Connect with us

Prof. Dr. Sjamsoe'oed Sadjad, Bapak Benih Indonesia dan Guru Besar Ilmu dan Teknologi Benih Dep. Agronomi dan Hortikultura IPB University - gasbio.wordpress.com

In Memoriam

In Memoriam Prof. Dr. Ir. Sjamsoe’oed Sadjad, M.Sc Bapak Benih Indonesia

Kepergian Prof. Dr. Ir. Sjamsoe’oed Sadjad, M.Sc untuk selamanya, keluarga dan Civitas Akademika Institut Pertanian Bogor (IPB) dan bangsa Indonesia sangat kehilangan karena beliau merupakan bapak benih Indonesia, putera terbaik bangsa Indonesia.

Pagi ini (29/4/2022) isteri saya memberitahu bahwa Prof. Dr. Ir. Sjamsoe’oed Sadjad, M.Sc telah wafat. Saya langsung ucapkan Inna lilllaahi wa Inna ilaihi Raji’un (kita adalah milik Allah dan akan kembali kepadaNya).

Kepergian Prof. Dr. Ir. Sjamsoe’oed Sadjad, M.Sc untuk selamanya, keluarga dan Civitas Akademika Institut Pertanian Bogor (IPB) dan bangsa Indonesia sangat kehilangan karena beliau merupakan bapak benih Indonesia, putera terbaik bangsa Indonesia.

Kepergian beliau untuk menghadap Allah pada bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan, merupakan pertanda bahwa Allahyarham adalah orang baik, ilmuan dan cendekiawan yang shaleh dan menurut pengakuannya tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu.

Beliau masih keluarga dekat dengan isteri saya Nina Purwandari, sehingga sering berhubungan dengan beliau dan putera-puterinya seperti Dr. Riza S. Sadjad, M.Sc, dosen Unhas Makassar. Bahkan beberapa waktu lalu, saya, isteri dan adik-adiknya, kami ke Dermaga Bogor untuk bersilaturrahim, beliau minta kepada saya kalau lebaran Idul Fitri 1443 H. kami datang lagi untuk silaturrahim.

Bapak Benih Indonesia dan Ilmuan Hebat

Prof. Dr. Ir. Sjamsoe’oed Sadjad, M.Sc., lahir di Madiun tanggal 24 Juni 1931. Menempuh pendidikan SD sebelum kemerdekaan RI, SMP dan SMA di zaman revolusi kemerdekaan, dan lulus SMA I Jakarta tahun 1951.

Pendidikan tinggi (S-1, S-2, S-3) ditempuh sampai 1971 masing-masing di Universitas Indonesia, Fakultas Pertanian, Jurusan Sosial Ekonomi (S-1). Jurusan Agronomy Seed Technology (S-2) di Mississippi State University, Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Doktor bidang Ilmu Pertanian.

Berkat pemikiran dan penelitian Prof. Dr. Ir. Sjamsoe’oed Sadjad, M.Sc, beliau dijuluki sebagai Bapak Benih Indonesia. Salah satu yang terkenal adalah 11 falsafah benih.

Prof. Sadjad begitu beliau disapa, diangkat sebagai Guru Besar pada Fakultas Pertanian IPB pada tahun 1981. Dirinya pensiun pada tahun 1996, dan diangkat kembali pada tahun yang sama sebagai Guru Besar Emeritus bidang Budidaya Tanaman pada Fakultas Pertanian IPB.

Jabatan strukutural yang pernah diemban antara lain Dekan Fakultas Pertanian dan Ketua Umum Yayasan Padi Indonesia (YAPADI). Beliau telah menulis ratusan naskah semi populer, puluhan makalah seminar nasional dan internasional serta 15 buku.

Prof. Dr Ir Sjamsoe’oed Sadjad, M.Sc adalah Guru Besar Emiritus di Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, IPB. Selain sebagai dosen yang sangat loyal pada pengembangan ilmu dan teknologi benih, juga sangat produktif dalam menulis buku maupun artikel yang diterbikan di media massa nasional. Hasil pemikiran berupa artikel tersebut telah diterbitkan oleh Harian Kompas, Tabloid Sinar, Gema Islam, Media Indonesia, The Jakarta Post , Prisma, Gelora, Warta Pertanian, Agrivisi, Selentiae, Opini dan Intisari.

Sejak tahun 1964 sampai dengan 2019, Prof. Dr. Ir. Sjamsoe’oed Sadjad, M.Sc telah menulis 356 artikel pada beberapa media massa. Artikel-artikelnya bertemakan : Perbenihan dan Ilmu Pengetahuan, Petani dan Pertanian, Pengembangan Pedesaan, Pengembangan SDM, Pangan dan Gizi, Sosial Budaya dan Lingkungan Hidup. Seluruh artikel cetakan asli disimpan di Sajogyo Institute di Jl. Malabar No.22 Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor 16129. Untuk dapat diwariskan dan mudah diakses oleh generasi mendatang Prof.Dr Ir Sjamsoe’oed Sadjad, M.Sc. bermaksud mengemas artikel-artikel tersebut dalam bentuk buku digital dengan judul “Benih, Pertanian dan Kehidupan: Olah Pikir Sjamsoe’oed Sadjad.”

Cendekiawan Mewariskan Ilmu Pengetahuan

Ilmuan dan cendekiawan di seluruh dunia selalu mewariskan karya berupa buku, jurnal dan pemikiran untuk dibaca dan dikaji oleh generasi mendatang.

Para ilmuan dan cendekiawan terdahulu seperti Abdal-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun (1332-1406) yang populer dengan nama Ibnu Khaldun, sampai saat ini bukunya yang tebal bernama “The Muqaddimah” masih dibaca, dipelajari, dikaji dan dikembangkan ilmunya. Bahkan banyak Universitas yang mengabadikan namanya seperti Universitas Ibnu Chaldun Jakarta yang saya pimpin.

Begitu juga Ibnu Sina, karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib atau “The Canon of Medicine” yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad. Ibnu Sina lahir pada tahun 370 H/980 M di Afsyanah, sebuah kota kecil di wilayah Uzbekistan saat ini.

Selain itu, Plato, karyanya yang paling terkenal ialah Republik (dalam bahasa Yunani Πολιτεία atau Politeia, “negeri”) yang berisi uraian garis besar pandangannya pada keadaan “ideal”. Dia juga menulis ‘Hukum.’

Insya Allah buku Prof. Dr. Ir. Sjamsoe’oed Sadjad, M.Sc yang berjudul “Benih, Pertanian dan Kehidupan: Olah Pikir Sjamsoe’oed Sadjad,” merupakan amal jariyah Allahyarham yang akan terus diterima pahalanya dialam barzah pada saat mahasiswa (i) membaca, mempelajari dan mengkaji dan menjadikan sebagai rujukan dalam membuat Tesis atau Disertasi untuk meraih gelar Doktor.

Selamat jalan Prof. Dr. Ir. Sjamsoe’oed Sadjad, M.Sc menghadap Ilahi Rabbi, kami bersaksi Bapak adalah orang baik, taat beribadah dan mengabdikan ilmu untuk kemajuan umat manusia, bangsa dan negara Republik Indonesia. Kami mengiringi kepergianmu dengan doa insya Allah husnul khatimah dengan membacakan surat Al Fatihah.

Baca Juga