Connect with us

Merayakan kemerdekaan republik Indonesia di Universitas Ibnu Chaldun Jakarta (17/8/2022) - twitter musniumar

Pendidikan

17 Agustus di UIC Jakarta: Memaknai Kembali Proklamasi Kemerdekaan RI dari Aspek Pendidikan, Sosial, Ekonomi dan Lainnya

Sivitas Akademika Universitas Ibnu Chaldun memperingati proklamasi 17 Agustus 2022 dengan upacara menaikkan bendera merah putih, membaca Pancasila, naskah proklamasi, Pembukaan UUD 1945, lagu Indonesia Raya dan lainnya.

Sivitas Akademika Universitas Ibnu Chaldun memperingati proklamasi 17 Agustus 2022 dengan upacara menaikkan bendera merah putih, membaca Pancasila, naskah proklamasi, Pembukaan UUD 1945, lagu Indonesia Raya dan lainnya.

Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar dalam sambutannya selaku inspektur upacara mengemukakan 5 makna dalam proklamasi kemerdekaan republik Indonesia.

Pertama, merdeka dari kebodohan. Menurut dia, pada saat proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, tingkat pendidikan mayoritas bangsa Indonesia masih memprihatinkan. Hanya segelintir orang Indonesia yang memiliki pendidikan.

Untuk merdeka dari kebodohan, kuncinya adalah pendidikan. Itu sebabnya para pendiri negara kita (founding fathers) dalam merumuskan Pembukaan UUD 45 mencantumkan salah satu tujuan Indonesia merdeka adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Seluruh bangsa Indonesia harus cerdas. Untuk cerdas tidak ada cara lain kecuali melalui pendidikan. Pendidikan untuk semua (education for all) merupakan cara yang paling tepat untuk mencerdaskan seluruh bangsa Indonesia.

Namun, setelah Indonesia merdeka 77 tahun lamanya, belum seluruh bangsa Indonesia cerdas. Ketua MPR Bambang Soesatyo menyoroti tingkat pendidikan masyarakat Indonesia. Dia mengungkapkan dalam statistik pendidikan 2021 yang baru dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat pendidikan penduduk Indonesia didominasi penduduk berpendidikan rendah. Dia berharap kondisi ini terus diperbaiki.

Pria yang akrab disapa Bamsoet menuturkan jumlah penduduk yang tamat jenjang pendidikan menengah masih 29,21 persen. Kemudian yang lulus jenjang pendidikan tinggi hanya 9,67 persen. Di luar itu lulusan sekolah dasar atau bahkan tidak tamat sekolah dasar (JawaPos.com, 9 April 2022, 05:36:26 WIB).

Kedua, merdeka dalam bidang sosial. Bangsa Indonesia masih banyak yang miskin. Melalui kemerdekaan, sejatinya bangsa Indonesia yang sudah merdeka 77 tahun lamanya sudah bebas dari kemiskinan. Faktanya masih banyak yang miskin.

Pada hal tujuan Indonesia merdeka ditegaskan dalam Pembukaan UUD 45 untuk memajukan kesejahteraan umum. Namun setelah kita merdeka selama 77 tahun lamanya, kehidupan sebagian bangsa Indonesia masih memprihatinkan. Masih banyak yang miskin, kurang pendidikan dan terbelakang.

Ketiga, merdeka dalam bidang ekonomi. Proklamasi kemerdekaan republik Indonesia, merupakan starting point untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka 77 tahun lamanya, tujuan Indonesia merdeka dalam bidang ekonomi masih harus diperjuangkan dengan sekeras- kerasnya.

Indonesia adalah negara yang kaya raya akan sumberdaya alam, namun yang mengeksploitasi sumberdaya alam kita sebagian besar adalah bangsa lain yang berkolaborasi dengan penguasa dengan dalih investasi.

Pada hal dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 ditegaskan bahwa “bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

Kekayaan alam Indonesia masih dikuasai oleh kekuatan imperialisme dan neokolonialisme gaya baru. Bangsa Indonesia belum menjadi tuan di negeri sendiri dalam bidang ekonomi.

Keempat, merdeka dalam bidang politik. Proklamasi kemerdekaan republik Indonesia 17 Agustus 1945 merupakan keputusan politik yang menyatakan bahwa Indonesia sudah merdeka. Merdeka dari penjajahan, merdeka dari penindasan, merdeka berkumpul, merdeka berserikat, merdeka menyatakan pendapat secara lisan maupun tulisan. Selain itu, merdeka dari eksploitasi dan perlakuan tidak manusiawi dan tidak adil.

Bangsa Indonesia secara politik sudah merdeka. Akan tetapi secara ekonomi harus diakui, kita belum merdeka. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya belum bisa dimanfaatkan untuk sebesar-besar bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

Kelima, merdeka dalam budaya. Bangsa Indonesia memiliki banyak budaya. Hal itu merupakan karunia Allah yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Bangsa Indonesia yang majemuk mempunyai banyak budaya. Setiap suku, agama, ras dan antar golongan mempunyai budaya tersendiri. Melalui proklamasi kemerdekaan republik Indonesia, Indonesia harus mengembangkan budaya sebagai pengikat persatuan dan kesatuan. Jangan sebaliknya, heterogenitas sosial dan budaya, memecah belah persatuan.

Itu sebabnya, sila ketiga dari Pancasila adalah “Persatuan Indonesia.” Persatuan seluruh bangsa Indonesia harus dibangun, dipelihara, dijaga, dirawat dan terus ditingkatkan karena persatuan adalah dasar untuk mencapai kejayaan. Budaya Indonesia harus menjadi pengikat dan perekat seluruh bangsa Indonesia.

Pada saat kita merayakan kemerdekaan republik Indonesia hari ini, lima aspek yang dikemukakan di atas sangat penting dihayati dan diubah menjadi kenyataan, agar bangsa Indonesia benar-benar merdeka dari merdeka, sehingga bangsa Indonesia di masa depan bisa maju seperti bangsa-bangsa lain di dunia.

Turut hadir dan memberi kata sambutan Prof Dr Anshari Ritonga, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun dan Dr. Edy Haryanto, Ketua Umum Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (YPPIC).

Selain itu, hadir pula Dr Baharuddin, M.Pd, Ketua Senat Universitas Ibnu Chaldun, Dr. Abbas Thaha, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr Kaspudin Nor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dekan FE Dr. Atifah Thaha, Dekan FH Dr. Rahmah Marsinah, Dekan F. Pertanian Dr Akrab Najamuddin, Dekan Fikom Sapta Maryati, Dekan FISIP S. Amina Amahoru, Dekan F. Farmasi Bambang Marwoto, para Wakil Dekan, para Kepala Program Studi, dosen senior Mayjen TNI Purn Kivlan Zen, M.Si dan Isteri, Dr. Pramudya, para dosen, para kepala biro, karyawan, Presiden BEM UIC dan mahasiswa (i) Universitas Ibnu Chaldun.

Berikut foto-foto kegiatan

Baca Juga

Pendidikan

Setelah penutupan masa perkenalan mahasiswa baru Universitas Ibnu Chaldun dilanjutkan pengucapan sumpah mahasiswa dan menyalakan lilin dan membentuk formasi PPKMB UIC.

Pendidikan

Musni Umar, Rektor Universitas Ibnu Chaldun sore ini (21/9) menyampaikan ceramah dihadapan mahasiswa (i) baru Universitas Ibnu Chaldun.

Pendidikan

Musni Umar kembali terpilih menjadi Rektor Universitas Ibnu Chaldun periode 2022-2026.

Pendidikan

Tema Wisuda Universitas Ibnu Chaldun tahun ini adalah "Mewujudkan Kampus Merdeka Dalam Rangka Meningkatkan Akreditasi Pendidikan Universitas Ibnu Chaldun.

Pendidikan

Wisuda Sarjana Universitas Ibnu Chaldun Kamis, 8 September 2022 telah berjalan dengan lancar.

Pendidikan

Hari ini (26/8) sebelum shalat Jum'at, rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar mengundang mahasiswa (i) Universitas Ibnu Chaldun untuk silaturrahim.

Pendidikan

Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar mengemukakan bahwa sarjana ilmu komunikasi universitas Ibnu harus memiliki kemampuan adaptasi dengan perubahan sosial, ekonomi, politik, dan kemajuan...

Pendidikan

Pada 20 Agustus 2022, Fakultas Agama Islam Universitas Ibnu Chaldun melakukan acara yudisium 110 sarjana Fakultas Agama Islam di Sukabumi, Jawa Barat. Saya, Musni...