Connect with us

Gedung KPU RI (2019) - google maps

Pemilu

Menuju Pemilihan Umum 2024: Pendaftaran Dimulai, Cegah Kecurangan dan Politik Uang

Pada 01 Agustus 2022, hari yang amat penting dalam sejarah demokrasi di Indonesia, karena dimulainya pendaftaran partai-partai politik peserta Pemilihan Umum 2024.

Pada 01 Agustus 2022, hari yang amat penting dalam sejarah demokrasi di Indonesia, karena dimulainya pendaftaran partai-partai politik peserta Pemilihan Umum 2024.

Pertama, hari itu partai-partai politik mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilu 2024.

Kedua, pendaftaran partai-partai politik hari itu sebagai peserta pemilihan umum, merupakan bukti bahwa Pemilu tidak akan ditunda pelaksanaannya tahun 2024 sebagaimana pernah ramai diwacanakan di publik.

Ketiga, pemilihan umum tahun 2024 merupakan pemilu serentak yaitu pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif.

Keempat, pemilu 2024 merupakan pemilihan umum ke-6 di era Orde Reformasi. Untuk dicatat, hasil pemilu selama Orde Reformasi belum berhasil membawa Indonesia menjadi negara yang bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), bahkan korupsi ditengarai semakin merajalela.

Kelima, pemilu yang ke-6 tahun 2024 di era Orde Reformasi diharapkan bisa memilih Presiden dan Wakil Presiden yang terbaik, terhebat dan terpercaya yang akan membawa bangsa dan negara kita menjadi sejahtera, adil dan makmur.

Oleh karena itu, pemilu 2024 sangat penting dan strategis karena akan menjadi starting point (titik awal) bagi bangsa Indonesia untuk maju atau sebaliknya.

Pemilu Jujur dan Adil

Kunci sukses dalam melaksanakan pemilu, setidaknya harus dilakukan 5 hal.

Pertama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pelaksana Pemilu, harus melaksanakan Pemilu dengan benar dan adil. Benar berarti KPU melaksanakan Pemilu sesuai Undang-undang pemilu. Jujur berarti KPU harus adil kepada semua partai politik yang menjadi peserta Pemilu, tidak boleh tidak adil kepada semua peserta Pemilu.

Kedua, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus menjadi wasit atau juri dalam mengawasi peserta Pemilu. Bawaslu harus jujur, adil dan benar dalam mengawasi pelaksanaan Pemilu.

Ketiga, POLRI dan TNI harus netral dalam pelaksanaan Pemilu. Tidak boleh memihak kepada peserta Pemilu, pelaksana Pemilu (KPU), dan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Keempat, ASN (Aparatur Sipil Negara) dahulu PNS (Pegawai Negara Sipil) harus netral tidak boleh terlibat dalam mendukung pasangan calon Presiden-Wakil Presiden, begitu pula pasangan calon Kepala Daerah.

Kelima, masyarakat madani wajib berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan Pemilu. Selain itu, mengawasi KPU, Bawaslu, TNI, POLRI dan ASN/PNS agar pemilu berlangsung Jujur dan Adil.

Keenam, rakyat sebagai pemegang kedaulatan wajib berpartisipasi untuk menyukseskan Pemilu dengan menjaga suasana damai dan tenang.
Disamping itu, mencegah dan tidak terlibat dalam menerima sogok (suap) untuk memilih siapapun juga dalam Pemilu.

Selain itu, pada saat pelaksanaan pemungutan suara, rakyat mendatangi TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk memilih pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, dan memilih calon anggota legislatif (DPR RI, DPD RI, dan DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota).

Cegah Pemilu Curang dan Politik Uang

Pemilu 2024 sangat berpotensi terjadinya kecurangan. Oleh karena itu, harus dilakukan berbagai upaya agar Pemilu berlangsung Luber dan Jurdil.

Pertama, pemilu harus dilaksanakan secara langsung, umum, bebas dan rahasia, jujur dan adil.

Kedua, Pemilu tidak boleh terjadi kecurangan. Oleh karena itu, semua warga negara harus aktif mencegah terjadinya kecurangan yang dilakukan peserta pemilu (Partai Politik) dan pelaksana Pemilu (KPU).

Ketiga, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebaiknya berkolaborasi dengan pengawas Pemilu Independen di dalam negeri dan luar negeri untuk mencegah kecurangan Pemilu serta politik uang.

Keempat, para akademisi dari berbagai perguruan tinggi sudah saatnya turun gunung untuk memberi pencerahan, penyadaran dan harapan kepada rakyat, agar memilih pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden serta calon anggota Legislatif di semua tingkatan yang terbaik.

Kelima, para akademisi di perguruan tinggi harus terpanggil untuk terus-menerus menyuarakan pentingnya rakyat berubah dalam memilih pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden serta calon anggota legislatif di semua tingkatan agar bangsa Indonesia sukses mewujudkan Indonesia raya yang adil, makmur dan sejahtera.

Keenam, para akademisi dari berbagai perguruan tinggi sudah waktunya bersuara keras untuk menyampaikan kebenaran dalam rangka amar ma’ruf nahi Munkar agar bangsa dan negara kita selamat, bisa bangkit dan maju.

Akhirnya, kita berharap dan berdoa semoga Pemilu 2024 sukses memilih Presiden dan Wakil Presiden dan para anggota legislatif yan terpercaya, benar, cerdas dan komunikator agar bisa memandu dan membawa seluruh bangsa Indonesia mencapai tujuan Indonesia merdeka yaitu masyarakat adil dan makmur.


Baca Juga

Opini

Perilaku warga yang sering menyebarkan fitnah, caci maki, adu domba dan sebagainya harus dikutuk karena melakukan perbuatan yang dilarang agama, hukum dan sangat bertentangan...

Opini

Momentum pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden partai Nasdem, mereka mengambil peluang untuk kembali bersinar 2024 mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden RI 2024.

Opini

Fenomena dukungan Anies Baswedan sebagai capres oleh Forum Kakbah Membangun (FKM) yang diikuti banyak kader PPP merupakan suatu bentuk upaya para kader PPP menyuarakan...

Pemilu

Mahkamah Konstitusi (MK) telah membuat putusan yang dianggap melanggar asas keadilan, kepantasan dan equality before the law (persamaan di depan hukum) karena membolehkan menteri...

Pemilu

Anies Baswedan, Calon Presiden RI dari Partai Nasdem telah mengemukakan kriteria Calon Wakil Presiden RI yang diharapkan untuk mendampinginya.

DKI Jakarta

Seminar Refleksi 5 Tahun Kepemimpinan Anies Baswedan di Jakarta: Penyelesaian Agenda SDGs dan problem Kohesi Sosial.  Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bara Nasionalis Indonesia, (Baranis...

Pemilu

Diliput Media Asing! Bang Surya dan seluruh jajaran Partai Nasdem telah mendeklarasikan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon Presiden RI.

Opini

Indonesia telah memilih jalan untuk membangun Indonesia melalui jalan demokrasi. Demokrasi sejatinya, dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.