Connect with us

Dari Surabaya untuk Malang. Ribuan Bonek dan seluruh warga Surabaya datang ke Tugu Pahlawan untuk mendoakan para korban tragedi Kanjuruhan 1 Oktober (3/10/2022) - twitter persebayaupdate

Lainnya

Prihatin Akan Tragedi Sepak Bola di Kanjuruhan: Mengapa Banyak Sekali Yang Meninggal?

Kematian yang sangat banyak jumlahnya sangat disesalkan, dan banyak orang tua, keluarga, sahabat, teman dan bangsa Indonesia tidak bisa menerima tragedi tersebut. Sebagai sosiolog, perkenankan saya memberi analisis atas tragedi kemanusiaan di stadion Kanjuruhan.

Tidak ada kata yang pantas diucapkan kecuali dukacita yang amat dalam atas terjadinya tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan kematian begitu banyak.

Kematian yang sangat banyak jumlahnya sangat disesalkan, dan banyak orang tua, keluarga, sahabat, teman dan bangsa Indonesia tidak bisa menerima tragedi tersebut.

Sebagai sosiolog, perkenankan saya memberi analisis atas tragedi kemanusiaan di stadion Kanjuruhan. Menurut saya, bisa saja berbagai penyebab terjadinya tragedi kemanusiaan di stadion Kanjuruhan. 


Tulisan ini, tujuannya bukan untuk menghujat yang bersalah dalam kasus kematian warga di tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan, tetapi penting mengungkap masalah tersebut agar menjadi pelajaran dan tidak terulang di masa depan.

Pertama, penyebab kerusuhan yang berujung kematian massal diduga adalah penonton.   Penonton tidak terbiasa menerima kekalahan tim kesayangannya Arema Malang. Padahal dalam pertandingan sepak bola atau pertandingan apapun, bisa menang dan bisa pula kalah. Masalah ini penting disadarkan para penonton, kalau kalah tim kesayangannya sebaiknya menerima kekalahan. Sebaliknya kalau menang, patut gembira dan berpesta tanpa melampaui batas.

Kedua, penyebab kerusuhan  bisa saja pemain. Pemain tidak bermain maksimal, sehingga para penonton yang merupakan penggemar (Fans Arema) menjadi emosi. Padahal para pemain Arema tidak bermain maksimal bisa disebabkan berbagai faktor diantaranya mereka berada dalam tekanan para penggemarnya (supporter) atau bisa juga lawannya (Persibaya) lebih siap.
Kalau terjadi seperti ini, para penonton tidak usah emosi dan melampiaskan kemarahan dengan turun ke lapangan seperti yang terjadi dalam kasus kerusuhan yang berujung kematian massal di stadion Kanjuruhan Malang.

Ketiga, penyebab kematian yang sangat banyak ialah stadion Kanjuruhan Malang tidak memadai. Amarah penonton yang disebabkan berbagai faktor tidak didukung oleh stadion Kanjuruhan yang memadai untuk mengevakuasi penonton yang tidak ikut turun ke lapangan untuk memprotes kekalahan tim kesayangan Arema Malang.

Keempat, penyebab kerusuhan yang berujung kematian yang sangat banyak tidak tertutup kemungkinan adalah wasit. Wasit yang memimpin pertandingan, bisa saja dituduh tidak adil dalam memimpin pertandingan, yang kemudian meletupkan kemarahan para penonton. Jadi,  kerusuhan di stadion Kanjuruhan bisa saja  salah satu pemicunya adalah wasit. Oleh karena itu, para wasit yang memimpin pertandingan harus adil dan tidak boleh memihak kepada salah satu tim.

Kelima, penyebab kematian massal adalah aparat semprotkan gas air mata yang menyebabkan kepanikan, yang membuat penonton berebut keluar stadion. Imbasnya, banyak penonton terinjak-injak dan kehabisan nafas di dalam stadion.

Banyak yang menyampaikan protes sehubungan adanya semprot gas mata air ke dalam stadion, sehingga banyak yang Ami sesak nafas dan meninggal dunia.

FIFA sejatinya sudah melarang penggunaan gas air mata dalam pertandingan sepak bola jika terjadi kerusuhan, tetapi entah apa yang menjadi alasan sehingga dilakukan penggunaan gas air mata untuk memadamkan kerusuhan di stadion Kanjuruhan Malang.

Pelajaran Bagi Dunia Sepak Bola

Tragedi kemanusiaan Kanjuruhan Malang merupakan musibah yang mencoreng persepakbolaan Indonesia. Di Kanjuruhan, ratusan jiwa berpulang. Yang tersisa adalah kesedihan dan nestapa.

Orang tua, saudara, famili, sahabat, teman dan seluruh bangsa Indonesia bahkan dunia persepakbolaan di manca negara ikut berdukacita atas musibah di Kanjuruhan. Mereka yang meninggal dunia secara massal akan dikenang. 

Amarah tumpah di tengah lapangan atas kekalahan tim kesayangan, yang dijawab dengan gas air mata membumbung mengadang pernapasan. Dunia sepak bola Indonesia berduka. Berbagai perkumpulan sepak bola di seluruh dunia ikut berduka.

Semoga tragedi di Kanjuruhan yang merenggut begitu banyak nyawa anak bangsa, menjadi pelajaran agar tidak terulang di masa depan.

Baca Juga

Lainnya

Lionel Messi dan skuad dari Argentina sukses memenangkan pertandingan sepak bola final Piala Dunia melawan Prancis di Stadion Lusail di Lusail, Qatar, Minggu, 18 Desember...

Lainnya

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan Piala Dunia 2022 Qatar merupakan gelaran terbaik sepanjang sejarah.

Lainnya

Maroko akan berhadapan Prancis pada babak semifinal Sepak Bola Piala Dunia di Al Bayit Stadium Antar pada 15 Desember 2022.

Lainnya

Piala Dunia atau World Cup yang sedang berlangsung di Qatar saat ini luar biasa hebat. FIFA World Cup Qatar 2022 merupakan Piala Dunia ke-22...

In Memoriam

Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, M.Phil., MA.، CBE, yang lahir di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, 4 Maret 1955, dan wafat pada 18...

In Memoriam

Warga Muhammadiyah dan bangsa Indonesia merasakan bahwa kepergian Prof Dr H. Ahmad Syafii Maarif, MA telah meninggalkan begitu banyak jasa yang akan dikenang selama...

In Memoriam

Tidak ada manusia yang tahu kapan ajal akan datang. Itulah yang dialami Prof. Dr. H. Fahmi Idris, SE., MH., Mantan Menteri Tenaga Kerja dan...

In Memoriam

Saya amat terkejut membaca ucapan duka cita yang disampaikan Majelis Nasional KAHMI di media sosial atas wafatnya Prof.Dr. Muchlis R. Luddin, MA.