Connect with us

Urban Lecture di Sciences Po, Paris. Mendapatkan kehormatan memenuhi undangan dari Tommaso Vitale, Dekan Urban School Sciences Po, untuk berkunjung dan memberikan kuliah tamu (20/5/2022) - twitter aniesbaswedan

DKI Jakarta

Dukungan ke Anies Tidak Terbendung: Relawan Tolak Pilih Partai Yang Tidak Dukung Anies

Para relawan Anies Baswedan yang dibentuk berdasarkan inisiatif masing-masing, mereka telah menyuarakan jargon jangan pilih partai politik yang tidak dukung Anies.

Pemilihan umum serentak yang akan memilih Presiden-Wakil Presiden dan Anggota Legislatif (Anggota DPR RI, Anggota DPD RI serta Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota, baru akan dilaksanakan pada tahun 2024.

Akan tetapi, para relawan dari berbagai calon Presiden-Wakil Presiden telah bergerak mengkampanyekan calon Presiden dan calon Wakil Presiden yang mereka dukung yang diharapkan partai-partai politik memberi tiket kepada mereka untuk menjadi calon Presiden-Wakil Presiden yang akan bertarung pemilu 2024.

Dalam negara demokrasi sangat wajar satu kelompok atau banyak kelompok atau suatu partai politik atau suatu koalisi partai politik mengkampanyekan seseorang yang dianggap potensial karena memiliki elektabilitas, kapabilitas, dan rekam jejak yang hebat pada saat menjadi Kepala Daerah atau Menteri, sebab seorang Kepala Daerah atau Menteri yang sukses memimpin dengan track record (rekam jejak) yang hebat, maka jika dipilih menjadi Presiden-Wakil Presiden, diyakini akan sukses memimpin Indonesia.

Oleh karena itu, kita patut memberi apresiasi kepada para relawan yang sangat aktif mengkampanyekan para bakal calon Presiden dan bakal calon Wakil Presiden agar tidak salah pilih dalam memilih Presiden dan Wakil Presiden pada pemilihan umum tahun 2024.

Dukungan ke Anies Tidak Terbendung

Dalam negara demokrasi, dapat dipahami adanya dukungan masyarakat yang berbeda dalam mengkampanyekan bakal calon Presiden dan bakal calon Wakil Presiden, dan bahkan berbeda dalan memilih calon Presiden dan calon Wakil Presiden dalam pemilihan umum tahun 2024.

Akan tetapi, yang sangat menarik ditengah gencarnya para buzzerp menyerang Anies, justru dukungan masyarakat secara luas dan suka rela sangat luar biasa.

Dapat saya katakan bahwa ditengah hantaman para buzzerp yang tiada henti terhadap Anies, justru dukungan masyarakat kepada Anies terus meningkat dan membesar.

Mengapa Dukungan Terus Membesar?

Sebagai sosiolog, saya menganalisis mengapa dukungan masyarakat kepada Anies terus meningkat dan membesar? Setidaknya ada lima penyebab dukungan kepada Anies terus meningkat dan membesar.

Pertama, sukses memimpin DKI Jakarta sebagai ibukota negara Republik Indonesia. Hampir lima tahun, Anies menjadi Gubernur Kepala Daerah DKI Jakarta, sangat nyata perubahan dan peningkatan pembangunan di berbagai bidang.

1) Integrasi Transportasi Massal Transjakarta di bawah branding Jak Lingko, Anies dan seluruh jajarannya sangat sukses melayani warga Jakarta dalam bidang transportasi massal dengan harga tiket sebesar Rp 5.000 untuk seluruh jurusan walaupun berpindah-pindah untuk sampai tujuan. Bus-bus yang melayani warga DKI Jakarta berstandar internasional seperti Mercedes Benz.

2) Pembangunan sumber daya manusia sebagai contoh, ribuan Tamatan SLA di DKI Jakarta yang diterima diberbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia telah diberi beasiswa oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sekarang ini besarnya beasiswa yang diberikan pemerintah Provinsi DKI Jakarta Rp 9 juta/orang.

3) Pembangunan pisik, Anies selama hampir 5 tahun memimpin DKI Jakarta, walaupun Jakarta dan Indonesia diterpa pandemi Covid-19, mampu membangun Jakarta International Stadium (JIS) dan Sirkuit Ancol E Prix Formula E yang amat dikagumi pihak asing dan bangsa Indonesia. Selain itu, Anies mampu membangun kembali Taman ismail Marzuki (TIM) yang megah bagi para seniman di DKI Jakarta.

4) Anies dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sukses membangun kembali puluhan taman di DKI Jakarta. Salah satu taman yang setiap minggu dihadiri ribuan warga DKI Jakarta ialah Echo Park Tebet, Jakarta Selatan.

5) Anies dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mampu membangun 5 Lapangan Sepak Bola berstandar Internasional di lima wilayah DKI Jakarta (standar FIFA).

6) Anies dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menata Jakarta yang semakin indah dan nyaman seperi pedestarian (tempat jalan kaki) yang luas dan nyaman seperti di jalan Jenderal Sudirman Jakarta dan berbagai wilayah di DKI Jakarta.

7) 23 janji politik Anies dalam Kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 direalisasikan seperti menyetop reklamasi Teluk Jakarta, membangun kampung Akuarium yang pernah digusur dan berbagai janji lainnya dijalankan.

Kedua, sukses Anies membangun Jakarta tanpa penggusuran seperti di dilakukan pada masa lalu. Pembangunan yang mengacu pada People Centered Development dengan kolaborasi seluruh warga sangat tepat dalam membangun DKI Jakarta.

Ketiga, sukses membangun umat beragama di DKI Jakarta dengan memberi keadilan dan kesetaraan kepada seluruh umat beragama untuk menjalankan ajaran agama masing-masing misalnya memberi bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI).

Keempat, sukses membangun pemerintah DKI Jakarta dalam bidang clean government sehingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperoleh WTP 5 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Kelima, Anies memiliki akhlak mulia, tutur kata yang halus dan santun, rendah hati, cerdas dan memiliki reputasi dan kinerja tinggi yang diakui masyarakat Indonesia dan dunia internasional.

Atas berbagai prestasi dan keberhasilan Anies tersebut, maka puluhan lembaga pemerintah dan swasta dalam dan luar negeri memberi Piagam Penghargaan kepada Gubernur Anies Baswedan dan pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang tidak pernah diperoleh oleh Gubernur DKI sebelumnya dan seluruh Gubernur di Indonesia.

Relawan Tolak Pilih Partai Yang Tidak Dukung Anies

Para relawan Anies tanpa dibayar, mengorganisir diri lalu mengkampanyekan Anies Baswedan menjadi Presiden RI.

Akan tetapi untuk mencalonkan Anies menjadi calon Presiden RI, terkendala dengan ketentuan UU yang mengatur pencalonan Presiden yang disebut Presidential Threshold 20%.

Pasal 222 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum menyatakan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi syarat perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Dengan ketentuan tersebut, maka hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang bisa mencalonkan pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden karena hasil Pemilu sebelumnya PDIP memperoleh 20% dari jumlah kursi DPR.

Selain itu, semua partai politik harus berkoalisi untuk bisa mengusung satu pasang calon Presiden dan calon Wakil Presiden. Itu sebabnya Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah membentuk satu koalisi untuk bisa mencalonkan satu pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden.

Dalam rangka menekan partai-partai politik untuk mencalonkan Anies Baswedan sebagai calon Presiden RI Pemilu 2024, para relawan Anies yang dibentuk berdasarkan inisiatif masing-masing, mereka telah menyuarakan jargon “jangan pilih partai politik yang tidak dukung Anies.”

Jika jargon ini terus menggema di media sosial dan diberitakan secara luas oleh media, maka Partai Amanat Nasional (PAN) yang sudah ditinggalkan oleh pendirinya Prof M. Amien Rais dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang semua lembaga survei menempatkan kedua partai politik dengan elektabilitas rendah, bisa terancam posisi kedua partai tersebut pada Pemilu 2024.

Oleh karena itu, suka tidak suka dan mau tidak mau, partai politik harus mengakui bahwa tidak mencalonkan Anies dalam Pemilu 2024 lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, sebab dengan mencalonkan Anies sebagai calon Presiden 2024, maka elektabilitas partai politik akan meningkat.

Sehubungan itu, saya menyarankan partai politik baru seperti Partai Ummat dan partai politik lain untuk cepat mencalonkan Anies sebagai calon Presiden RI pada Pemilu 2024 untuk mendapatkan pengaruh positif dalam menaikkan elektabilitas partai politik mereka.

Terakhir, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat (PD) saya menyarankan supaya ikut mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membatalkan Presidential Threshold 20 % yang memasung demokrasi dan menciptakan pemerintahan yang korup karena untuk mencalonkan seorang calon Presiden dan Kepala Daerah harus membayar mahar politik yang mahal kepada partai politik yang mencalonkan.

Baca Juga

Pemilu

Lautan manusia yang datang untuk bersilaturahmi kepada Anies Baswedan merupakan massa yang disebut dalam literatur sosial politik sebagai autonomous participation (partisipasi otonom) yang datang...

Opini

Pertanyaannya, kapan Gerindra deklarasikan Prabowo sebagai calon presiden 2024? Allah a'lam. Kalau PAN mau selamat, capreskan segera Erick Thohir. Lebih cepat lebih baik.

Pendidikan

Hari ini 25 November 2022 adalah Hari Guru Nasional. Setiap kita memperingati Hari Guru Nasional, yang teringat kepada kita adalah pendidikan. Pendidikan adalah kunci untuk...

Opini

Momentum pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden partai Nasdem, mereka mengambil peluang untuk kembali bersinar 2024 mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden RI 2024.

Opini

Fenomena dukungan Anies Baswedan sebagai capres oleh Forum Kakbah Membangun (FKM) yang diikuti banyak kader PPP merupakan suatu bentuk upaya para kader PPP menyuarakan...

Pemilu

Isu sentral yang Digulirkan Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024 adalah masalah keadilan sosial. Sesuai dengan sila ke-5 Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh...

Pemilu

Selama hampir 10 (sepuluh) tahun Partai Keadilan Sejahtera PKS beroposisi. Tidak tergiur untuk masuk ke dalam gerbong pemerintahan Jokowi.

Opini

Relawan Anies Baswedan dibentuk di berbagai daerah seluruh Indonesia atas prakarsa dan swadaya masing-masing. Jauh sebelum Anies berakhir masa baktinya sebagai Gubernur DKI Jakarta...