Connect with us

Pemprov DKI Jakarta berhasil meraih Predikat Kepatuhan Tinggi Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2021, dari Ombudsman Republik Indonesia (20/4/2022) - twitter dkijakarta

DKI Jakarta

Mudik Gratis Pemprov DKI: Anies Manjakan Warga Yang Ingin Mudik

Dalam rangka Idul Fitri 1443 H. Gubernur Anies dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria serta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat dikatakan memanjakan warga yang ingin mudik gratis.

Mudik atau pulang kampung merupakan fenomena sosial yang setiap tahun selalu terulang. Fenomena sosial ini dibalut dengan keyakinan agama untuk ziarah ke makam orang tua, kakek dan nenek, silaturrahim kepada sanak-famili, tetangga dan handai taulan.

Selain itu, dalam realitas sosial ada yang ingin memamerkan kepada keluarga, famili, tetangga dan teman-teman sekampung bahwa mereka telah sukses dalam perantauan. Tidak saja memperkenalkan isteri, putera-puteri yang cantik, mobil yang dikemudikan, tetapi juga mudik dengan naik pesawat.

Bahkan ada yang nostalgia di masa kecil, dengan menunjukkan kepada isteri dan puteri-puteri tercinta tentang perjalanan hidup sehingga berhasil meraih kesuksesan.

Bagi mereka yang kurang sukses dalam mengumpulkan harta kekayaan, tetap merasa bangga bercerita kepada keluarga di kampung, sanak famili dan tetangga tentang keberhasilan di perantauan misalnya mempunyai rumah, pendidikan putera-puteri yang tinggi dan berbagai kelebihan yang tidak dimiliki keluarga, famili dan tetangga di kampung.

Dalam dua tahun terakhir sejak Indonesia dilanda Covid-19 yaitu lebaran Idul Fitri tahun 2020 dan 2021, pemerintah membatasi warga untuk mudik karena Covid-19 sedang merajalela.

Akan tetapi, lebaran tahun 2022, Covid-19 sudah reda, sehingga pemerintah tidak lagi melarang warga untuk mudik.

Walaupun begitu, pemerintah tetap memberikan syarat bahwa yang boleh mudik adalah warga yang sudah vaksinasi booster. Selain itu, di dalam perjalanan mudik bagi mereka yang menaiki kendaraan umum seperti bus, kereta api dan pesawat tetap dianjurkan memakai masker.

Strata Sosial Para Perantau

Warga DKI Jakarta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mempunyai strata sosial yang berbeda, setidaknya empat tingkatan.

Pertama, elit sosial teratas ialah mereka yang sangat kaya (konglomerat), mempunyai kedudukan paling tinggi di pemerintahan seperti Presiden, Wakil Presiden, atau pernah menduduki posisi sangat penting seperti mantan Presiden, mantan Wakil Presiden, serta mempunyai kedudukan tertinggi di parlemen seperti Ketua DPR, Ketua MPR, Ketua DPD RI atau mantan Ketua DPR, mantan ketua MPR. Panglima, dan Kapolri,

Kedua, elit sosial ke bawah ialah mereka golongan yang kaya, tetapi tidak masuk kategori konglomerat. Selain itu, Menteri, wakil ketua DPR, wakil MPR, anggota DPR dan MPR, dan Wakil Menteri, Gubernur, Bupati, Direktur Utama BUMN dan BUMD papan atas, Direktur Utama Perusahaan Swasta Nasional dan Multi National Corporation papan atas, pengacara papan atas.

Ketiga, kelas menengah atas ialah golongan yang berpendidikan tinggi yang berhasil menduduki posisi Direktur Jenderal, Direktur utama dan para Direktur BUMN, Direktur Utama dan Direktur BUMD papan bawah, Direktur Utama dan para Direktur perusahaan termasuk perusahaan Multi National Corporation (MNC) menengah, pengacara (lawyer), rektor, wakil rektor dan eselon 1, 2, 3 dari ASN.

Keempat, kelas menengah ke bawah ialah golongan kelas menengah ke bawah berpendidikan tinggi yang bekerja di pemerintah dan swasta sebagai dosen, pegawai, tenaga ahli, serta asisten, dan pengusaha menengah.

Kelima, kelas bawah (lower class). Golongan ini paling banyak dalam masyarakat, yang terbagi dua lapisan yaitu kelas bawah (lower class) dan kelas paling bawah (lower-lower class). Golongan kelas bawah dan kelas paling bawah, pada umumnya adalah buruh kecil, pengusaha kecil, pengusaha mikro, pegawai kecil, pekerja serabutan (tidak ada pekerjaan tetap) dan pengangguran.

Anies Manjakan Warga Mudik Gratis

Dalam rangka Idul Fitri 1443 H. Gubernur Anies dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria serta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat dikatakan memanjakan warga yang ingin mudik gratis.

Mereka yang mau mudik gratis ke Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, disediakan sebanyak 492 bus. Tidak hanya yang mau mudik, tetapi juga yang mau kembali ke Jakarta setelah lebaran Idul Fitri disediakan bus.

Selain itu, mereka yang mau mudik dengan membawa sepeda motor, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta truk yang akan mengangkut motor ke kampung halaman mereka.

Di samping itu, untuk memesan kendaraan mudik gratis, cukup menggunakan media sosial seperti WA untuk mendaftar. Tidak perlu datang ke Sub Dinas Perhubungan di lima wilayah DKI Jakarta.

Bebas Datang ke Jakarta

Gubernur Anies juga membuat kebijakan bahwa mereka yang mudik ke kampung halaman bisa membawa keluarga, famili dan tetangga untuk tinggal dan bekerja di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta dari satu periode ke periode lain, selalu melarang warga dari provinsi lain untuk datang ke Jakarta. Setiap tahun, dilakukan razia untuk menangkap dan mengembalikan warga dari provinsi lain ke kampung halamannya.

Tahun ini, Anies membolehkan para pemudik untuk membawa famili, tetangga dan teman datang ke Jakarta untuk mengadu nasib, mencari pekerjaan atau membuka bisnis.

Dengan demikian, tahun ini pasca lebaran Idul Fitri 1443 H. sudah tidak ada Operasi Yustisi untuk menangkap dan mengembalikan warga yang datang ke Jakarta. Semua warga negara Indonesia, bebas datang dan tinggal di Jakarta untuk mencari pekerjaan atau membuka bisnis.

Baca Juga

Pemilu

Diliput Media Asing! Bang Surya dan seluruh jajaran Partai Nasdem telah mendeklarasikan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon Presiden RI.

Opini

Saya yakin mayoritas rakyat Indonesia apapun upaya yang dilakukan untuk mengkriminalisasi Anies Baswedan dengan menjadikannya sebagai tersangka korupsi tidak akan dipercaya publik.

DKI Jakarta

Peresmian empat gedung sekolah Net Zero 2022 dari SD Negeri Ragunan 08, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2022) merupakan karya yang luar biasa karena...

DKI Jakarta

Transjakarta tidak menaikkan harga Transjakarta. Mengapa Transjakarta tidak naik tiket? Jawabannya karena pemerintah provinsi DKI Jakarta memberikan subsidi terhadap moda transportasi massal seperti Transjakarta.

DKI Jakarta

Penataan Kota Tua telah menjadi destinasi wisata di Jakarta yang sangat menarik. Pada saat saya mengunjungi kota tua Minggu lalu saya menyaksikan banyak turis...

DKI Jakarta

Anies bersama delegasi U20 mengunjungi obyek wisata kota tua. Sebanyak 12 delegasi U20 Mayors Summit hadir secara langsung di Kota Tua Jakarta Barat. Anies...

DKI Jakarta

Setelah turun di Halte Museum Fatahillah, saya mulai kagum menyaksikan kawasan Kota Tua yang telah ditata dengan sangat rapi, indah, nyaman dan mempesona.

DKI Jakarta

Gubernur Anies Baswedan pada saat meresmikan penggunaan bus listrik beberapa waktu lalu mengatakan bahwa keberadaan bus listrik menjadi solusi terhadap dua masalah di Jakarta,...