Connect with us

Iftar in Masjid Al-Aqsa🇵🇸. May Allah protect them from the oppressors. - twitter Alhamdhulillaah

Politik

Akhiri Kebiadaban Israel di Timur Tengah: Indonesia Bersama Palestina Demi Perdamaian Dunia

Bangsa Indonesia bersama bangsa Palestina melawan kekejaman dan penindasan tersebut tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk mewujudkan perdamaian dunia. Indonesia bersama palestina demi tercapainya perdamaian dunia.

Saya melihat foto-foto di media sosial yang menunjukkan kekejaman dan kebiadaban pasukan Israel terhadap Palestina. Pasukan Israel dengan pakai sepatu menyerbu masuk ke dalam Masjid Aqsha pada saat umat Islam sedang beribadah di bulan Ramadhan.

Saya juga melihat video seorang nenek tua yang jalannya sudah terbungkuk- bungkuk di pukul tentara Israel, begitu pula seorang kakek tua di dorong oleh tentara Israel yang nyaris terjatuh, agar keluar dari kompleks Masjidil Aqsha.

Selain itu, saya menyaksikan melalui video yang ditayangkan bahwa pasukan Israel menyerbu masuk Masjidil Aqsha pada saat kaum muslimin sedang shalat Jumat. Ini penghinaan dan pelecehan terhadap umat Islam yang sedang beribadah dan seluruh umat Islam di manapun mereka berada.

Diberitakan media bahwa bentrokan mulai pecah di kawasan Masjid Al-Aqsa tak lama setelah tiga orang Yahudi diamankan pada Kamis, 14 April 2022 oleh penjaga masjid ketika mencoba melakukan pengorbanan Paskah di tempat suci.

Rekaman video yang dibagikan oleh pengguna Twitter @SuleimanMas1 menunjukkan ledakan dari moncong senjata militer Israel.

Massa yang berada di Masjid Al-Aqsa dibuat berlarian akibat tembakan -tembakan yang diarahkan ke Masjid Al-Aqsa. Pasukan Israel menembakkan tabung gas air mata ke ruang shalat Masjid Aqsha.

Tentara Israel tampaknya menggunakan granat kejut, sementara kaum Muslim nampak merespon pasukan Israel dengan melemparkan benda-benda yang ditemukan secara acak seperti batu hingga sepatu.

Media memberitakan sekitar 152 orang luka-luka akibat serbuan pasukan Israel ke Masjid Aqsha dan 40 pemuda Palestina ditangkap pasukan Israel.

Indonesia Bersama Palestina

Politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Akan tetapi, sesuai Pembukaan UUD 1945 bahwa “Sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Walaupun politik luar negeri Indonesia bebas aktif, tetapi Pembukaan UUD 1945 memandu pemerintah Indonesia dan seluruh bangsa Indonesia untuk membela, mendukung dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina yang mengalami penjajahan selama 70 tahun.

Pembelaan yang diberikan kepada banga Palestina dan dukungan politik yang diberikan pemerintah dan seluruh bangsa Indonesia untuk melawan penjajahan yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina apalagi kekejaman dan penindasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina yang sedang beribadah di Masjid Aqsha merupakan kejahatan kemanusiaan yang melanggar perikemanusiaan dan perikeadilan.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia dan seluruh bangsa Indonesia bersama bangsa Palestina melawan kekejaman dan penindasan tersebut tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk mewujudkan perdamaian dunia. Tidak akan ada perdamaian dunia di kawasan Timur Tengah khususnya di tanah Palestina yang diokupasi Israel jika tidak ada kemerdekaan bangsa Palestina.

Timur Tengah Terus Bergolak

Di Indonesia banyak tokoh yang selalu memberi contoh buruk tentang bangsa Arab karena kacau dan tidak pernah damai.

Pada hal kekacauan yang terjadi di Timur Tengah setidaknya disebabkan 4 faktor.

Pertama, negara barat membuat negara Yahudi di Tanah Palestina sebagai balas budi terhadap kekejaman Nazi Jerman terhadap orang-orang Yahudi. Sejak negara Yahudi itu didirikan 1947, bangsa Palestina mengalami perlakuan kejam, teror dan pembunuhan. Mereka banyak terusir dari tanah tumpah darah mereka tanpa ada negara yang membela mereka demi hak-hak asasi manusia yang selalu digaungkan. Bahkan sekarang ini, warga Palestina yang bermukim di Jalur Gaza di blokade oleh Israel, sehingga bagaikan mereka hidup dipenjara besar di dunia.

Kedua, Amerika Serikat sebagai negara super power membuat pangkalan militer di Timur Tengah dengan alasan untuk melindungi negara-negara Arab yang menjadi pendukung. Semua pemimpin negara di Timur Tengah yang tidak pro dihabisi seperti Saddam Husein, Presiden Irak, Moammar Khadafi, pemimpin Libya.
Negara adidaya itu didukung sekutunya melakukan intervensi militer dan setelah berhasil, tentara mereka tetap bercokol di negara itu seperti di Irak, Libya dan Suriah.
Khusus di Suriah, negara adidaya itu gagal menggulingkan Presiden Bashar Al Asad karena dibantu Iran dan Hizbullah serta Rusia.

Akan tetapi dapat dikatakan Suriah hancur, sangat banyak yang meninggal dunia akibat intervensi asing, warganya banyak melarikan diri di berbagai negara termasuk di barat untuk mencari selamat, mengungsi dan tinggal ditempat-tempat pengungsian, serta tentara Amerika Serikat masih bercokol di sebagian wilayah Irak, Libya dan Suriah.

Ketiga, dipecah belah untuk dikuasai dengan Sunni-Syiah. Diadu domba antara Iran dan negara-negara Arab, sehingga negara-negara Arab yang kaya raya cari perlindungan ke Amerika Serikat. Negara adidaya itu, melalui berbagai kebijakan seperti “Abraham Accord” demi keamanan mereka menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebagai penjajah bangsa Palestina.

Keempat, motif ekonomi. Kehadiran negara adidaya dan sekutunya di Timur Tengah, motif utamanya adalah untuk kepentingan ekonomi karena Timur Tengah merupakan penghasil minyak dan gas terbesar di dunia. Akan tetapi dampak negatifnya, luar biasa karena kawasan Timur Tengah tidak aman dan damai.

Satu-satunya negara di Timur Tengah yang tidak bisa diintervensi adalah Republik Islam Iran, tetapi negara itu dilemahkan dengan segala macam embargo, namun negara itu bisa bertahan
dan bahkan survive sampai saat ini.

Akhiri Kekacauan di Timur Tengah

Kekacauan di Timur Tengah tidak bisa dijadikan contoh rusaknya bangsa Arab, tetapi berawal dari didirikannya negara Yahudi di Tanah Palestina.

Selain itu, intervensi asing dan bercokolnya mereka di negara-negara di Timur Tengah untuk melindungi kepentingan ekonomi mereka guna menjamin pasokan minyak dan gas ke negara mereka.

Hadirnya para Mujahidin di Timur Tengah untuk melawan intervensi asing dan penjajahan asing, telah mengakibatkan kawasan Timur Tengah terus bergolak. Pergolakan ini tidak akan pernah berakhir selagi bangsa Palestina masih mengalami penjajahan dan tentara asing masih bercokol di negara-negara Timur Tengah.

Selain itu berdirinya ISIS yang diduga didalangi pendiriannya oleh kekuatan asing telah menimbulkan kompleksitas yang semakin besar di Timur Tengah. Anehnya ISIS yang membawa label Islam justeru tidak pernah mengusik apalagi melawan Israel sebagai musuh bangsa Palestina, musuh bangsa Arab, musuh umat Islam dan musuh umat manusia yang anti penjajahan. Ini merupakan bukti bahwa ISIS didirikan, dimodali dan dipersenjatai oleh kekuatan asing untuk memecah belah dan melemahkan perlawanan terhadap penjajahan dan pendudukan asing di Timur Tengah.

Akhir kata, saya berharap timur tengah yang terus bergolak ini dapat segera menemukan titik temu yang dimulai dengan gencatan senjata dan semoga diakhiri dengan kesepakatan berbagai pihak untuk mencapai perdamaian. Kita sebagai warga negara Indonesia harus terus mendukung upaya agar tercipta perdamaian dunia demi masa depan bangsa, negara dan bumi pertiwi Indonesia.

Baca Juga

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...

Politik

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Arab Saudi untuk bertemu dengan raja Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Kita...

Ramadhan 1443H

Arab Saudi adalah sebuah negara kerajaan yang sering juga disebut The Kingdom of Saudi Arabia. Negara ini tergolong kaya karena memiliki sumber daya alam...

Politik

kecaman terhadap Putin karena menginvasi Ukraina seharusnya juga diterapkan kepada Negara Israel atas perlakuannya terhadap warga Palestina.

Politik

Belajar dari Chechnya, Ukraina dan Rusia, Muslim Indonesia harus kuat. Supaya kuat, maka harus bersatu dan jangan mau jadi alat untuk kepentingan penguasa yang...

Opini

Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan negara-negara lain sangat yakin bahwa Rusia bakal melakukan invasi di Ukraina. Walaupun Rusia sudah berkali-kali menegaskan bahwa tidak ada...

Opini

Tanpa terasa bangsa Indonesia telah berada di penghujung tahun 2021 Masehi. Sebagai bangsa yang mayoritas Muslim, alhamdulillah telah menjalani tahun 2021 dengan rasa syukur....

Opini

Umat Islam yang mayoritas, terus tidak berdaya dan semakin diperparah keadaan mereka karena tidak bersatu umat Islam dipecah belah, sehingga tidak pernah memegang kekuasaan...