Connect with us

Dialog Ramadhan Aktivis 77/78 di Jakarta (18/4/2022) - twitter musniumar

Politik

Dialog Ramadhan Aktivis 77/78: Ketergantungan kepada Asing Membuat Indonesia Sulit Maju

Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alam, sepatutnya telah menjadi negara yang rakyatnya makmur dan sejahtera. Hal tersebut merupakan percikan pemikiran yang mengemuka dalam Dialog ramadhan aktivis 77/78 yang dipandu Soekotjo Soeparto, Ketua Forum Kampus Kuning (18/4/2022).

Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alam, sepatutnya telah menjadi negara yang rakyatnya makmur dan sejahtera.

Hal tersebut merupakan percikan pemikiran yang mengemuka dalam Dialog Ramadhan aktivis 77/78 yang dipandu Soekotjo Soeparto, Ketua Forum Kampus Kuning (18/4/2022).

Chumaidi Syarif Romas, mantan Ketua Umum PB HMI diberi kesempatan pertama untuk menyampaikan pandangannya. Dia menceritakan pengalamannya sebagai dosen Sosiologi Agama di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan pernah belajar di negeri Belanda.

Dia juga mengemukakan situasi bangsa Indonesia yang masih dalam cengkeraman asing melalui praktik neokolonialisme dan neoimperialisme, sehingga bangsa Indonesia sulit maju seperti yang diimpikan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Sementara itu, Ahmadi Nor Supit, mantan Ketua Badan Anggaran DPR RI menjelaskan bahwa permasalahan yang dihadapi Indonesia sangat kompleks karena ketergantungan yang luar biasa terhadap asing. Semua sistem yang dibuat, kita tergantung kepada luar, tegas aktivis mahasiswa 77/78 yang pernah dipenjara di masa Orde Baru bersama para ketua dewan mahasiswa/senat mahasiswa PTN/PTS Jakarta.

Akan Ada Krisis

Jimmy Siahaan, pengamat politik ekonomi internasional mengemukakan tentang fenomena Vladimir Putin, Presiden Rusia sangat menarik. Menurut dia, Putin melakukan operasi militer di Ukraina ingin menunjukkan eksistensinya agar diakui Eropa. Sebagai negara yang menyuplai natural gas 40 % ke Eropa, tidak diganggu dan tidak terganggu.

Perang Rusia versus Ukraina, pada hakikatnya Rusia berhadapan dengan Amerika Serikat, Inggris dan NATO. Perang teknologi dan hegemoni Eropa.

Bagaimana dampaknya dengan Indonesia masa kini, Jimmy Siahaan yang merupakan aktivis 77/78 menegaskan “ada krisis harus diwaspadai.” Kita memiliki 40 persen PDB untuk bayar utang, sehingga kita bagaikan gali lobang tutup lobang.

Menghadapi 45 Tahun Ke Depan

Lukman Hakim, mantan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyampaikan keprihatinan tentang merosotnya dana penelitian. Menurut dia, dana penelitian selama BJ Habibie menjadi Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BPPT meningkat secara signifikan.

Akan tetapi setelah terjadi krisis ekonomi 1998, dana penelitian mengalami penurunan sampai saat ini. Pada hal menurut mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia, kunci kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan banyaknya penelitian ilmiah yang berkualitas.

Menghadapi 45 tahun ke depan, Indonesia harus mengembangkan SDM dan menggenjot penelitian. Untuk itu harus disiapkan dana penelitian yang cukup seperti yang dilakukan China, Jepang, Korea Selatan dan negara-negara lain agar Indonesia bisa menjadi negara maju.

Sementara itu, Jimmy Siahaan mengemukakan bahwa menghadapi 45 tahun ke depan, Indonesia harus mengembangkan produksi. Pentingnya mengembangkan produksi, pertama, untuk membuka lapangan kerja.
Kedua, untuk meningkatkan taraf hidup rakyat.
Ketiga, untuk menciptakan pemerataan.
Keempat, untuk membangun ketahanan pangan.
Kelima, untuk mewujudkan swasembada pangan.

Hadir dalam dialog Ramadhan dan buka puasa antara lain Soekotjo Soekotjo, Chumaidi Syarif Romas, Jimmy Siahaan, Lukman Hakim, Indro Tjahyono, Gaudens Wodar, Musni Umar, Bashori Imran, Paulus Yanuar, Musfihin Dahlan, Krishnan Mulyono, Henny Andries.

Berikut foto-foto kegiatan

Baca Juga

Lainnya

Pada 29 Mei 2021 pasca Lebaran 1442 H., Forum Kampus Kuning Aktivis 77/78 mengadakan acara silaturrahim di kediaman Achmadi Noor Supit. Acara silaturrahim selalu...

In Memoriam

Perkenalan saya dengan Dr. Johannes Rumeser melalui gerakan mahasiswa 77/78 yang saat itu saat populer dewan mahasiswa/senat mahasiswa.

Lainnya

Pada 29 Januari 2020, Aktivis Gerakan Mahasiswa 77/78 dan Kampus Kuning bersilaturrahim dengan Prof Mahfud MD, Menko Polhukam RI di kediamannya di jalan Denpasar...

Lainnya

Dalam acara santai para aktivis 77/78 Kampus Kuning bersama Ahmadi Noor Supit, Mayjen TNI Purn. Dr. H. Eddie M. Nalapraya, yang menangkap dan memenjarakan...

Lainnya

Gema 77/78 yang dimotori Dewan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta tahun 1977-1978 merupakan gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia...