Connect with us

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP (21/6/2022) - twitter PDI_Perjuangan

Opini

Megawati Semoga Selalu Sehat: PDIP Tidak Alami Nasib Seperti Partai Demokrat dan PPP

Saya berharap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang dipimpin Ibu Megawati Sukarnoputri tidak mengalami nasib seperti yang dialami Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan.

Partai politik adalah pilar demokrasi. Dapat dikatakan tidak ada demokrasi tanpa partai politik.

Oleh karena itu, partai politik harus dijaga, dirawat dan dikembangkan agar menjadi instrumen perjuangan untuk mewujudkan tujuan Indonesia merdeka yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Untuk mewujudkan tujuan Indonesia merdeka, partai politik sebagai alat perjuangan harus sehat, mandiri, kokoh dan bersatu. Setiap partai politik memiliki cita-cita mulia untuk merealisasikan tujuan Indonesia merdeka.

Namun dalam pelaksanaannya, tidak jarang melenceng dari tujuan karena banyak faktor diantaranya kurang tepat memilih kader untuk dicalonkan menjadi pemimpin bangsa dan negara.

Oleh karena itu, kita setuju pernyataan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu supaya jangan sembrono memilih calon Presiden.

Pelajaran dari Partai Demokrat & PPP

Kita bersyukur, partai Demokrat selamat dari upaya pengambilalihan. Peristiwa pengambil-alihan partai Demokrat melalui “Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Sibolangit Deli Serdang” yang direkayasa, merupakan pelajaran yang sangat berharga.

Dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat tandingan di Deli Serdang, 5 Maret 2021, Moeldoko dipilih sebagai ketua umum. Namun, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tidak mengesahkan kepemimpinan Partai Demokrat versi Moeldoko.

Buntutnya, Partai Demokrat melakukan pemecatan pada sejumlah kader yang terlibat pada gerakan itu seperti Johni Allen Marbun, Marzuki Alie, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Darmizal, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya.

Pihak Moeldoko Kemudian membawa kasus tersebut ke ranah hukum sampai di Mahkamah Agung, tetapi dalam vonis di Mahkamah Agung, yang dimenangkan adalah Partai Demokrat dengan ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono.

Pelajaran lain, dari Partai Persatuan Pembangunan. Partai berlambang Ka’bah berganti kepemimpinan di tahun politik. Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dilengserkan. Padahal dia dipilih dalam Muktamar PPP. Sebelum dilengserkan, didera kontroversi pidato ‘amplop kiai’.

Pernyataannya di KPK itu dianggap merendahkan kiai dan pondok pesantren. Tak lama, Suharso meminta maaf. Meski demikian, badai belum berlalu, 3 pimpinan Majelis PPP meminta Suharso mengundurkan diri melalui 3 surat, terakhir dikeluarkan pada 30 Agustus 2022.

Puncaknya terjadi pada Minggu (4/9). Majelis PPP bersama pengurus DPW PPP menggelar Musyawarah Kerja Nasional atau Mukernas di Banten dengan keputusan memberhentikan Suharso Monoarfa dari posisi ketua umum.

Peristiwa yang dialami Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan, tidak tertutup kemungkinan dialami semua partai politik termasuk PDIP. Hanya Partai Demokrat dengan ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono, gagal ditumbangkan karena dalam proses di pengadilan sampai di Mahkamah Agung, mereka bisa yakinkan hakim bahwa Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Deli Serdang adalah abal-abal.

Faktor yang sangat menolong Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono karena hasil Kongres Luar Biasa di Sibolangit Deli Serdang Sumatera Utara tidak disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly.

Sekali lagi kasus yang dialami Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan bisa dialami PDIP, terutama pada saat ketua umum PDIP misalnya sakit atau karena faktor umur, pihak eksternal berkolaborasi pihak internal untuk mengambil alih kepemimpinan PDIP.

Mengapa? Jawabannya sederhana bahwa dalam politik ada ungkapan “Tidak ada kawan dan lawan abadi, yang ada hanya kepentingan abadi.

Oleh karena itu, doa seorang relawan yang mohon kepada Tuhan agar PDIP dipimpin di luar trah “Bung Karno” bisa menjadi kenyataan seperti yang dialami Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangun.

Saya berharap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang dipimpin Ibu Megawati Sukarnoputri tidak mengalami nasib seperti yang dialami Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan. Lebih elegan dan terhormat mendirikan partai politik baru daripada mengambil alih partai politik orang lain.

Baca Juga

Pemilu

Menanggapi isu reshuffle kabinet, Surya Paloh, Ketua Umum Partai NasDem menegaskan reshuffle atau kocok ulang kabinet merupakan hak sepenuhnya Jokowi. Ia mengatakan tak akan mempermasalahkan kebijakan...

Opini

Dihari Ulang Tahun Ibu Megawati Soekarnoputri saya, Musni Umar telah menulis analisa Capres PDIP yang akan di umumkan Bu Mega dan manuver parpol politik...

Opini

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 14 November 2022, telah menetapkan partai politik (parpol) peserta pemilu 2024 berikut nomor urut peserta pemilu.

Opini

Momentum pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden partai Nasdem, mereka mengambil peluang untuk kembali bersinar 2024 mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden RI 2024.

Opini

Fenomena dukungan Anies Baswedan sebagai capres oleh Forum Kakbah Membangun (FKM) yang diikuti banyak kader PPP merupakan suatu bentuk upaya para kader PPP menyuarakan...

Politik

Presiden PKS Ahmad Syaikhu: bangsa Indonesia membutuhkan politik kolaborasi, bukan segregasi apalagi polarisasi. Politik yang menjadikan keutuhan bangsa dan negara di atas kepentingan individu,...

Pemilu

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menutup pintu untuk bekerjasama dengan PKS dan Demokrat.

Pemilu

Megawati menegaskan, ia diberi hak prerogatif oleh partai untuk menentukan siapa calon presiden yang diusung di 2024. Maka itu, ia tak mau ada kader...