kekuatan militer 140 negara di dunia pada 2022. Hasilnya, kekuatan militer Indonesia berada di urutan 15 dunia dan di ASEAN urutan 1.

Media memberitakan bahwa anggaran untuk memperkuat pertahanan Indonesisa termasuk pembelian persenjataan dan pesawat tempur tahun 2020-2044 sebesar US$ 124, 99 miliar. Kalau dirupiahkan sebesar 1.760 triliun.

Untuk semakin memperkuat Tentara Nasional Indonesia (TNI) terutama persenjataannya, kita apresiasi Menteri Pertahanan Republik Indonesia Letnan Jenderal TNI Purn Prabowo Subianto yang telah melakukan negosiasi dan akan membeli pesawat tempur 42 jet Rafale.

Berdasarkan pengalaman di Ukraina, maka walaupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mengalami masalah, tetapi anggaran pertahanan Indonesia sebesar itu, pada masa mendatang perlu ditingkatkan terutama gaji Tentara Nasional Indonesia.

Perkuat SDM

Indonesia akan semakin kuat dan hebat, tidak saja kekuatan ekonomi dan militer yang hebat, tetapi sumber daya manusia (SDM) harus terus-menerus ditingkatkan dan diperluas jangkauannya.

Kita apresiasi adanya Beasiswa Pendidikan Indonesia untuk S2 dan S3 di dalam dan luar negeri dari LPDP.

Selain itu, beasiswa UKT dan Kartu Kuliah Indonesia (KIP) Kuliah yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia, beasiswa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan yaitu Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), beasiswa Yayasan Jakarta, beasiswa Baznas dan berbagai macam beasiswa yang disediakan pemerintah daerah dan swasta.

Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, untuk membuat Indonesia semakin kuat dan hebat di masa depan, selain memperkuat ekonomi Indonesia yang bersifat belah ketupat, juga kekuatan pertahanan Indonesia yang ditopang tentara yang terlatih dengan kesejahteraan yang baik, serta persenjataan yang modern dan canggih.

Tentara Indonesia yang kuat dan terlatih harus selalu siap berperang jika ingin mencapai perdamaian.

Selain itu, sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, terampil dan memiliki nasionalisme sangat diperlukan untuk memastikan Indonesia tetap survive ditengah pertarungan kepentingan semua negara di dunia.

Baca Juga

Pendidikan

Hari Kebangkitan Nasional yang kita peringati tahun ini, menurut saya pilar utamanya adalah pendidikan.

Politik

Prancis memiliki militer yang mendapatkan peringkat ke-7 sebagai militer terkuat di dunia. Hal ini menjadikan Prancis sebagai Militer terkuat di Eropa setelah Rusia.

Politik

Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO, bersekutu untuk melawan Rusia yang melakukan operasi militer terhadap Ukraina dengan membantu dana dan persenjataan terhadap Ukraina dalam...

Dunia Usaha

Sejatinya kenaikan harga kebutuhan rumah tangga sudah mengalami kenaikan sejak akhir Desember 2021. Sekarang ini (2022) semakin meningkat harganya dan menjadi tontonan yang kurang...

Pendidikan

Tina Nur Alam, setelah menjadi anggota DPR RI mengusahakan beasiswa untuk membantu putera (i) tamatan Sekolah Lanjutan Atas (SLA) di Sulawesi Tenggara yang orang...

Opini

Indikator yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menganalisis bahwa Indonesia tidak dalam keadaan baik-baik saja antara lain, masalah politik.

Covid-19

Indonesia Hadapi Krisis besar yaitu krisis pandemi covid, krisis kemiskinan, krisis utang yang sudah luar biasa besar, krisis korupsi dan krisis demokrasi.

Sosial

Sebagaimana provinsi lain di Kawasan Timur Indonesia, tidak mudah bagi mereka yang hidup di Kawasan Indonesia Barat ataupun yang lahir dan hidup di Barat...