Connect with us

Ngobrol bareng di tempat wisata (14/6/2018) - unsplash Gradikaa Aggi

Ramadhan 1443H

Spirit Idul Fitri, Silaturahmi dan Wisata Liburan Idul Fitri

Salah satu spirit Idul Fitri 1 Syawal 1443 H ialah silaturahmi. Dalam rangka silaturahmi, puluhan juta umat Islam mudik di kampung halaman untuk silaturahmi, sekaligus wisata-menikmati keindahan kampung halaman, berwisata di di berbagai obyek wisata di tanah air yang secara alami sudah terbentuk atau melalui pembangunan dibangun obyek-obyek wisata.

Salah satu spirit Idul Fitri 1 Syawal 1443 H ialah silaturahmi. Dalam rangka silaturahmi, puluhan juta umat Islam mudik di kampung halaman untuk silaturahmi, sekaligus wisata-menikmati keindahan kampung halaman, berwisata di di berbagai obyek wisata di tanah air yang secara alami sudah terbentuk atau melalui pembangunan dibangun obyek-obyek wisata.

Setelah libur panjang dalam rangka lebaran Idul Fitri, hari-hari ini arus mudik melalui laut, darat dan udara akan terjadi.

Saya telah menulis artikel dengan judul “20 Tips Mudik Selamat: Mudik Perjalanan Spiritual Harus Diniatkan Seperti Ibadah dan Dinikmati.”

Tulisan ini tidak hanya untuk mudik tetapi juga balik mudik. Sebaiknya para pemudik yang akan balik ke Jakarta dan berbagai daerah setelah libur lebaran Idul Fitri, membaca tulisan saya tersebut dalam rangka mencegah dan menjaga keselamatan selama perjalanan pasca lebaran Idul Fitri.

Silaturahmi Kewajiban Agama

silaturahmi atau populer dengan istilah “silaturahmi” mempunyai makna di antaranya merekatkan tali persaudaraan, menambah saudara, mendatangkan keberkahan dan memperpanjang umur. Sebaliknya, Muslim juga dilarang untuk memutus hubungan silaturahmi karena ada siksa kelak di akhirat.

silaturahmi yang diwujudkan dengan saling maaf-maafan pada Hari Raya Idul Fitri mempunyai banyak keutamaan. Walaupun tidak ada ayat dalam Alqur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW yang khusus memerintahkan silaturahmi pasca bulan Ramadhan.

Akan tetapi banyak sekali ayat dalam Alqur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan untuk menjalin silaturahmi atau silaturrahim.

Allah SWT berfirman dalam Surat Ar Ra’du ayat 21:

وَالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُوْنَ سُوْۤءَ الْحِسَابِۗ

Artinya: Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk.

Ibnu Katsir dalam karya tulisnya Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhiim menerangkan mengenai ayat tersebut yakni perintah Allah SWT agar menjalin silaturahmi, berbuat baik kepada kaum kerabat dan sanak famili, juga kepada kaum fakir miskin, orang-orang yang memerlukan bantuan, dan mendermakan kebajikan. Mereka (orang-orang beriman) itu takut kepada Tuhannya, yakni dalam mengerjakan amal-amal yang harus mereka lakukan dan menghindari perbuatan-perbuatan yang harus mereka tinggalkan.

Mereka merasa di bawah pengawasan Allah dan mereka merasa takut akan hisab yang buruk di hari akhirat. Karena itulah maka Allah memerintahkan mereka untuk tetap berada dalam jalan yang lurus dan istiqamah dalam semua aktivitas dan semua keadaan yang mereka alami.

Sebaliknya, Allah mengutuk orang-orang yang suka memutus tali silaturahmi sebagaimana dalam firman Allah dalam surat Muhammad:

أَن تُفْسِدُواْ فِى الاٌّرْضِ وَتُقَطِّعُواْ أَرْحَامَكُمْ

Artinya: Kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan (silaturahmi).

Mereka yang memutus silaturahmi dan kembali kepada kejahiliahan di masa silam dengan membiarkan darah mengalir dan memutus hubungan kekeluargaan, Allah menegaskan firman-Nya dalam Surat Muhammad ayat 23:

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰٓ أَبْصَـٰرَهُمْ

Mereka itulah orang-orang yang dikutuk oleh Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.

Larangan membuat kerusakan di muka bumi bersifat umum dan larangan memutus hubungan kekeluargaan bersifat khusus. Allah memerintahkan berbuat kebaikan di muka bumi dan menghubungkan tali persaudaraan, dengan berbuat baik kepada kaum kerabat melalui ucapan dan perbuatan serta bersedekah kepada mereka yang memerlukan.

Selain firman Allah tentang kewajiban silaturahmi, nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturahmi, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari) Shahih No.6138 versi Fathul Bari.

Disamping itu, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:
Dari Abu Bakrah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Tiada suatu perbuatan dosa pun yang lebih layak untuk disegerakan oleh Allah hukumannya di dunia selain dari azab yang disediakan untuk pelakunya kelak di akhirat selain dari zina dan memutuskan hubungan kekeluargaan (silaturahmi).

Juga Nabi Muhammad SAW bersabda:

Dari Ibnu Syihab dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa ingin lapangkan pintu rizqi untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari) Shahih No.5986 Versi Fathul Bari.

Berwisata di Liburan Idul Fitri

Masyarakat Muslim, telah menjadi tradisi, selain bersilaturahmi pada hari pertama dan hari kedua lebaran Idul Fitri , juga melakukan wisata (pelancongan).

Di Indonesia, banyak sekali tempat berwisata yang indah dan amat menarik. Di Jakarta, pada saat liburan Idul Fitri, sangat banyak masyarakat yang berwisata (melancong) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Tempat ini banyak dikunjungi masyarakat karena mengandung wisata edukasi sejarah, dan juga hiburan.

Selain itu, tempat berwisata di Jakarta yang menyukai pinggir pantai ialah Taman Impian Jaya Ancol. Kawasan wisata Ancol banyak wahana menarik yang bisa dimainkan di Taman Impian Jaya Ancol.

Tempat wisata yang cukup menarik dan sedang dibangun ialah Taman Ismail Marzuki. Taman Ismail Marzuki atau biasa disingkat TIM diresmikan pada 10 November 1968. Agar semakin menarik untuk dikunjungi, saat ini sedang dalam tahap pembangunan kembali dan dalam waktu singkat akan diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Anies Baswedan.

Sangat banyak obyek wisata (pelancongan) yang dapat dikunjungi di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia pada saat liburan Idul Fitri 1443 H/2022. Semakin banyak berwisata di tanah air, insya Allah semakin tumbuh cinta tanah air Indonesia.

Selamat berlibur, bersilaturahmi dan berwisata. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kita semua.

Baca Juga

DKI Jakarta

Kedatangan warga negara asing di Indonesia untuk menyaksikan Balap Mobil Listrik Formula E merupakan salah satu target dari penyelenggaraan event international di Jakarta.

DKI Jakarta

Sebagai sosiolog saya apresiasi dimulainya perayaan HUT DKI Jakarta ke-495 yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dari pulau Bidadari, Kepulauan Seribu Jakarta...

DKI Jakarta

Sarinah yang terletak di pusat jantung kota Jakarta merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan pada tahun 1962 di era Presiden Soekarno. BUMN...

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...

DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Ramadhan Market atau Festival Ramadhan di berbagai kelurahan DKI Jakarta.

Ramadhan 1443H

Kita bersyukur kepada Allah, tahun ini umat Islam di berbagai penjuru dunia termasuk Jakarta, Istanbul Turkiye dan New York Amerika Serikat, bisa melaksanakan shalat...

Ramadhan 1443H

Hari ini Jumat, 29 Sya'ban 1443 H bertepatan dengan 1 April 2022. Insya Allah sebentar lagi umat Islam akan mulai melaksanakan Puasa Ramadhan 1443H...

Wisata

Pada 27-28 Januari 2022, saya dan keluarga berkunjung ke kota Bandung. Tujuan utama ke kota Bandung untuk besuk keluarga yang sedang dirawat di rumah...