Connect with us

Sholat di Masjid Assahara, Kembangan Jakarta (23/2/2020) - unsplash Positive Moslem Attitude

Politik

Muslim Indonesia Harus Kuat, Jangan Mau Jadi Alat: Tentara Muslim Chechnya Yang Mendukung Rusia

Belajar dari Chechnya, Ukraina dan Rusia, Muslim Indonesia harus kuat. Supaya kuat, maka harus bersatu dan jangan mau jadi alat untuk kepentingan penguasa yang tidak demokratis.

Pada Kamis 24 Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan Rusia untuk masuk ke Ukraina. Salah satu bagian dari pasukan Rusia yang diterjunkan ke Ukraina adalah tentara Muslim Chechnya.

Republik Chechnya merupakan negara bagian dari Federasi Rusia. 95 persen penduduk Chechnya adalah Muslim. Jumlah penduduknya diperkirakan January 2016 sebanyak 1.395.678 jiwa. Presiden Republik Chechnya adalah Ramzan Kadyrov.

Hari jadi Republik Chechnya 11 Januari 1991 dengan ibu kota Grozny.

Pasca runtuhnya Uni Sovyet, para pejuang Chechnya Muslim memproklamasikan kemerdekaan dan membentuk pemerintahan sendiri yang sah, tetapi tidak ada negara yang mengakui. Proklamasi kemerdekaan Republik Chechnya telah menyebabkan konflik terbuka dengan Rusia.

Menurut laporan pejabat pro Rusia bahwa sejak 1994 lebih dari 200.000 pejuang Chechnya tewas dan lebih dari 20.000 warga sipil dan anak-anak meninggal dunia dan menjadi anak yatim piatu.

Untuk mengakhiri perang dengan Rusia, dilakukan perundingan damai, dan dicapai kesepakatan bahwa Republik Chechnya diakui kemerdekaannya, pemerintahannya dan parlemennya dan Republik Chechnya bergabung dalam negara federasi Rusia.

Tentara Muslim Chechnya Diterjunkan

Presiden Republik Chechnya Ramzan Kadyrov mengemukakan bahwa pasukan dari Chechnya ikut diterjunkan ke Ukraina. Tugas utama mereka adalah menghindari hilangnya banyak nyawa.

Hal tersebut dikemukakan Kadyrov sebagaimana di lansir Al Jazeera Sabtu (26/2/2022). Ramzan Kadyrov terjun langsung menyaksikan pasukan Chechnya yang bertempur di Ukraina.

Dalam sebuah video yang diunggah di internet, Kadyrov mengemukakan bahwa pasukan Chechnya yang merupakan unit-unit Kaukasus Utara sejauh ini tidak mengalami kerugian. Pasukan Rusia dengan mudah mengambil kendali atas kota-kota Ukraina termasuk Kiev.

Di Grozny, ibu kota Republik Chechnya, para tentara yang diterjunkan untuk berperang di Ukraina, menurut video yang dimuat di media sosial, seorang tentara mengumndangkan azan ditengah pasukan Muslim Chechnya yang akan berangkat di medan perang, mereka salat terlebih dahulu.

Selain itu, pada saat mereka bersiap dan mulai berangkat ke medan perang, diperdengarkan lagu-lagu bernuansa keagamaan yang mendorong semangat berjuang.

Ramzan Kadyrov, Presiden Republik Chechnya yang dikenal sangat dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin telah meminta agar Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky tidak mengorbankan rakyatnya di tengah kecamuk perselisihan wilayah ini.

Presiden Chechnya itu menasehati Presiden Volodymyr Zelensky sebelum dia menjadi mantan Presiden Ukraina agar segera meminta ampunan kepada Presiden Putin.

Menurut Kadyrov permohonan maaf itu diperlukan untuk menyudahi konflik antara Rusia dan Ukraina.

Muslim Indonesia Harus Kuat dan Jangan Mau Jadi Alat

Belajar dari Chechnya, Ukraina dan Rusia, Muslim Indonesia harus kuat. Supaya kuat, maka harus bersatu dan jangan mau jadi alat untuk kepentingan penguasa yang tidak demokratis.

Muslim Indonesia harus kuat iman dan takwanya, kuat ekonomi, kuat persatuan dan sumber daya manusianya.

Selain itu, Muslim Indonesia harus terus mengobarkan perdamaian. Harus cinta damai dan menghindari konflik. Maka, mereka yang diberi amanah untuk memimpin indonesia, harus selalu menggunakan diksi yang mempersatukan seluruh bangsa Indonesia.

Akan tetapi, melihat geopolitik di dunia, Indonesia harus kuat secara militer. Konflik di Timur Tengah seperti di Irak, Palestina, Lebanon, Suriah, dan Yaman, yang selalu dijadikan contoh negatif oleh beberapa pihak, sejatinya mereka yang mayoritas Muslim merindukan persatuan yang membawa perdamaian dan ketenangan, tetapi berbagai negara tersebut terus-menerus dilanda konflik karena adanya intervensi kekuatan asing.

Indonesia tidak bakal di intervensi oleh kekuatan asing jika kuat, manunggal tentara dan rakyat, memiliki kekuatan angkatan bersenjata yang besar, kuat dan solid dengan berbagai macam peralatan persenjataan yang modern, pesawat tempur yang mutakhir, serta kapal perang yang hebat.

Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim sangat cinta damai. Konsepnya, akan tetapi jika cinta damai, maka harus selalu siap berperang. Musuh tidak akan berani menyerang Indonesia apalagi melakukan intervensi seperti yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina, jika melihat Indonesia kuat, solid, manunggal rakyat dengan Tentara Nasional Indonesia.

Baca Juga

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...

DKI Jakarta

Dalam rangka mudik lebaran, sebagai sosiolog saya terpanggil untuk mencegah berbagai musibah yang dialami pemudik dengan memberikan 20 Tips Mudik Selamat.

Politik

Bangsa Indonesia bersama bangsa Palestina melawan kekejaman dan penindasan tersebut tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk mewujudkan perdamaian dunia. Indonesia bersama palestina demi...

Politik

Rusia akhirnya menggunakan rudal hipersonik dalam melawan Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia mengaku mereka telah menggunakan Kinzhal (berarti belati dalam bahasa Rusia), rudal aerobalistik hipersonik.

Politik

Dunia dalam keadaan tidak aman. Pertahanan dan keamanan sedang terancam dan adanya potensi perang dunia.

Politik

kecaman terhadap Putin karena menginvasi Ukraina seharusnya juga diterapkan kepada Negara Israel atas perlakuannya terhadap warga Palestina.

Politik

Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO, bersekutu untuk melawan Rusia yang melakukan operasi militer terhadap Ukraina dengan membantu dana dan persenjataan terhadap Ukraina dalam...

Politik

Invasi militer Rusia ke Ukraina didahului dengan dekrit Presiden Putin yang mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk yang memisahkan diri dari...