Connect with us

Mahathir Mohamad VS Anwar Ibrahim

Lainnya

Pemilu Malaysia dan Krisis Kepemimpinan: Siapakah PM Malaysia Baru? Akankah Bertahan?

Kampanye Pemilu Malaysia, Kempen Pilihan Raya Umum (PRU) ke-15 di Malaysia yang sedang berlangsung saat ini, sangat menarik dianalisis dan ditulis.

Kampanye Pemilu Malaysia, Kempen Pilihan Raya Umum (PRU) ke-15 di Malaysia yang sedang berlangsung saat ini, sangat menarik dianalisis dan ditulis.

Pertama, hasil pemilu (PRU) ke-14 yang lalu yang dimenangkan Pakatan Harapan (PH) dengan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad hanya memerintah kurang dari 2 tahun. Pemerintahan Pakatan Harapan bubar karena adanya pengkhianatan ( beberapa anggota (ahli) parlimen dari Pakatan Harapan. Mereka keluar dari Pakatan Harapan bersama Partai Pribumi Bersatu lalu membentuk Perikatan Nasional (PN) yang disokong beberapa anggota Parlimen UMN0 dan PAS.

Kedua, Koalisi Perikatan Nasional (PN) kemudian memilih Muhyiddin Yassin menjadi Perdana Menteri Malaysia dengan dukungan simple majority di Parlimen. Oleh karena dukungan walaupun mayoritas, tetapi hanya berlebih 1 orang, maka akhirnya koalisi Perikatan Nasional runtuh.

Ketiga, Runtuhnya Koalisi Perikatan Nasional, digantikan oleh koalisi baru yang dimotori Barisan Nasional (BN) dari UMNO (United Malays National Organization) dengan Perdana Menteri Ismail Sabri. Koalisi inipun tidak bisa bertahan lama karena dukungan di Parlimen Malaysia, hanya simple majority. Akhirnya Perdana Menteri Ismail Sabri meminta restu kepada Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al Mustafa Billah Shah untuk melakukan pembubaran Parlimen dan menyelenggarakan pemilu (PRU) ke-15 lebih cepat dari yang direncanakan.

Krisis Kepemimpinan: PM Malaysia Baru Pasca PRU ke-15?

Kisruh politik di Malaysia bermula dari pengkhianatan para anggota Parlimen dari Pakatan Harapan, kemudian mereka membentuk koalisi baru yang disebut Perikatan Nasional (PN).

Dampak dari keluarnya mereka dari Pakatan Harapan, pemerintahan yang dibentuk dari hasil pemilihan umum atau Pilihan Raya Umum (PRU) 14 bubar karena kehilangan dukungan mayoritas dari anggota Parlimen.

Upaya membentuk pemerintahan baru sebanyak dua kali pasca bubarnya pemerintahan Mahathir Mohamad gagal mewujudkan stabilitas politik. 

Pertama, simple majority di Parlimen. Pemerintahan baru pasca bubarnya pemerintahan Mahathir Mohamad hasil Pemilu (PRU) ke-14, gagal mewujudkan stabilitas politik.

Kedua, pandemi Covid-19 yang menghantam Malaysia. Pada awal 2020-2021, sebagaimana Indonesia dan berbagai negara di dunia, Malaysia porak-poranda ekonominya akibat Covid-19. Banyak perusahaan yang bangkrut dan memutuskan hubungan kerja dengan karyawannya.

Ketiga, kelesuan ekonomi Malaysia. Kombinasi tidak adanya stabilitas politik dan runtuhnya ekonomi akibat Covid-19, menyebabkan banyak investor lari keluar negeri dan minimnya investasi, sehingga terjadi kelesuan ekonomi dan timbul masalah sosial seperti meningkatnya pengangguran, kemiskinan dan sebagainya.

Dampak negatif dari tiga hal tersebut menyebabkan terjadi kisruh politik yang kepanjangan. Solusinya ialah pemilihan umum atau pilihan raya umum yang dipercepat untuk mendapatkan pemerintahan baru dari rakyat melalui hasil pemilihan umum atau Pilihan Raya Umum (PRU) ke-15.

Pertanyaannya, siapa yang bakal menjadi Perdana Menteri Malaysia pasca Pemilu 20 November 2022?

Jika Pakatan Harapan (PH) yang menang dalam PRU ke-15, maka Perdana Menteri Malaysia adalah Anwar Ibrahim karena PH telah mengumumkan calon Perdana Menteri mereka adalah Anwar Ibrahim, Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR).

Kalau dalam PRU ke-15, yang menang adalah Perikatan Nasional, maka yang menjadi Perdana Menteri Malaysia adalah Muhyiddin Yassin, Presiden Partai Pribumi Malaysia Bersatu (Bersatu). Sementara itu, kalau Barisan Nasional (BN) yang memenangi PRU ke-15, maka Perdana Menteri Malaysia adalah Ismail Sabri, Wakil Presiden UMNO.

Dinamika Dalam Kampanye Pemilu Malaysia

Kalau melihat dari dinamika dalam kampanye Pemilihan Umum atau Pilihan Raya Umum (PRU) ke-15 di Malaysia, maka jika melihat pemberitaan di Twitter dalam kampanye yang dilakukan oleh Koalisi Harapan, maka sampai saat ini, HARAPAN mendominasi pemberitaan di media sosial.

HARAPAN nampak paling siap menghadapi PRU ke-15. Mereka yang pertama mengumumkan calon Ahli Parlimen di Dewan Rakyat dan ahli Dewan Undangan Negeri (DUN) di negara-negara bagian.

Apakah Barisan Nasional (BN) yang dimotori UMNO dan Perikatan Nasional (PN) akan mengungguli Pakatan Harapan dalam pemberitaan di media sosial dan kampanye masif dalam sisa 20 hari ke depan? Wallahu a’lam.

Apabila mobilitas Pimpinan BN dan PN tidak bisa menandingi mobilitas Pakatan Harapan dalam pemberitaan di media sosial dan kampanye yang dimotori Anwar Ibrahim, maka jika berkaca pada PRU ke-14, besar peluang PRU ke-15 akan dimenangkan Pakatan Harapan.

Baca Juga

Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim pada Kamis, 19 Januari 2023, di Putra Jaya, Malaysia menyampaikan pidato yang bertema Membangun Malaysia Madani.

Malaysia

Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri dan Menteri Kewangan (Keuangan), menghadapi cabaran (tantangan) yang berat dalam bidang ekonomi untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan.

Malaysia

Kita berharap lawatan PM Anwar Ibrahim di Indonesia yang berlangsung 8-9 Januari 2023 memberi manfaat yang besar, semakin mempererat dan memperkukuh hubungan Indonesia Malaysia di...

Malaysia

Perdana Menteri, Datuk Seri Anwar Ibrahim hari ini, Ahad 8 Januari 2023 melakukan lawatan resmi dua hari di Indonesia.

Malaysia

Besarnya sokongan anggota Parlemen Malaysia kepada Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri, dan adanya Undang-Undang yang melarang Ahli Parlimen Malaysia untuk pindah blok seperti dari...

Malaysia

Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia menegaskan prioritas saya sekarang adalah mengatasi biaya hidup. Isu dalam kampanye pemilu (PRU) ke-15 adalah meningkatnya biaya hidup (kos...

Malaysia

Dalam rangka memenuhi janjinya, Anwar Ibrahim tolak mobil dinas mewah Mercedez Benz S600, tidak ambil gaji sebagai Perdana Menteri, turunkan gaji menteri.

Malaysia

Anwar Ibrahim merupakan satu-satunya presiden partai dan pimpinan kumpulan partai-partai politik yang berhimpun di Pakatan Harapan) yang berkampanye di seluruh Malaysia.