Connect with us

Di negara demokrasi ini kita memiliki kebebasan dalam berpendapat salah satunya dengan aksi unjuk rasa atau demonstrasi (11/4/2022) - IG bem_si #aksimahasiswa

Politik

Apresiasi BEM SI: Demi Perjuangan Mahasiswa dan Seluruh Lapisan Rakyat Mempertahankan Hak-haknya

Saya apresiasi demonstrasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang digalang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang pada umumnya berlangsung aman dan damai.

Sebagai sosiolog dan aktivis mahasiswa 77/78, saya apresiasi demonstrasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang digalang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang pada umumnya berlangsung aman dan damai.

Selain itu, demonstrasi yang digalang dan dilaksanakan BEM Universitas indonesia dan BEM Universitas Trisakti, yang walaupun demonya tidak bersamaan dengan BEM SI, tetapi patut diapresiasi karena semua yang mereka kemukakan dalam demo adalah untuk kebaikan Indonesia.

Disamping itu, organisasi mahasiswa ekstra universiter seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Pelajar Islam Indonesia (PII) patut pula diapresiasi karena ikut berdemonstrasi di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia, dan tak terkecuali emak-emak dan para purnawirawan TNI-Polri berpartisipasi dalam demonstrasi (11/4).

Sebagai generasi penerus dan pelanjut bangsa dan negara, patut disaluti para presiden mahasiswa dan para mahasiswa (i) dari berbagai perguruan tinggi karena mampu bersatu dan bersama-sama melakukan demonstrasi damai.

Presiden BEM dan para mahasiswa (i) yang berhimpun dari berbagai perguruan tinggi demo bersama menyampaikan tuntutan kepada pemerintah dan legislatif tidak lain merupakan wujud tanggungjawab dan rasa memiliki Indonesia yang dalam realitas tidak dalam keadaan baik saja sebagaimana yang sering dikemukakan oleh mereka yang sedang berkuasa.

Demi Perjuangan Mahasiswa

Setiap demonstrasi, mereka selalu menyampaikan tuntutan untuk dilaksanakan pemerintah.

Setidaknya sudah ada 18 tuntutan yang disuarakan oleh para mahasiswa (i).

1. Menuntut pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang sebagai pembatalan Undang-undang Cipta Kerja.

2. Menuntut serta mendesak perbaikan infrastruktur ekonomi Indonesia yang masif pada taraf rendah.

3. Menuntut serta mendesak pemerintah untuk memaksimalkan pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia sesuai dengan potensi bangsa tanpa adanya sumber dana berupa utang asing.

4. Menuntut pemerintah untuk mewujudkan kebebasan sipil sesuai amanat konstitusi, serta menjamin keamanan rakyat dalam berpendapat.

5. Menuntut pemerintah untuk mewujudkan supremasi hukum dan HAM serta menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di masa lalu.

6. Menuntut pemerintah untuk melepas jabatan Firli Bahuri sebagai ketua KPK, membatalkan tes wawasan kebangsaan untuk KPK, serta memenuhi Perppu atas UU KPK 19/2019.

7. Menuntut pemerintah untuk memberikan afirmasi PPPK guru berusia di atas 35 tahun dan masa mengabdi lebih dari 10 tahun untuk diprioritaskan kelulusannya

8. Menuntut pemerintah untuk segera meningkatkan kualitas pendidikan dari segi kualitas guru maupun pemerataan infrastruktur penunjang pendidikan.

9. Menuntut pemerintah untuk mengembalikan independensi Badan Standar Nasional.

10. Mendesak Presiden untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang sebagai pembatalan UU 3/2020 tentang Minerba.

11. Mendesak pemerintah segera memenuhi target bauran energi dan segera melakukan percepatan transisi energi kotor menuju energi baru terbarukan.

12. Mendesak pemerintah dalam penegakkan UU pornografi untuk menanggulangi konten pornografi yang menimbulkan tindakan pelecehan seksual.

13. Mendesak presiden untuk memberikan sikap terhadap wacana penundaan pemilu dan presiden 3 periode karena menyalahi konstitusi.

14. Mendesak presiden untuk meninjau ulang UU IKN yang dinilai bermasalah di beberapa pasal dari berbagai segi.

15. Mendesak pemerintah untuk menyelesaikan masalah harga minyak goreng.

16. Mendesak pemerintah untuk mengusut mafia yang menjadi biang kerok polemik minyak goreng.

17. Menuntut pemerintah untuk menyelesaikan konflik agraria.

18. Menuntut komitmen presiden dan wakil presiden hingga akhir masa jabatannya.

Selain itu, para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), juga menuntut kepada para wakil rakyat (DPR, DPD dan DPRD}:

1. Menuntut wakil rakyat untuk mendengar aspirasi rakyat, bukan aspirasi partai.

2. Menuntut wakil rakyat untuk merealisasikan tuntutan aksi massa yang telah dilayangkan.

3. Menuntut wakil rakyat untuk tidak melakukan amandemen terkait wacana penundaan pemilu dan presiden 3 periode.

4. Mendesak wakil rakyat untuk segera memberikan kajian serta menyampaikan 18 tuntutan yang belum terwujud langsung kepada presiden.

Demo BEM SI Dinodai Pengeroyokan

Sangat disayangkan dan kita merasa prihatin, demo akbar BEM SI (11/4/2022) yang berlangsung damai dinodai dengan pengeroyokan terhadap AA.

Peristiwa pengeroyokan AA di depan Gedung MPR/DPR/DPD amat tragis, karena bukan saja dipukuli dan ditendang sampai babak belur, tetapi juga ditelanjangi.

Pertanyaannya, mengapa massa mengeroyok AA?

SindoNews.com memberitakan dengan judul “5 Kontroversial AA, Nomor 3 Unggah Foto Habib Rizieq Memakai Topi Santa Claus” (11/4/2022)

Saya kutip secara lengkap beberapa kontroversi yang pernah dibuat AA:

1. Mengunggah meme ‘Joker’ Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di akun Facebooknya pada November 2019.
AA mengaku mendapatkan meme tersebut di grup WhatsApp. Karena dinilai pas untuk mengkritik Anies, maka ia mengunggahnya. Atas perbuatan itu, AA dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Namun hingga kini belum ada lagi lanjutan kasus tersebut.

2. Pada 25 Januari 2017, AA menuliskan kalimat di Facebooknya bahwa ‘Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayatnya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues’.

Unggahan ini lalu dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Penyidik menetapkan AA sebagai tersangka dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun, kasus ini juga belum ada tindak lanjut lagi.

3. AA mengunggah foto Habib Rizieq bersama sejumlah ulama mengenakan topi Santa Claus pada Desember 2017 Atas unggahan tersebut, AA dilaporkan ke Bareskrim Polri. AA dilaporkan atas kasus dugaan tindak pidana ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) sebagaimana diatur dalam Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 156 KUHP.

4. AA sebut azan tidak suci. AA dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada April 2018 karena diduga menyatakan bahwa azan tidak suci. Cuitan itu dibuat saat sedang heboh Sukmati membaca puisi membandingkan kidung dengan suara azan. Laporan terhadap AA teregistrasi Nomor Polisi TBL/1995/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 11 April 2018. Perkara yang dilaporkan adalah penyebaran kebencian yang bermuatan SARA dan/atau penodaan suatu agama pasal 28 ayat 2 Jo pasal 45 A ayat 2 UU RI No 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 156 a KUHP.

5. AA sebut LGBT tidak diharamkan dalam Islam, AA membuat pernyataan kontroversial pada Juli 2015. Baginya LGBT itu bawaan lahir, bahkan menurutnya Al-Qur’an tidak pernah melarang perilaku homoseksual. Yang dilarang adalah perilaku seks sodomi.

Saya menduga keras berbagai pernyataan kontroversial yang disampaikan AA ke media sosial, telah menimbulkan kemarahan publik yang terpendam lama. Ketika ada momentum yang tepat saat demo akbar BEM SI (11/4/2022) di depan Gedung MPR/DPR/DPD RI, massa yang mendapat informasi dari media sosial, AA hadir di lokasi demo, massa secara spontan melampiaskan kemarahan mereka yang sudah lama terpendam kepada AA tanpa rasa takut akan ditangkap oleh aparat dan mendapat hukuman atas tindakan main hakim sendiri.

Selalu Melakukan Kontrol Diri

Studi tentang perilaku kolektif, banyak berkaitan dengan disiplin sosiologi politik dan psikologi sosial, baik dari ulasan makro maupun mikro (Cook et.al, 1995).

Dalam kerumunan massa, sering terjadi “kegilaan orang banyak” sebagai ekspresi kemarahan publik kepada seseorang yang dianggap melukai perasaan keagamaan mereka atau seorang tokoh yang dikagumi. Jika ada yang memulai untuk menghakimi seseorang yang dianggap telah melecehkan agama atau tokoh yang dihormati, dengan mudah menyatu dalam satu perasaan untuk melampiaskan kemarahan dalam berbagai bentuk termasuk kekerasan pisik.

Kaitan erat fenomena perilaku kolektif dengan psikologi sosial nampak pertama kali dari publikasi Charles Makay yang berjudul Extraordinary Popular Delusions & The Madness of Crowds tahun 1841; kemudian karya Gustav Le Bon yang berjudul The Crowd.

Publikasi Le Bon telah membawa pengaruh besar dalam perkembangan penelitian tentang perilaku kolektif. Robert Park, seorang sarjana dari Amerika studi di Jerman dengan menulis disertasi tentang perilaku individu dalam kerumunan tahun 1904.

Park dan Ernest Burgess mengulas contagion theory dalam buku Introduction to the Science of Sociology tahun 1921; Ralph Turner dan dan Lewis Killian memperkenalkan teori Emergent Norm Perspective dalam bukunya Collective Behavior tahun 1957; Neil Smelser dengan teori The Value-Added dalam buku Theory of Collective Behavior tahun 1962; Clarck McPhail dengan teori SBI (symbolic interactionist/ behaviorist) atau Sociocybernetic.

Para ilmuan sosial tersebut menekankan bahwa perilaku individu dalam kerumunan sosial seringkali menyatu dan diikuti oleh semua atau sebagian yang ada dalam kerumunan, jika ada isu yang dilontarkan satu kelompok, kecuali ada kelompok dominan yang mencegah terjadinya tindakan anarkis atau tindakan kekerasan terhadap seseorang.

Kasus pengeroyokan yang dialami AA, merupakan tindakan dalam kerumunan massa yang sulit dikontrol karena dendam yang membara terhadap pernyataan kontroversial yang dilakukan tanpa disadari banyak menyakiti perasaan publik.

Ini pelajaran bagi siapapun untuk selalu melakukan kontrol diri terhadap pernyataan yang bisa dianggap melecehkan dan menyerang siapapun, apalagi agama yang diyakini oleh masyarakat. Kata kuncinya

ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ู„ููŠูŽุตู’ู…ูุช

(HR. Bukhari dan Muslim)

Berkatalah yang baik termasuk menulis yang baik. Jika tidak bisa, diam saja.

Bukan berarti tidak boleh mengeritik, tetapi kritik yang mencerahkan, menyadarkan dan membeli saran dan solusi untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Semoga tulisan ini memberi semangat kepada mahasiswa (i) Indonesia dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk terus berjuang menyampaikan pendapat kritis untuk kebaikan seluruh bangsa Indonesia dan negara republik Indonesia yang kita cintai.

Baca Juga

Pemilu

Diliput Media Asing! Bang Surya dan seluruh jajaran Partai Nasdem telah mendeklarasikan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon Presiden RI.

Opini

Indonesia telah memilih jalan untuk membangun Indonesia melalui jalan demokrasi. Demokrasi sejatinya, dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

Opini

Demo penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi terjadi di seluruh negeri. Di Jakarta hampir tiap hari terjadi demo.

Opini

Keputusan harga Bahan Bakar Minyak BBM bersubsidi naik, pasti memberi dampak sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pendidikan

Pada 8 Agustus 2022, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Ibnu Chaldun menyelenggarakan Seminar Internasional dengan judul Democracy in Malaysia and Indonesia a Comparative...

Pemilu

Pada 01 Agustus 2022, hari yang amat penting dalam sejarah demokrasi di Indonesia, karena dimulainya pendaftaran partai-partai politik peserta Pemilihan Umum 2024.

Pemilu

Isu politik yang bakal muncul dalam pemilu 2024, pertama, politik identitas yang bernuansa SARA serta hubungan Indonesia-China yang sangat meningkat.

Politik

Sebagai sosiolog, saya mendukung seruan BEM UI untuk membuka draft terbaru RKUHP secara transparan dalam rangka menghadirkan partisipasi publik dalam pembahasan RKUHP.