Hari ini 1 Muharram 1444 H adalah Tahun Baru Islam. Sering juga disebut Tahun Baru Hijriyah. Tahun Baru Islam tidak merujuk kepada hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, tetapi hari di mana Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya melakukan hijrah (migrasi) dari Makkah ke Madinah.
Hijrah secara etimologis (asal usul kata) berarti berpindah atau bermigrasi ke dari Makkah ke Yastrib (Madinah).
Akan tetapi hijrah secara maknawiyah ialah berpindah dari nilai yang kurang baik menuju nilai yang lebih baik, dari kebatilan menuju kebenaran.
Dalam konteks hijrah (migrasi) secara maknawiyah dapat digunakan untuk hijrah misalnya dari korupsi menjadi tidak korupsi.
Pemaknaan hijrah semacam itu, sangat relevan jika kita kaitkan dengan korupsi di negara kita yang merajalela. Korupsi tidak lain adalah perbuatan batil yang mencuri atau mengambil uang negara secara tidak sah.
Maka, dengan mengambil maknawiyah dari korupsi, kita berharap berkat semangat hijrah, kita bisa berhijrah atau bermigrasi (berpindah) dari korupsi menjadi tidak korupsi.
Pawai obor tersebut untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram. https://t.co/ENcCkmZ4m4
— Republika.co.id (@republikaonline) July 29, 2022
Tahun baru Islam menandai hari di mana Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. https://t.co/Tyh5sgdDA5
— Republika.co.id (@republikaonline) July 29, 2022
Kasus Megah Korupsi
Bos Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng lari ke Singapura dengan membawa Rp 54 triliun uang negara.
Akan tetapi, mereka yang selama ini menjadi pegiat media sosial yang disebut buzzer dan Influencer, tidak memberi kritik atau komentar terhadap megah korupsi Rp 54 triliun. Koruptor tersebut selain membawa lari uang negara ke Singapura, juga mengganti warga negara, bukan lagi Warga Negara Indonesia (WNI).
Kejaksaan menemukan bukti bahwa PT Duta Palma secara ilegal mengelola 37 ribu hektar lahan sejak didirikan, dan ada potensi manipulasi pajak selama bertahun-tahun.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) hingga saat ini belum berhasil menangkap bos Duta Palma Group, Surya Darmadi atau Apeng yang melarikan diri ke Singapura. Apeng telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap alih fungsi hutan di Riau, sementara Kejagung tengah berupaya mencari Apeng untuk diperiksa sebagai saksi dalam rangka mengusut kasus dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan perusahaannya di Riau.
Warganet menduga, Apeng memiliki hubungan baik dengan pejabat tinggi dengan banyaknya akun Twitter menyinggung hubungannya dengan salah satu Menteri di Kabinet.
Jejak Surya Darmadi, Buron KPK Diduga Bawa Rp54 Triliun ke Singapura https://t.co/kVt4CT6az5
— CNN Indonesia (@CNNIndonesia) July 29, 2022
Jejak Bos Duta Palma Group yang Bawa Kabur Rp 54 Triliun ke Singapura, Diburu KPK dan Kejagung
https://t.co/g1RoMkvTdb via @tribunnews— Tribunnews.com (@tribunnews) July 30, 2022
Mari Hijrah Dari Korupsi
Hampir tiap hari diungkap praktik korupsi yang dilakukan di eksekutif, legislatif, yudikatif dan swasta.
Oleh karena itu, wajar jika ada yang mengatakan bahwa korupsi sudah merajalela. Pada hal isu sentral yang digaungkan gerakan reformasi dalam upaya menggulingkan Presiden Soeharto dari tahta kekuasaannya adalah isu korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Akan tetapi setelah terjadi reformasi 21 Mei 1998, di mana Presiden Soeharto mundur sebagai Presiden RI yang kemudian digantikan oleh Wakil Presiden BJ. Habibie menjadi Presiden RI, Indonesia mengalami perubahan yang sangat cepat.
Pada tahun 1999 dilaksanakan Pemilihan Umum. Tampil sebagai pemenang Pemilu ialah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Dengan hasil pemilu tersebut, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melaksanakan pemilihan Presiden dan terpilih Abdurrahman Wahid sebagai Presiden RI dan Megawati Soekarnoputri menjadi Wakil Presiden RI.
Selain itu, dilakukan amandemen UUD 1945 sebanyak 4 kali. Hasilnya Indonesia semakin liberal.
Liberalisasi yang dilakukan dari hasil amandemen UUD 1945, bukannya membawa Indonesia semakin bersih dari KKN, malah sebaliknya. Dalam 24 tahun Orde Reformasi, korupsi semakin merajalela.
Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444H yang sering disebut Tahun Baru Hijriyah, saya mengajak para pemimpin Indonesia di eksekutif, legislatif dan yudikatif serta di swasta untuk mari hijrah dari korupsi. Korupsi telah menggerogoti keuangan negara. Korupsi telah menyebabkan kualitas proyek rendah, sehingga cepat rusak, karena sebagian anggaran proyek di korupsi.
Selain itu, utang Indonesia yang sudah mencapai Rp 7.000 triliun lebih, tidak paralel dengan peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengurangan tingkat kemiskinan karena utang disalahgunakan, antara lain dikorupsi.
Semoga momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H dapat dimaknai sebagai tekad dan semangat baru untuk mewujudkan Indonesia yang bebas KKN.
Sejumlah negara terancam bangkrut akibat utang yang menumpuk, mulai dari Mesir hingga Turki. #CNNIndonesia https://t.co/MX1wvIbOAH
— CNN Indonesia (@CNNIndonesia) July 23, 2022
Dituduh Lilit Sri Lanka Pakai Utang hingga Bangkrut, China Tak Terima https://t.co/F6KqUXQtbY
— VivaCoid (@VIVAcoid) July 29, 2022

Musni Umar adalah Sosiolog dan Warga DKI Jakarta.
