Connect with us

Terima kasih atas kunjungan lebaran Ketua Umum Partai Demokrat Bapak Agus Harimurti Yudhoyono @AgusYudhoyono bersama Ibu Annisa Pohan. (7/5/2022) - twitter airlangga_hrt

Politik

Duet Maut Airlangga dan AHY Pemilihan Presiden 2024?

Kunci untuk mewujudkan duet AH dengan AHY dalam pemilihan Presiden RI dan Wakil Presiden 2024 adalah elektabilitas.

Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H. Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat bersilaturrahim di kediaman Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar.

Silaturrahim ini diberitakan media secara luas. Ada yang mengulas bahwa kedua tokoh ini sebagai pasangan yang ideal dalam pemilihan Presiden 2024.

Setidaknya ada tiga alasan untuk memastikan bahwa kedua tokoh tersebut pantas diusung menjadi calon Presiden dan Wakil Presiden.

Pertama, Airlangga Hartarto dan Agus Harimurti Yudhoyono merupakan Ketua Umum partai politik yang bisa mengusung Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dalam pemilihan Presiden 2024. Dalam Pemilu 2019, Partai Golkar meraih suara 12,31 % sedang Partai Demokrat 7,77%. Jika digabung suara kedua partai politik tersebut, maka sudah mencapai 20% lebih dan memenuhi syarat untuk mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Kedua, Airlangga Hartarto dan Agus Harimurti Yudhoyono merupakan pimpinan partai politik besar yang dalam kontestasi politik di Indonesia pernah menjadi pemenang pemilu, sehingga memiliki rekam jejak yang baik dan berpotensi memenangkan pemilu Presiden 2024.

Ketiga, Partai Golkar dan Partai Demokrat memiliki mesin politik yang kuat dan berpengalaman, sehingga bisa diandalkan untuk memenangi pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Tantangan Yang Dihadapi Pemilihan Presiden

Walaupun kedua partai politik tersebut memenuhi syarat untuk mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden 2024, tetapi masih memiliki tantangan.

Pertama, semua hasil survei dari berbagai lembaga yang selama ini rutin melakukan survei, masih menempatkan elektabilitas kedua tokoh tersebut jauh di bawah Prabowo, Anies dan Ganjar.

Kedua, partai Golkar walaupun telah memutuskan bahwa calon Presiden RI yang akan diusung dalam pemilihan Presiden RI adalah Airlangga Hartarto, tetapi jika elektabilitasnya rendah, maka bisa dibatalkan seperti yang pernah dialami Aburizal Bakrie, Ketua Umum Golkar, pencalonannya menjadi Presiden RI dibatalkan karena elektabilitasnya rendah.

Ketiga, para kader Golkar pada khususnya, tidak akan solid mendukung duet Airlangga Hartarto (AH) dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), jika mereka tidak yakin berdasarkan hasil survei dari lembaga yang kredibel dan analisis politik mereka, pasangan tersebut yakin menang.

Meningkatkan Elektabilitas

Kunci untuk mewujudkan duet AH dengan AHY dalam pemilihan Presiden RI dan Wakil Presiden 2024 adalah elektabilitas.

Tidak mudah meningkatkan elektabilitas bakal Calon Presiden dan bakal calon Wakil Presiden ditengah persaingan yang semakin hari semakin ketat dan keras.

Walaupun begitu, harus dilakukan jika AH dan AHY sungguh-sungguh ingin menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden RI dalam pemilihan Presiden 2024.

Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan untuk mendongkrak elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Umum Partai Demokrat.

Menurut saya kedua Ketua Umum Partai Politik tersebut harus melakukan setidaknya tiga langkah strategis dan taktis.

Pertama, menggerakkan mesin politik partai untuk mendongkrak elektabilitas AH dan AHY. Akan tetapi tidak mudah menggerakkan mesin politik Partai Golkar dan Partai Demokrat sebelum tiba pemilu 2024, karena para kader partai akan berhitung mereka dapat apa? Kalau sudah tiba pemilu serentak, mereka memiliki kepentingan untuk terpilih menjadi anggota DPRD atau Anggota DPR RI.

Kedua, AH dan AHY harus keliling seluruh Indonesia untuk mengunjungi seluruh kader dan menggelontorkan bantuan dana sebagai stimulus untuk menggerakkan kader di akar rumput. Ini tidak mudah, selain banyak menghabiskan dana juga waktu. AH sulit melakukannya karena masih terikat dengan jabatan sebagai Menko Perekonomian.

Ketiga, memobilisasi dukungan publik melalui media sosial. Akan tetapi, media sosial dapat dikatakan di kuasai oleh masyarakat yang bukan dari kalangan penguasa. Walaupun begitu, harus dilakukan untuk mendongkrak elektabilitas AH dan AHY.

AH dan AHY Harus Maju

Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa AH dan AHY kalau berduet dalam Presiden 2024 sudah memenuhi syarat karena perolehan suara Partai Golkar dan Partai Demokrat sudah mencapai 20% lebih jika MK tetap tidak mengubah PT menjadi 0 persen atau sekurang-kurangnya 10 persen.

Menurut saya, walaupun elektabilitas kedua tokoh tersebut tidak meningkat secara signifikan, sebaiknya tetap menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden pemilu 2024.

Kalau menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, terdapat peluang untuk menang. Jika tidak menjadi calon, maka sama sekali tidak ada peluang untuk menang dalam pemilihan Presiden 2024.

Selain itu, mempunyai calon Presiden dan Calon Wakil Presiden pasti menghadirkan dampak elektoral bagi Partai Golkar dan Partai Demokrat dalam pemilu serentak.

Oleh karena itu, Partai Golkar dan Partai Demokrat sebaiknya dari sekarang membuat satu poros yaitu poros Golkar – Demokrat.

Mengapa Duet AH Dengan AHY?

Setidaknya ada tiga alasan, mengapa duet AH dan AHY penting diwujudkan. Pertama, partai-partai politik lain sulit mendukung AH atau AHY, karena berarti partai-partai politik itu membesarkan partai politik orang lain. Dalam pemilu serentak, mereka tidak akan memperoleh manfaat apapun dalam meningkatkan elektabilitas partai mereka.

Kedua, Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dari Partai Politik yang diusung tidak mungkin mengkampanyekan partai pengusung karena sudah mempunyai partai politik sendiri. Kalaupun Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dari partai politik yang mereka usung mengkampanyekan partai mereka tidak akan memberi dampak elektoral bagi partai pengusung karena Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang diusung sudah mempunyai partai politik sendiri.

Ketiga, Ketua Umum Partai Golkar atau Ketua Umum Partai Demokrat sulit mendapatkan dukungan dari partai-partai politik lain jika mereka mau menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.

Oleh karena itu, sebaiknya kedua partai politik itu bersatu mengusung Ketua Umum mereka menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden pada pemilu serentak 2024.

Baca Juga

Pemilu

PKS memandang, Partai Nasdem dan Surya Paloh memiliki semangat untuk merestorasi Indonesia. Restorasi untuk kembali kepada jati diri bangsa Indonesia, sebagaimana dicita-citakan para pendiri...

Pemilu

Partai NasDem merupakan satu-satunya partai politik yang lebih awal mengumumkan calon Presiden RI Pemilu 2024. Pertanyaannya, mengapa Partai NasDem memilih mengumumkan lebih dahulu calon...

Pemilu

Jika akhirnya Megawati Soekarnoputri menetapkan Puan Maharani menjadi calon Wakil Presiden, maka saingan terberatnya adalah Erick Thohir, Menteri BUMN RI karena diduga langsung atau...

Pemilu

Pertarungan Merah VS Kuning bakal sengit di pemilu 2024. Indikatornya sudah mulai terlihat sekarang ini.

Opini

Nasdem, PAN dan PPP jika mengusung Anies Baswedan menjadi calon Presiden RI 2024, maka dipastikan partai-partai politik yang mengusungnya akan memperoleh Pengaruh Figur dalam...

Politik

Sekarang ini banyak sekali lembaga riset yang bermunculan. Motifnya tidak lain dan tidak bukan untuk mencari uang. Salah satu bidang yang banyak di survei...

Politik

Akbar Tandjung, Ketua Umum Partai Golkar pasca reformasi tahun 1998. Keadaan Golkar saat Itu sangat gawat, karena gelombang reformasi ikut menghantam Golkar.

Politik

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden RI ke-6 berbicara tentang penegakan hukum. SBY menegaskan keadilan tak bisa dibeli.