Connect with us

#PandemiBerakhirSaatnyaRevolusi (21/4/2022) - IG bangsamahasiswa

Politik

Aksi Mahasiswa dan Buruh: Jadikan Momentum Perubahan Untuk Melayani Rakyat

Tuntutan massa aksi mahasiswa supaya kebutuhan pokok diturunkan adalah mewakili aspirasi rakyat. Media banyak memberitakan awal Ramadhan harga kebutuhan pokok sudah naik. Bahkan jauh sebelum Ramadhan harga-harga kebutuhan pokok sudah naik.

Salah satu tuntutan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) yang menggelar demo di Patung Kuda, Jakarta Pusat (21/4)2022) adalah “Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan Atasi Ketimpangan Ekonomi.”

Selain itu, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai tolak perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode hingga masalah perekonomian. Abdul Kholiq, Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan dalam orasinya di Patung Kuda Jakarta Pusat (21/4/2022) menegaskan bahwa “Kami dari seluruh Indonesia, beraspirasi di sini, karena rezim yang semakin dikeluarkan. Betul, Kawan-kawan?”

Abdul Kholiq mengatakan mereka berada di sana untuk menuntut sejumlah hal kepada pemerintah. Sebanyak tujuh tuntutan mereka bawa.

“Sudah saatnya kita lawan. Pergerakan ini, kita hadir di sini, untuk menuntut tujuh tuntutan. Kita pertegas kembali, jika Jokowi berhasrat 3 periode, maka kita tegaskan untuk menolak.”

Massa aksi terus meneriakkan kata revolusi. Untuk menyemangati massa aksi, Abdul Kholiq menyanyikan sebuah lagu, dan diikuti oleh peserta aksi lainnya.

“Naik naik naik, BBM naik, tinggi-tinggi sekali. Naik naik naik, pajaknya naik, tinggi tinggi sekali, kiri kanan ku lihat saja banyak rakyat sengsara.”

Adapun tujuh tuntutan massa aksi yaitu:

1. Tindak tegas para penjahat konstitusi dan tolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan atasi ketimpangan ekonomi
3. Menindak tegas segala tindakan represif terhadap masyarakat sipil dengan mekanisme yang ketat dan tidak diskriminatif
4. Wujudkan pendidikan ilmiah, gratis, dan demokratis
5. Sahkan RUU pro rakyat, tolak RUU pro oligarki
6. Wujudkan reforma agraria sejati
7. Tuntaskan seluruh pelanggaran HAM.

Turunkan Harga Kebutuhan Pokok

Tuntutan massa aksi mahasiswa supaya kebutuhan pokok diturunkan adalah mewakili aspirasi rakyat. DetikFinance (4/4/2022) memberitakan awal Ramadhan harga kebutuhan pokok sudah naik. Bahkan jauh sebelum Ramadhan harga-harga kebutuhan pokok sudah naik.

Berdasarkan pantauan Detik.com di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (3/4/2022), sejumlah bahan pangan pokok yang tercatat telah mengalami kenaikan adalah gula pasir, cabai rawit, telur, hingga daging.

Harga jual gula pasir naik menjadi Rp 15-17 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 14 ribu. Terigu naik ke Rp 9-8 ribu per kilogram, tergantung merek. Untuk harga gula merah berada di harga Rp 17-18 ribu per kilogram, yang tadinya hanya Rp 16 ribu.

Harga cabai merah keriting dibanderol Rp 48 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 40 ribu. Sedangkan, cabai rawit merah (cengek) sudah naik dari 2 Minggu yang lalu, yakni Rp 60 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 50 ribu.

Cabai rawit hijau Rp 35 ribu per kilogram, sama dengan harga cabe hijau keriting Rp 35 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai tertinggi dialami oleh cabai merah keriting dan rawit.

Bawang putih naik Rp 38 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 35 ribu. Bawang merah naik ke Rp 28 ribu per kilogram yang tadinya Rp 23 ribu.

Selain itu, DetikFinance memberitakan pada 21 April 2022, harga minyak goreng yang ramai menjadi perbincangan publik dan Kejaksaan Agung RI telah menetapkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI dan sejumlah pengusaha sebagai tersangka mafia minyak goreng, harganya tetap tinggi.

Sebagai informasi, harga minyak goreng sebesar Rp 14.000/kg sebelum ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dicabut. Setelah HET dicabut, harga minyak goreng melambung tinggi mengikuti harga pasar. Sebagai contoh harga minyak goreng di Indomaret:

– Minyak goreng Tropical 1 liter Rp 25.900, sebelumnya Rp 25.700
– Minyak goreng Tropical 2 liter Rp 50.900, Sebelumnya Rp Rp 50.700
– Minyak goreng Sania 1 liter Rp 24.700, sebelumnya Rp 24.500
– Minyak goreng Sania 2 liter Rp 49.200, sebelumnya Rp 48.900
– Minyak goreng Fortune 2 liter Rp 49.000, sebelumnya Rp 48.700
– Minyak goreng Sovia 2 liter Rp 48.800, sebelumnya Rp 48.500
– Minyak goreng Bimoli 1 liter Rp 24.700, sebelumnya Rp 24.500
– Minyak goreng Bimoli 2 liter Rp 47.600, sebelumnya Rp 47.300
– Minyak goreng Rose Brand 2 liter Rp 49.00, sebelumnya Rp 48.700
– Minyak goreng Indomaret 2 liter Rp 47.300, sebelumnya Rp 47.300

Penuhi Tuntutan Mahasiswa?

Tidak mudah memenuhi tuntutan massa aksi mahasiswa yang demo (21/4/2022). Setidaknya ada tiga alasannya.

Pertama, pemerintah tidak mempunyai kemampuan menurunkan harga-harga kebutuhan pokok karena pemerintah tidak memiliki stok seperti beras yang dikelola oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). Buktinya, ketika pemerintah menetapkan HET (Harga Eceran Tertinggi) minyak goreng Rp 14.000/liter, barangnya menghilang dari pasar. Akhirnya pemerintah melepas harga minyak goreng kepada mekanisme pasar, minyak goreng membanjiri pasar, tetapi harganya melambung tinggi.

Kedua, harga kebutuhan pokok telah diserahkan kepada mekanisme pasar, sehingga yang mengontrol harga kebutuhan pokok adalah para pengusaha berdasarkan supply and demand. Kalau permintaan meningkat seperti menjelang dan pada saat bulan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri, maka harga semua kebutuhan pokok meningkat seperti yang terjadi sekarang ini. Pemerintah tidak mempunyai sistem dan mekanisme untuk menurunkan harga kebutuhan pokok.

Ketiga, perang Rusia dengan Ukraina telah memberi dampak negatif pada hampir semua negara karena minyak dan gas melambung tinggi harganya. Selain itu, Rusia dan Ukraina merupakan penghasil gandum, jagung dan komoditi lain yang diperlukan dunia. Dampak lanjutan dari itu, berbagai kebutuhan pokok yang diperlukan manusia meningkat secara signifikan. Indonesia yang selama ini banyak mengandalkan impor, dengan kenaikan harga berbagai komoditi di dunia khususnya kebutuhan pokok, maka tidak mungkin harga berbagai komoditi kebutuhan pokok tidak naik harganya di Indonesia.

Momentum Perubahan Untuk Melayani Rakyat

Tuntutan massa aksi mahasiswa, suka tidak suka dan mau tidak mau harus dipenuhi karena merupakan tuntutan mayoritas bangsa Indonesia.

Bagaimana memenuhinya? Menurut saya, pertama, fungsi Badan Urusan Logistik (Bulog) harus dikembalikan seperti di masa Orde Baru, yang bisa mengendalikan dan menstabilkan harga sembilan bahan pokok.

Bukan kita kembali seperti orde baru sepenuhnya, tetapi kedepannya kita harus belajar dari masa lalu, apa yang bisa diterapkan demi melayani rakyat sebaiknya diwujudkan. Tetapi kembali belajar dari sejarah juga, apa yang telah membuat rakyat merana jangan pula kembali dilakukan.

Kedua, pemerintah harus fokus meningkatkan produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri. Selama ini tidak bisa diwujudkan karena pemerintah lebih suka impor. Rakyat didorong memproduksi kebutuhan pokok, tapi tidak diberi rangsangan seperti tidak impor, disediakan pupuk yang murah, suku bunga bank yang murah dan ada jaminan bahwa hasil produksi rakyat akan dibeli pemerintah dan rakyat.

Ketiga, stop ketergantungan kepada luar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ini diperlukan keberanian politik untuk mewujudkan kemandirian bangsa. Tanpa itu, maka tuntutan massa aksi mahasiswa “Turunkan Harga Kebutuhan Pokok,” tidak akan pernah menjadi kenyataan.

Keempat, harus dibuat undang-undang yang mewajibkan pembelian dan penggunaan produksi dalam negeri, terutama produksi pangan. Jika ada undang-undang, maka pemerintah, petani dan produsen akan fokus dan bersemangat memproduksi kebutuhan pokok rakyat Indonesia.

Kelima, tuntutan massa aksi mahasiswa harus dijadikan sebagai momentum untuk berubah melayani rakyat karena selama ini, diakui atau tidak orientasi pembangunan dalam praktik tidak mengejawantahkan kemandirian seperti pernah diucapkan Bung Karno dengan istilah “Berdikari” (Berdiri Diatas Kaki Sendiri).

Baca Juga

Politik

Saya apresiasi demonstrasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang digalang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang pada umumnya...

Politik

Mahasiswa adalah bagian yang amat penting dari rakyat Indonesia. Oleh karena itu, mereka berhak untuk bebas berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat melalui Badan Eksekutif...

Dunia Usaha

Perbincangan publik di seluruh Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini sangat ramai karena krisis minyak goreng yang mengakibatkan emak-emak antri, 2 orang meninggal dunia.

DKI Jakarta

Sebanyak 101 Kepala Daerah yang habis masa baktinya tahun 2022, begitu pula, sebanyak 170 Kepala Daerah habis masa baktinya tahun 2023, harus dipilih secara...

Politik

Luar biasa!!! Tidak pernah dalam sejarah Indonesia, para tokoh politik dan Warga Negara Indonesia (WNI) dari berbagai penjuru dunia ikut menggugat presidential threshold 20...

Opini

Ada yang merasa terganggu lalu melakukan hack Kanal Youtube Rocky Gerung Official, Said Didu Official, dan Hersubeno Point.

DKI Jakarta

Setiap kritik berupa evaluasi kinerja yang ditujukan kepada mereka yang memegang kekuasaan termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, harus diapresiasi agar mereka yang berkuasa...

DKI Jakarta

Penurunan kualitas demokrasi Indonesia, yang berhubungan dengan berlanjutnya represi atas oposisi, yang semakin bertambah dan terang-terangan.