Connect with us

Lewat kampung ini, kita mewujudkan sila kelima dari Pancasila yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia (17/8/2021) - twitter aniesbaswedan

Opini

Anies Bersih: Semakin Dijegal, Semakin Bersinar, Maju Terus Menuju Pilpres 2024

Saya yakin mayoritas rakyat Indonesia apapun upaya yang dilakukan untuk mengkriminalisasi Anies Baswedan dengan menjadikannya sebagai tersangka korupsi tidak akan dipercaya publik.

Pada 30 September 2022, Forum Kampus Kuning yaitu perkumpulan para mantan Ketua Dewan Mahasiswa – Ketua Senat Mahasiswa PTN dan PTS yang pernah dipenjara di era Orde Baru tahun 1978, diundang oleh Soekotjo Soeparto, Ketua Forum Kampus Kuning untuk menghadiri syukuran atas dilantiknya teman seperjuangan Ahmadi Noor Supit sebagai anggota BPK RI.

Saat itu, ada teman mantan aktivis GMNI yang juga pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum UI menanyakan kepada bagaimana kabar Anies Baswedan? Saya jawab “baik saja.” Kemudian dia melanjutkan pembicaraannya bahwa kabarnya Anies Baswedan mau dijadikan tersangka? Saya tidak merespon lantaran tidak percaya Anies korupsi.

Selain itu, teman lain di tengah alunan lagu Evert Matulessy, saya juga diberitahu bahwa apa yang disampaikan SBY benar adanya bahwa ada upaya menjegal Anies dan menjadikan Pemilu Presiden 2024 hanya dua pasang calon Presiden. Lagi-lagi saya tidak respon.

Hari ini (1/10) setelah pulang dari menghadiri undangan perkawinan Putri dan Dedi di Kelurahan Galur, Johar Baru Jakarta Pusat, setelah istirahat sejenak, saya buka Twitter dan menemukan jawaban yang disampaikan teman sesama aktivis tadi malam bahwa Anies mau dijadikan tersangka korupsi.

Semakin Dijegal, Semakin Bersinar

Media sosial khususnya Twitter ramai sekali yang memberi respon atas headline (tajuk berita) koran Tempo yang berjudul “Manuver Firli Menjegal Anies,” sampai-sampai M. Said Didu membuat tagar #Save Anies Baswedan.

Tajuk berita koran Tempo tersebut telah menjawab informasi yang disampaikan teman tadi malam kepada saya bahwa Anies mau dijadikan tersangka korupsi.

Akan tetapi, saya yakin mayoritas rakyat Indonesia apapun upaya yang dilakukan untuk mengkriminalisasi Anies Baswedan dengan menjadikannya sebagai tersangka korupsi tidak akan dipercaya publik.

Pertama, kasus Formula E yang dilaporkan oleh kelompok yang menamakan diri Studi Demokrasi Rakyat. KPK telah menangani kasus Formula E sejak November 2021. Salah satu yang ditelisik KPK adalah mekanisme pembiayaan Formula E dan komitmen fee sebanyak Rp 560 miliar. Selama penyelidikan, KPK sudah memeriksa sejumlah pihak. Di antaranya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Ahmad Firdaus, Anies juga sudah diperiksa. Kasus ini diduga sebagai entry point untuk kriminalisasi Anies dalam rangka menjegal Anies untuk menjadi Calon Presiden RI.

Pertanyaannya, apakah Anies melakukan korupsi terhadap pembiayaan Formula E? Buktikan saja dengan audit yang jujur, independen dan akuntabel. Saya yakin mayoritas warga Jakarta dan rakyat Indonesia pasti tidak percaya kalau Anies melakukan korupsi.

Sejak awal Formula E sudah disorot tajam, bahkan diminta oleh pihak-pihak tertentu untuk dibatalkan, tetapi Anies Baswedan dan jajarannya terus berjuang untuk mewujudkannya. Maka mustahil Anies melakukan korupsi di tengah sorotan tajam. Tidak disorot saja Anies tidak berani korupsi apalagi di tengah gonjang ganjing dari mereka yang beroposisi dengan Anies, mustahil dia korupsi.

Alhamdulillah, hasil perjuangan untuk mewujudkan Formula E, telah mengharumkan nama baik Jakarta dan seluruh bangsa Indonesia di seluruh dunia karena sukses luar biasa pelaksanaan Formula E. Jadi, sangat jahat jika Anies mau dikriminalisasi apalagi dijadikan tersangka dengan tuduhan melakukan korupsi atas pembiayaan Formula E.

Kedua, selama Anies memimpin DKI Jakarta telah mencatat sejarah DKI Jakarta mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebanyak lima kali secara berturut-turut sejak 2017 hingga 2021. BPK RI memberi penghargaan WTP kepada DKI Jakarta atas pengelolaan keuangan DKI yang Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang selama ini DKI belum pernah memperoleh penghargaan WTP dari BPK RI.

Ketiga, KPK memberi penghargaan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas kesuksesan pengelolaan keuangan DKI Jakarta yang transparan dan akuntabel. Gubernur DKI Anies Baswedan mewakili Pemprov DKI menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penghargaan tersebut terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), gratifikasi, serta aplikasi pelayanan publik.

Penghargaan diserahkan oleh pimpinan KPK Agus Rahardjo, Alexander Marwata, dan Saut Sitomorang di Hotel Bidakara, Jalan Gator Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018). Anies berterima kasih atas penghargaan yang diberikan KPK tersebut.

Kalau Formula E dijadikan pintu masuk (entry point) untuk mengkriminalisasi Anies Baswedan apalagi menjadikannya sebagai tersangka korupsi, dengan alasan misalnya karena menandatangani kontrak dengan pihak penyelenggara Formula E melampaui masa jabatan Anies, maka seharusnya tidak menjadi permasalahan karena pemerintah pusat dan daerah terus berlanjut, siapapun yang menjadi Presiden dan Kepala Daerah. Jika kebijaksanaan masa lalu menguntungkan daerah dan Indonesia, maka harus dilanjutkan. Jika sebaliknya merugikan, maka pemimpin berikutnya bisa merevisi atau membatalkan suatu kontrak atau perjanjian dengan pihak manapun.

Baca Juga

Pemilu

Lautan manusia yang datang untuk bersilaturahmi kepada Anies Baswedan merupakan massa yang disebut dalam literatur sosial politik sebagai autonomous participation (partisipasi otonom) yang datang...

Opini

Perilaku warga yang sering menyebarkan fitnah, caci maki, adu domba dan sebagainya harus dikutuk karena melakukan perbuatan yang dilarang agama, hukum dan sangat bertentangan...

Pendidikan

Hari ini 25 November 2022 adalah Hari Guru Nasional. Setiap kita memperingati Hari Guru Nasional, yang teringat kepada kita adalah pendidikan. Pendidikan adalah kunci untuk...

Opini

Momentum pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden partai Nasdem, mereka mengambil peluang untuk kembali bersinar 2024 mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden RI 2024.

Opini

Fenomena dukungan Anies Baswedan sebagai capres oleh Forum Kakbah Membangun (FKM) yang diikuti banyak kader PPP merupakan suatu bentuk upaya para kader PPP menyuarakan...

Pemilu

Isu sentral yang Digulirkan Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024 adalah masalah keadilan sosial. Sesuai dengan sila ke-5 Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh...

Pemilu

Selama hampir 10 (sepuluh) tahun Partai Keadilan Sejahtera PKS beroposisi. Tidak tergiur untuk masuk ke dalam gerbong pemerintahan Jokowi.

Opini

Relawan Anies Baswedan dibentuk di berbagai daerah seluruh Indonesia atas prakarsa dan swadaya masing-masing. Jauh sebelum Anies berakhir masa baktinya sebagai Gubernur DKI Jakarta...