Connect with us

Masjid Putih, Grand Mosque di Abu Dhabi (21/11/2019) - unsplash Rumman Amin

Lainnya

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Kewajiban Shalat Lima Waktu

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah suatu peristiwa yang sangat agung. Isra pengertiannya menurut bahasa adalah perjalanan di malam hari, sedangkan mi’raj adalah tangga untuk naik ke atas.

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah suatu peristiwa yang sangat agung.

Isra pengertiannya menurut bahasa adalah perjalanan di malam hari, sedangkan mi’raj adalah tangga untuk naik ke atas.

Maka pengertian Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsa, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan beliau dari Masjid al-Aqsa ke Sidrah al-Muntaha.

Sidrah al-Muntaha adalah tempat di langit yang bersifat ghaib, tidak mungkin dijangkau oleh panca indera manusia, bahkan tidak dapat dijangkau oleh akal pikiran.

Allah menggambarkan peristiwa Isra sebagaimana disebutkan dalam Alqur’an:

سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَـٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Maha suci Dia (Allah) yang memperjalankan hambanya (Muhammad) di suatu malam, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang Kami berkati disekilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami, Sesungguhnya Dia (Allah) Maha mendengar Maha melihat (S. Al Isra 17:1)

Allah tidak saja memperjalankan Nabi Muhammad SAW dari Masjid Haram ke Masjid Aqsa, tetapi juga Allah memperjalankan untuk Mi’raj ke langit sampai di Sidrah Al-Muntaha untuk bertemu denganNya (Allah).

Peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang ditemani Malaikat Jibril merupakan kejadian luar biasa yang sangat sulit diterima manusia pada masa itu.

Bayangkan jarak dari Masjid Haram (Makah) ke Masjid Aqsa (Yerusalem) sepanjang 1.485.35 km atau 920,92 mil. Jika kita jalan darat dengan naik mobil kecepatan 80/km, maka butuh waktu 15,5 jam. Belum lagi Mi’raj ke langit tujuh hingga sampai ke Sidratul Muntaha untuk bertemu Allah.

Abu Bakar Yang Pertama Membenarkan

Setelah Nabi Muhammad SAW tiba di Makah dari perjalanan Isra Mi’raj, Nabi menceritakan kepada para sahabatnya tentang apa yang dijalani. Abu Bakar merespon cerita Nabi dengan mengatakan “shadaqta ya Muhammad” (benar engkau ya Muhammad). Itulah sebabnya Abu Bakar di beri gelar “Asshiddiq.”

Pada masa itu, teknologi belum berkembang seperti sekarang, sangat sulit mempercayai yang diceritakan Muhammad saw. Dalam masalah Isra’ dan M’raj, setidaknya ada tiga kelompok masyarakat dalam menyikapi Isra’ dan Mi’raj.

Pertama, percaya Nabi Muhammad SAW yang ditemani Malaikat Jibril melakukan Isra Mi’raj secara rohani dan jasmani. Mereka yang percaya hal itu adalah para sahabat Nabi seperti Abu Bakar.

Kedua, percaya Nabi Muhammad SAW melakukan Isra Mi’raj, tetapi hanya rohani saja. Mereka tidak percaya Nabi Muhammad SAW Isra Mi’raj dengan rohani dan pisik. Mereka yang berpendapat seperti itu adalah kaum Mu’tazilah.

Ketiga, tidak percaya Nabi Muhammad SAW melakukan Isra Mi’raj. Mereka yang tidak percaya Nabi melakukan Isra Mi’raj adalah kaum kafir Quraisy.

Amul Huzni dan Isra Mi’raj

Amul huzni berarti tahun kesedihan yang terjadi tahun ke-10 atau ke-11 masa kenabian.

Disebut tahun kesedihan karena berbagai peristiwa yang membuat Nabi bersedih, diantaranya, meninggalnya isteri Nabi Muhammad saw, Sitti Khadijah, yang selama hidupnya selalu mendukung perjuangan dakwah Nabi.

Selain itu, paman nabi Muhammad saw, Abu Thalib juga meninggal ditahun yang sama. Abu Thalib ditunjuk oleh kakeknya Abdul Mutthalib untuk mengasuh Muhammad. Oleh karena itu, Abu Thalib sangat menyayangi dan melindungi Muhammad.

Abu Thalib adalah orang yang mempunyai kedudukan kuat di Makah karena pemimpin suku Quraish. Tokohnya adalah kakek Nabi Muhammad SAW yaitu Abdul Mutthalib.

Setelah Siti Khadijah dan Abu Thalib meninggal dunia, Nabi Muhammad SAW sangat sedih, maka disebut “amul huzni” (tahun kesedihan) karena keduanya merupakan penyokong dan pelindung Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan dakwah.

Untuk mengobati kesedihan dan memberi semangat perjuangan kepada Nabi Muhammad saw, Allah meng’isra’kan dan memi’rajkan Nabi Muhammad SAW yang tujuannya antara lain agar beliau mengetahui secara mendalam tanda-tanda keagungan dan kebesaran Allah, kekuasaan dan kasih sayangNya terhadap semua makhluk.

Shalat Lima Waktu

Perintah yang langsung Nabi Muhammad SAW terima dari Allah ialah shalat lima waktu.

Semula Allah perintahkan shalat 50 waktu, tetapi Nabi Muhammad SAW ketika bertemu Nabi Musa di langit keenam, dia sampaikan bahwa umatmu tidak sanggup melaksanakan shalat 50 waktu. Musa minta kepada Nabi Muhammad supaya kembali minta keringanan kepada Allah. Allah kemudian memberi keringanan setengah dari 50 waktu.

Setelah itu, Nabi Muhammad SAW kembali bertemu Nabi Musa, dia menanyakan berapa keringanan yang Allah berikan? Nabi menjawab setengah dari 50 waktu, Nabi Musa menyarankan supaya Muhammad SAW kembali sekali lagi meminta keringanan kepada Allah. Allah akhirnya memberi keringanan 5 waktu, pahalanya sama dengan 50 waktu.

Shalat lima waktu sangat penting dalam Islam. Nabi Muhammad SAW menegaskan dalam sabdanya bahwa shalat adalah tiang agama. Barang siapa menjalankan shalat, maka dia sudah menegakkan agama. Barang siapa meninggalkan shalat, maka dia sudah meruntuhkan agama.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW mengemukakan dalam salah satu sabdanya “Yang pertama dihitung pada hari kiamat atas hambanya adalah shalat. Kalau shalatnya sempurna, diterima seluruh amalnya, jika kurang, ditolak seluruh amalnya.

Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw, diharapkan seluruh umat Islam yang sudah memenuhi syarat (sudah dewasa) dan tidak dalam keadaan berhalangan (khusus perempuan) supaya umat Islam menjalankan shalat 5 waktu.

Seluruh amal ibadah yang kita laksanakan, baik ibadah khusus seperti shalat, haji dan sebagainya serta ibadah pada umumnya seperti berdagang, bertani, pegawai, mengajar, nelayan dan sebagainya jika dilaksanakan dengan niat dalam rangka ibadah kepada Allah, maka pahalanya inilah yang akan kita bawa mati ketika Allah melalui malaikatnya mencabut nyawa kita.

Baca Juga

DKI Jakarta

Hadir secara daring dalam Dubai Expo 2020, Anies ajak investor untuk berinvestasi, beliau menjelaskan bahwa Jakarta akan terus meningkatkan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan melalui...

Politik

Berbagai lembaga survei telah mengeluarkan hasil survei mereka tentang partai politik. Salah satu partai politik yang di survei ialah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Opini

Tanpa terasa bangsa Indonesia telah berada di penghujung tahun 2021 Masehi. Sebagai bangsa yang mayoritas Muslim, alhamdulillah telah menjalani tahun 2021 dengan rasa syukur....

Opini

Umat Islam yang mayoritas, terus tidak berdaya dan semakin diperparah keadaan mereka karena tidak bersatu umat Islam dipecah belah, sehingga tidak pernah memegang kekuasaan...

Pendidikan

Menurut saya, berpolitik merupakan bagian dari jihad (perjuangan) yang harus aktif dilakukan umat Islam untuk mewujudkan tujuan Indonesia merdeka sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan...

Opini

Tidak sedikit yang akhirnya menjilat karena tidak tahan mengalami demoralisasi. Ada juga yang kemudian memilih diam.

Opini

Ajakan Mardani Ali Sera, anggota DPR RI dari PKS yang juga Ketua DPP PKS adalah sah untuk bekerjasama dengan sosok yang memiliki integritas.

Opini

Kesalahan terbesar sebagian umat Islam karena menolak sistem politik yang ada dan bahkan menawarkan sistem politik yang dianggap berlawanan dengan sistem demokrasi yang ada,...