Connect with us

Setiap warga yang memiliki KJP dapat menebus satu paket pangan murah yang tersedia (7/3/2022) - twitter kotajakpus #infojakpus

DKI Jakarta

Inflasi Akibat Konflik Rusia-Ukraina: Jakarta Harus Siap Demi Melayani Warga

DKI Jakarta harus tetap fokus sebagai pusat bisnis dan ekonomi. Untuk menggerakkan bisnis dan ekonomi di Jakarta hari ini dan di masa depan, harus tetap berperang pada jargon Gubernur Anies Baswedan Membesarkan yang kecil dan tidak mengecilkan yang besar.

Perang Oleh Putin di Ukraina yang dimulai 24 Februari 2022 telah memberi dampak negatif bagi semua negara di dunia termasuk Indonesia.

Jika skenario terburuk konflik Rusia-Ukraina berkepanjangan, maka harga minyak dunia bisa bertahan di atas US$140 per barel hingga 2024.

Seandainya konflik lebih singkat kenaikan harga minyak masih terbatas US$100 per barel tidak melewati level US$120 per barel bisa bertahan hingga 2023.

Kedua skenario tersebut masih jauh lebih tinggi dari perkiraan harga minyak jika tidak ada perang, yaitu di kisaran US$60 hingga US$80 per barel.

Sayangnya, kenaikan harga minyak dunia akibat perang antara Rusia dengan Ukraina, Indonesia tidak bisa menikmatinya karena Indonesia bukan lagi eksportir minyak, tetapi net importir minyak.

Dampak dari kenaikan minyak dunia, Indonesia bakal menghadapi banyak masalah, di antaranya devisa Indonesia bakal terkuras untuk membeli minyak yang mengalami kenaikan. Pada hal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harga minyak di patok dengan harga US$50 sampai US$70 per barel sementara harga minyak sekarang sudah di atas US$100 per barel.

Solusi Kemajuan Ekonomi

Perang antara Rusia dengan Ukraina telah menambah kesulitan dunia termasuk Indonesia, karena sebelumnya dunia telah dihantam pandemi Covid-19 yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi minus.

Ekonomi baru mulai recovery setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19, datang lagi hantaman baru yaitu perang antara Rusia dengan Ukraina yang sudah mulai memberi dampak negatif seperti naiknya inflasi.

Pertanyaannya, apa bisa dilakukan Indonesia? Menurut saya, setidaknya harus dilakukan lima hal untuk mengurangi dampak negatif perang Rusia dengan Ukraina.

Pertama, melakukan promosi pariwisata untuk melipat-gandakan kedatangan wisatawan luar negeri ke Indonesia. Ini cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh devisa dari luar negara.

Salah satu cara promosi yang mendunia untuk menggaet kedatangan wisatawan luar negeri adalah mengadakan berbagai event internasional. Kita apresiasi pelaksanaan MotoGP Sirkuit Mandalika di kawasan wisata Mandalika di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat tahun 2022.

Selain itu, event internasional balap mobil listrik Formula E yang rencananya akan dilaksanakan Juni 2022 di Jakarta. Ini juga salah satu kegiatan event internasional yang insya Allah akan menjadi arena promosi wisata di dunia yang akan dilaksanakan di Jakarta pada bulan Juni 2022.

Kedua, Bali sebagai salah satu tujuan wisata internasional dan nasional yang selama ini “tertutup” akibat hantaman pandemi Covid-19 di buka kembali tanpa karantina bagi turis dan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk dan luar dari Pulau Dewata.

Ini uji coba yang patut diapresiasi guna memberi insentif kepada turis untuk datang ke pulau Dewata.

Keputusan pemberlakuan PPLN tanpa karantina mulai diberlakukan 7 Maret 2022 merupakan salah satu terobosan yang diputuskan dalam rapat koordinasi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Jumat (4/3) petang yang dihadiri Menteri Kesehatan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Perhubungan, Menteri Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri dan Ketua Satgas COVID-19/Kepala BNPB serta anggota Tim Pakar Satgas COVID-19, Gubernur Bali, Kapolda Bali, Panglima Kodam IX/Udayana dan komponen pariwisata lainnya.

Ketiga, Menggenjot ekspor non migas. Kegiatan ekspor sangat penting digenjot karena melalui ekspor, Indonesia bisa memperoleh devisa dari luar negeri. Hanya yang penting dijaga, dana dari hasil ekspor mesti masuk ke dalam negeri. Masalah ini sudah lama menjadi perbincangan publik sebab hasil ekspor dananya diparkir di luar negeri, tetapi dalam kondisi Indonesia yang tidak baik-baik saja saat ini mesti menjadi perhatian yang luar biasa agar dana hasil ekspor masuk ke Indonesia kita tetap bisa survive dan keluar dari kesulitan akibat perang antara Rusia dengan Ukraina.

Keempat, melakukan penghematan. Perang Rusia-Ukraina ekonomi dunia termasuk ekonomi Indonesia terkena dampak negatifnya. Sebagaimana dikemukakan, minyak langsung melambung harganya, sehingga pasti memberi pengaruh yang tidak baik bagi ekonomi dunia. Oleh karena ekonomi sudah terkoneksi dengan hampir semua negara di dunia, maka perang Rusia-Ukraina otomatis memberi pengaruh ke seluruh negara termasuk di Indonesia.

Oleh karena itu, semua negara termasuk Indonesia harus melakukan penghematan dalam belanja negara. Semua proyek sebaiknya di evaluasi kembali. Kalau proyek yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara, maka sebaiknya ditunda.

Jakarta Harus Siap

Menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia, Jakarta pasti terkena dampak negatifnya karena itu Jakarta harus siap menghadapinya.

Pertanyaannya, apa yang sebaiknya dilakukan agar DKI Jakarta tetap menjadi pusat pertumbuhan?

Pertama, DKI Jakarta harus tetap fokus sebagai pusat bisnis dan ekonomi. Untuk menggerakkan bisnis dan ekonomi di Jakarta hari ini dan di masa depan, harus tetap berperang pada jargon Gubernur Anies Baswedan “Membesarkan yang kecil dan tidak mengecilkan yang besar.”

Untuk membesarkan yang kecil adalah mustahil bisa diwujudkan jika tidak ada pemihakan dan pemberdayaan. Untuk itu harus ada Political Will dan Political Courage dari mereka yang diberi amanah untuk memimpin di DKI Jakarta maupun di tingkat nasional.

Kedua, pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus terus-menerus meningkatkan dan mengembangkan Jakarta sebagai center of services dalam berbagai kegiatan bisnis hotel, pariwisata, konferensi, ekonomi kreatif, kuliner, hiburan dan sebagainya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka mutlak dikembangkan kolaborasi dengan dunia usaha. Kolaborasi pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan dunia usaha penting dilakukan untuk mendorong perkembangan, pertumbuhan dan kemajuan ekonomi di Jakarta sebagai center of growth.

Ketiga, kolaborasi dengan kota-kota besar di dunia dalam bidang bisnis, perdagangan, pariwisata, konferensi, pertukaran pemuda dan pebisnis muda, pengembangan sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa dan sebagainya.

Kolaborasi dengan kota-kota besar di dunia sudah dilakukan Gubernur Anies Baswedan dengan sangat baik, tinggal ditingkatkan, diperluas dan dilanjutkan di masa depan.

Sebagai penutup saya ingin tekankan bahwa masa depan DKI Jakarta yang bukan lagi ibukota negara sangat ditentukan inovasi, kolaborasi dan kemampuan menggerakkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk masuk dalam sinergi global serta kolaborasi dalam segala lapangan kehidupan terutama dalam segala macam bisnis dan perdagangan.

Baca Juga

DKI Jakarta

Kedatangan warga negara asing di Indonesia untuk menyaksikan Balap Mobil Listrik Formula E merupakan salah satu target dari penyelenggaraan event international di Jakarta.

DKI Jakarta

Sebagai sosiolog saya apresiasi dimulainya perayaan HUT DKI Jakarta ke-495 yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dari pulau Bidadari, Kepulauan Seribu Jakarta...

DKI Jakarta

Saya bersyukur pasca pandemi Covid-19 di Jakarta, pada Car Free Day (22/5) saya dapat berpartisipasi olahraga jalan kaki dari Dukuh Atas Jalan Jenderal Sudirman...

DKI Jakarta

Untuk mempromosikan bahwa Jakarta dan Indonesia, pandemi Covid-19 sudah bisa dikendalikan, sehingga Balap Mobil Listrik Formula E bisa dilaksanakan di Jakarta.

DKI Jakarta

Pesan Anies itu disampaikan kepada mahasiswa doktoral yang sedang belajar di London, Inggris, ketika memberi kuliah kepada mereka, saat Anies melakukan kunjungan kerja di...

DKI Jakarta

Menurut saya, demi menjaga ketahanan pangan, warga lebih memerlukan tersedianya pangan murah bersubsidi, ketimbang mereka diberi Bantuan Tunai Langsung (BLT) dengan harga bahan pokok...

DKI Jakarta

Jakarta telah dicanangkan oleh Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta sebagai global city (kota global). Jakarta Go Global, Jakarta mendunia harusnya dijadikan acuan, prime mover...

DKI Jakarta

Anies bersama Transjakarta berharap perjanjian kerjasama memperluas akses Transjakarta pada penyedia bus elektrik, tidak hanya lokal tapi juga dari belahan dunia lain, terutama Inggris....