Connect with us

Bus Listrik Transjakarta Siap Melayani! https://www.youtube.com/watch?v=uvGN-4HOwAQ - youtube PT Transportasi Jakarta - Transjakarta

DKI Jakarta

Solusi Macet di Jakarta: Gunakan MRT dan Transjakarta Serta Integrasi Transportasi Antarmoda

Memilih transportasi massal di Jakarta sekarang ini sangat nyaman, aman dan cepat sampai tujuan.

Pada sore atau pagi hari, terasa lama diperjalanan kalau mengendarai mobil pribadi. Pasalnya jalanan cukup padat karena mobil pribadi dan motor yang sangat ramai memenuhi ruas jalan.

Jalanan tidak hanya padat, tetapi jika tidak hati-hati dan banyak berdoa selama perjalanan, kita bisa tabrak motor atau motor menabrak mobil yang kita kendarai. Susahnya jika kita ditabrak motor atau kita menabrak motor, yang disalahkan adalah pengendara mobil.

Saya pernah mengalami di jalan Sultan Syahrir Menteng Jakarta Pusat. Tanpa terduga motor serobot didepan jalan dari kiri ke kanan karena mau belok. Saya terkejut, mobil yang saya kendarai menabrak motor yang memotong di depan secara tiba-tiba.

Walaupun dia salah, yang disalahkan adalah saya yang mengendarai mobil.

Berdasarkan kejadian itu, belakangan ini saya banyak menggunakan transportasi massal. Dari rumah saya jalan kaki menuju halte MRT Haji Nawi, turun CSW ASEAN dan jalan kaki menuju Halte Transjakarta untuk menuju kampus.

Kendala Yang Dihadapi

Memilih transportasi massal di Jakarta sekarang ini sangat nyaman, aman dan cepat sampai tujuan.

Akan tetapi kita masih menghadapi kendala. Pertama, tiket MRT belum terintegrasi dengan tiket Transjakarta. Pada halte kedua moda transportasi massal sudah terintegrasi, sehingga para warga yang menaiki MRT tidak perlu berpanas-panas jika sedang panas matahari atau berhujan-hujan jika sedang turun hujan, sebab sarana jalan kaki untuk ganti moda transportasi sudah tersedia dengan sangat baik dan modern.

Kedua, budaya warga belum berubah. Warga masih banyak memilih naik mobil pribadi dan motor ketimbang naik transportasi massal. Pada biaya cukup murah naik Transjakarta hanya Rp 3.500 sekali perjalanan.

Untuk mengubah budaya supaya warga memilih naik transportasi massal, diperlukan kebijakan pemerintah daerah misalnya biaya parkir ditinggikan untuk mobil maupun motor.

Ketiga, pemilik mobil, saya duga masih banyak yang gengsi naik kendaraan umum. Pada hal MRT dan Transjakarta sangat nyaman. Saking nyaman dan dingin, saya selalu pakai jas atau jaket.

Mengapa Pilih MRT dan Transjakarta?

Setidaknya ada lima manfaat naik MRT dan Transjakarta.

Pertama, sangat bersih. Pengelolaan dua moda transportasi massal tersebut sangat bersih tidak ada yang minum, makan apalagi merokok.

Kedua, sangat aman dan nyaman. Tidak ada pencopet karena ada petugas dan tidak boleh bercakap-cakap termasuk menelpon atau menerima telepon selama perjalanan. Kita bisa gunakan waktu untuk membaca buku atau melihat berita terbaru di Hand Phone yang kita genggam.

Ketiga, terjaga keselamatan selama perjalanan. Insya Allah kita jauh dan terbebas ditabrak mobil atau motor jika menggunakan transportasi massal.

Keempat, menghemat biaya dan tenaga. Bandingkan kalau membawa mobil pribadi atau motor, berapa besar dana yang dikeluarkan perhari untuk membeli bensin dan energi atau tenaga yang dikeluarkan. Pada hal kalau naik Transjakarta hanya Rp 3.500 sekali perjalanan walaupun ganti rute perjalanan.

Kelima, cepat sampai ke tujuan karena bebas macet. Sebagai pengalaman saya sampaikan, sebelum saya mengubah budaya menggunakan transportasi massal, kalau Senin-Kamis saya puasa, jika menggunakan kendaraan pribadi, saya pasti buka puasa di jalan. Sebab itu, saya selalu bawa kurma dan termos untuk buka puasa di jalan. Selain itu, shalat Magrib terganggu. Terpaksa saya tayammum di dalam mobil kalau sudah batal wudhu dan shalat dalam perjalanan.

Akan tetapi, setelah naik transportasi massal saya cepat tiba di rumah dan anak isteri tidak merasa khawatir, dibanding jika mengendarai mobil pribadi apalagi motor.

Ayo kita gunakan transportasi massal untuk keselamatan pribadi dan memastikan kita aman dalam perjalanan.


Baca Juga

DKI Jakarta

Dari obrolan sepanjang jalan menuju Balaikota sampai di depan dan di halaman Balaikota, saya sangat kagum atas semangat rakyat untuk dukung Anies.

DKI Jakarta

Halte Transjakarta Bundaran HI merupakan satu dari ratusan warisan Anies Baswedan selama 5 tahun memimpin DKI Jakarta yang akan berakhir 16 Oktober 2022.

DKI Jakarta

Transjakarta melayani warga Jakarta siang dan malam selama 24 jam tanpa henti. Pada siang hari, Transjakarta melayani warga Jakarta ke seluruh jurusan, termasuk yang...

DKI Jakarta

Transjakarta tidak menaikkan harga Transjakarta. Mengapa Transjakarta tidak naik tiket? Jawabannya karena pemerintah provinsi DKI Jakarta memberikan subsidi terhadap moda transportasi massal seperti Transjakarta.

DKI Jakarta

Penataan Kota Tua telah menjadi destinasi wisata di Jakarta yang sangat menarik. Pada saat saya mengunjungi kota tua Minggu lalu saya menyaksikan banyak turis...

DKI Jakarta

Anies bersama delegasi U20 mengunjungi obyek wisata kota tua. Sebanyak 12 delegasi U20 Mayors Summit hadir secara langsung di Kota Tua Jakarta Barat. Anies...

DKI Jakarta

Setelah turun di Halte Museum Fatahillah, saya mulai kagum menyaksikan kawasan Kota Tua yang telah ditata dengan sangat rapi, indah, nyaman dan mempesona.

DKI Jakarta

Gubernur Anies Baswedan pada saat meresmikan penggunaan bus listrik beberapa waktu lalu mengatakan bahwa keberadaan bus listrik menjadi solusi terhadap dua masalah di Jakarta,...