Connect with us

Khutbah Idul Adha 1443 H di Masjid Al Ikhwan Sukapura Jakarta Utara (9/7/2022) - twitter musniumar

Lainnya

Menjadi Kekasih Allah: Khutbah Idul Adha 1443 H di Masjid Al-Ikhwan Sukapura Jakarta Utara

Setiap kita merayakan Hari Raya Idul Adha dengan Salat Idul Adha dan menyembelih hewan kurban, kita pasti mengenang peristiwa heroik yang dilakukan Nabi Ibrahim yang diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putera kesayangannya Ismail.

Setiap kita merayakan Hari Raya Idul Adha dengan Salat Idul Adha dan menyembelih hewan kurban, kita pasti mengenang peristiwa heroik yang dilakukan Nabi Ibrahim yang diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putera kesayangannya Ismail.

Dalam menggambarkan hubungan Nabi Ibrahim sebagai ayah dan Ismail sebagai anak kesayangan, saya mengutip sepenggal puisi Khalil Gibran, seorang penyair berkebangsaan Libanon-Amerika yang berbunyi “Anakmu bukanlah Anakmu,” Anakmu bukanlah Milikmu.”

Ungkapan Khalil Gibran itu hendaknya menyadarkan kita bahwa anak biologis yang dilahirkan oleh seorang ibu dari rahimnya, bisa bukan anak ibu dan bapaknya.

Anak tak obahnya busur panah yang diluncurkan. Ada kalanya busur panah bisa dikendalikan melalui latihan yang terus-menerus bagaimana cara memanah yang baik, supaya busur panah yang diluncurkan bisa kena sasaran yang dituju. Akan tetapi, lebih banyak lagi busur panah yang tidak bisa dikendalikan sehingga tidak mengenai sasaran.

Ini tamsil bagi kita pentingnya mendidik anak. Jika di masa kecil kita tidak didik untuk taat kepada Allah dan Rasulnya serta berbakti kepada kedua orang tua, maka ketika besar anak kita bukan anak kita dan bukan milik kita yang selalu mendoakan kedua orang tua dan orang-orang yang beriman.

Nabi Ibrahim dan isterinya Hajar adalah contoh teladan bagi kita dalam mendidik anak karena sejak masa kecil, Ismail sudah ditanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Hasil pendidikan terhadap Ismail A.S, digambarkan Allah dalam Al-Qur’an (QS. As-Saffat: 102)

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَـٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَـٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS. As-Saffat: 102)

Ini contoh teladan yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim dan Siti Hajar untuk kita semua, agar anak-anak kita, cucu-cucu kita dididik supaya seperti Ismail yang rela mengorbankan dirinya demi taat kepada Allah.

Akan tetapi, ketika Nabi Ibrahim mau menyembelih puteranya Ismail, Allah gambarkan sesuai firmanNya dalam surat (QS. As-Saffat: 107)

وَفَدَيْنَـٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍۢ

Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْـَٔاخِرِينَ

(QS. As-Saffat: 108)
Dan Kami abadikan Ibrahim di kalangan orang-orang yang datang kemudian.

Ujian Dalam Perjuangan

Hidup ini tak obahnya pedati, ada kalanya kita di atas dan di bawah. Siklus kehidupan bagaikan siang dan malam. Kita mengalami ujian hidup dengan segala suka dan duka. Ada suka, ada duka, ada bahagia dan susah. Apalagi mereka yang beriman dan berjuang serta mengharap bahagia dan selamat di dunia dan syurga di akhirat, lebih banyak lagi ujian yang dihadapi.

Begitu pula yang dialami Nabi Ibrahim A.S. yang diperintahkan oleh Allah untuk menyeru umat manusia menyembah Allah dan melawan mereka yang menyembah berhala.

Maka tantangan yang dihadapi Nabi Ibrahim sangat berat. Pertama, menghadapi bapaknya yang bernama Azar yang tidak lain adalah pembuat patung berhala yang disembah para penguasa dan rakyat.

Kedua, menghadapi raja Namrud yang sangat bengis. Siapapun yang dianggap mau mengancam kekuasaannya, ia akan habisi.

Dikisahkan dalam Sirah Nabawiyah bahwa pada suatu malam, Ibrahim keluar dari rumahnya lalu merusak semua patung berhala dan menyisakan patung besar yang dilehernya digantung Kampak.

Raja Namrud sangat marah mendengar laporan adanya pengrusakan patung-patung berhala. Dia memerintahkan untuk melakukan investigasi siapa pelakunya? Hasil investigasi menyebut pelakunya Ibrahim. Lalu ditangkap dan diperiksa. Ibrahim berkata, pelakunya adalah patung besar.

Mereka tidak percaya patung besar sanggup merusak patung-patung berhala yang lain. Namrud semakin marah, sehingga memerintahkan membuat tumpukan kayu bakar yang tinggi guna membakar hidup-hidup Ibrahim.

Ketika Ibrahim dilempar ke dalam tumpukan kayu bakar yang sedang menyala, Allah perintahkan kepada api agar dingin untuk keselamatan Ibrahim AS. sesuai firman dalam surat (QS. Al-Anbiya: 69)

قُلۡنَا يَٰنَارُ كُونِي بَرۡدٗا وَسَلَٰمًا عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ

Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!”

Ujian yang dialami Nabi Ibrahim, juga dialami para Nabi, ulama sebagai pewaris Nabi dan umat Islam sebagai pelanjut perjuangan.

Allah berfirman dalam surat (QS. Al-Ankabut: 2)

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?

Pelajaran Bagi Kita

Kisah Nabi Ibrahim dan puteranya Ismail yang rela disembelih oleh ayahnya merupakan ujian Allah yang luar biasa besar. Ibrahim dan Ismail lulus dalam ujian, sehingga Allah menebus Ismail dengan seekor binatang yang besar. Peristiwa tersebut diabadikan dengan perintah berkurban sesuai firman Allah dalam surat (QS. Al-Kautsar: 1-3)

إِنَّآ أَعْطَيْنَـٰكَ ٱلْكَوْثَرَ
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ

Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak kepadamu. Maka shalatlah berkurbanlah karena Tuhanmu.

Ujian kedua, Nabi Ibrahim memerangi berhala dan penyembahnya. Raja Namrud menghukumnya dengan melemparkan ke dalam tumpukan kayu bakar yang menyala-nyala. Allah selamatkan Ibrahim.

Ketaatan yang luar biasa Nabi Ibrahim, sikap tawakal, perjuangan serta pengorbanan yang diberikan karena Allah semata, maka Nabi Ibrahim diberi gelar oleh sebagai kekasih Allah (khalilullah).

Umat Islam bisa menjadi kekasih Allah jika meneladani perjuangan dan ketaatan Nabi Ibrahim. Selain itu, hidup kita harus diisi dengan ibadah, banyak berbuat baik terhadap sesama, terus berjuang menjaga nama baik Islam, memelihara Islam, mendakwahkan Islam dan meninggikan Islam setinggi-tingginya dan marah jika ada yang menghina Allah SWT, menghina Nabi Muhammad SAW serta menghina ulama karena ulama adalah pewaris para Nabi.

Akhirnya mari kita panjatkan doa kepada Allah SWT semoga di Hari Idul Adha yang penuh berkah ini umat Islam dan bangsa Indonesia diberi petunjuk untuk memilih Presiden Indonesia dan Gubernur DKI Jakarta tahun 2024 yang terbaik karena rekam jejaknya yang amanah, shidiq, cerdas dan tabligh (komunikator) serta mampu mempersatukan seluruh bangsa Indonesia dan warga Jakarta, mampu melindungi bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Pulau Miangat sampai Pulau Rote serta seluruh warga Jakarta.

Berikut foto-foto kegiatan


gambar tengah Prof. Musni Umar disebelah kiri H. Sutarjo, SH., MH, Ketua Umum Masjid Al Ikhwan, Kusnan Lapera, pengurus Masjid Al Ikhwan, sebelah kanan Drs. H. Najamuddin, Imam Besar Masjid Al Ikhwan Sukapura.

Baca Juga

Lainnya

24 Nov. 2022, saya di undang untuk menjadi salah satu narasumber program ILC  yang dipandu Karni Ilyas, yang membahas tentang Rancangan Kitab Undang-undang Hukum...

Lainnya

Catatan yang sangat penting dalam penyelenggaraan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiah karena sukses dalam pembukaan, sukses pelaksanaan berbagai acara persidangan, teristimewa sukses pemilihan pengurus PP Muhammadiyah.

DKI Jakarta

Salah satu wujud partisipasi dan kolaborasi Transjakarta yang paling mutakhir ialah menyukseskan shalat Idul Adha di JIS dengan menyediakan bus Transjakarta dari berbagai lokasi.

Politik

Saya sangat prihatin terjadinya demonstrasi di berbagai tempat yang menuntut Suharso Monoarfa, mundur sebagai Ketua Umum PPP.

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...

DKI Jakarta

Dalam rangka mudik lebaran, sebagai sosiolog saya terpanggil untuk mencegah berbagai musibah yang dialami pemudik dengan memberikan 20 Tips Mudik Selamat.

Politik

Bangsa Indonesia bersama bangsa Palestina melawan kekejaman dan penindasan tersebut tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk mewujudkan perdamaian dunia. Indonesia bersama palestina demi...

Politik

Belajar dari Chechnya, Ukraina dan Rusia, Muslim Indonesia harus kuat. Supaya kuat, maka harus bersatu dan jangan mau jadi alat untuk kepentingan penguasa yang...